*PETI Masih Meraja Rela di Landak


NGABANG. Tim penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Landak dinilai dalam melakukan tindakan hanya setengah hati. Buktinya, cuman segelintir orang saja yang ditertibkan sementara saat ini aktivitas PETI khususnya di sepanjang aliran sungai Landak masih marak. Untuk itu, masyarakat tepian sungai yang merasa tercemar mengancam akan unjuk rasa. “Kita siap memimpin unjuk rasa secara besar-besaran jika aparat penegak hukum tidak bisa bertindak tegas,” ungkap DPD LSM Forum Masyarakat Peduli Kalbar (FMPKB) Landak, A. Syaidan Ameng saat bertandang di Biro Equator Landak, Rabu (15/7) siang kemarin.
Menurut Syaidan, akibat dampak PETI membuat sungai tercemar sehingga warga yang bermukim di tepi sungai tidak bisa menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari, untuk mencuci saja tidak bisa, bagaimanan untuk dikonsumsi. Jika dibiarkan, masyarakat akan mendapat penyakit akibat dampak pencemaran mulai dari mercuri dan lainnya.
“Jadi kita harapkan Pemkab dan aparat penegak hukum di Landak ini harus bisa mengentikan PETI yang sekarang mulai marak lagi di sepanjang sungai Landak,” tegas Syaidan.
Ia mengatakan, jika tim penertiban ragu untuk bertindak, masyarakat yang merasa tercemar dan merasa dirugikan oleh para pekerja tambang, siap mendukung dan bergerak untuk menyelesaikan masalah PETI di Landak ini. “Jadi Kkita tunggu tindakan dari tim penertiban PETI kembali beraksi, jangan hanya menjalankan program kerja saja, usai itu dibiarkan bebas lagi PETI,” ungkap Syaidan.
Padahal, bagi perusak lingkungan hidup bisa dijerat UU No.23 tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup, bagi perusak dan pencemar lingkungan hidup (LH) diancam 10 tahun penjara. “Bicara tentang undang-undang LH yang yang perlu dicermati adalah segala kegiatan usaha yang dapat mencemari dan merusak lingkungan salah satu contohnya adalah kegiatan illegal mining salah satunya PETI,” tandas Syaidan. (rie)
0 Response to 'Warga Aliran Sungai Ancam Demo'
Copyright © 2009 www.harianequatorlandak.blogspot.com. All Rights Reserved. by Templates Jaring Borneo