Banyak Barang Bukti Mesin Tak Diangkut

MEMPAWAH HULU. Tim gabungan operasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang terdiri dari Pemkab Landak, Polres dan Kodim 1201/MPH dengan sasaran di Kecamatan Mempawah Hulu, Rabu (29/7) kemarin, pulang hanya membawa satu unit mesin dompeng saja. Padahal di lokasi PETI seperti di Kampung Soalam Dusun Betung Desa Sabakah ada sekitar enam unit mesin dompeng. Tapi karena terkendala jasa angkut terpaksa tim hanya membawa satu saja yang diangkut di kendaraan.
Tim langsung dipimpin Wakil Bupati Landak Agustinus Sukiman SH, didampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, Drs. Andi Ali dan personel dari Sat Pol PP Pemkab Landak. Personel dari Polres langsung dipimpin Kasat Samapta AKP Iskandar, sedangkan dari Kodim 1201/MPH dipimpin Pasi Ops Kapten Inf. Hidayat.
Tim berangkat dari Ngabang pukul 07.30 sampai lokasi pukul 14.00 wib siang. Sebelum menuju lokasi PETI, tim berkumpul di kantor camat Mempawah Hulu untuk digelar pasukan. Wabup dan Kasat Samapta memberikan pengarahan terhadap personel masing-masing diantaranya, operasi PETI tersebut bukan penindakan tapi pebertiban. Jadi yang ditertibakan adalah barang berupa mesin. “Kita tertibkan barangnya saja,” katanya.
Namun, setelah sampai di lokasi PETI, aktivitas sudah tidak ada, diduga sudah bocor sehingga para pekerja dan cukong sudah kabur duluan. Hanya tinggal beberapa mesin dompeng saja.. Warga yang berada di lokasi sempat berdialog dengan petugas Sat Pol PP dan anggota Polres Landak yang siap berdialog langsung dengan Wabup. Tapi sangat disayangkan mereka tidak bisa berjumpa, karena Wabup sudah pulang lebih dulu dari lokasi PETI yang jaraknya empat kilometer dari simpang Desa Tunang tersebut. Akhirnya, sejumlah personel pulang tanpa membawa barang bukti yang masih banyak bergelimpangan di lokasi. (rie)
0 Response to 'Operasi PETI di Mempawah Hulu Setengah Hati'
Copyright © 2009 www.harianequatorlandak.blogspot.com. All Rights Reserved. by Templates Jaring Borneo