* PETI harus Ditertibkan Secara Serius

NGABANG. Kemarau panjang melanda Kalbar khususnya di Kabupaten Landak. Warga mulai resah untuk mendapatkan air bersih. Air tadah hujan sudah habis, sumur mengering, mau lari di sungai Landak tapi kondisi air keruh akibat limbah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di perhuluan sungai. Pemkab Landak harus serius menertibkan PETI jangan setengah-setengah dan menghabiskan anggaran saja. “Air sumur sudah kering, kita mau bangun tengah malam untuk menyedot air. Karena pagi hari sudah tak ada sumbernya. Mau mandi dan mencuci di sungai Landak, tapi airnya macam kopi coklat,” keluh Mimi warga Dusun Kecamatan Ngabang.
Senada diutarakan Lina, warga komplek BTN Ngabang juga mengeluhkan air bersih, karena air tadah hujan untuk kebutuhan masak sudah habis. Sementara sumur bor tidak mungkin untuk kebutuhan masak. Apalagi dengan musim kemarau yang sudah melanda di Kota Ngabang ini, air sudah didapat. “Kalau seandainya sungai Landak jernih, kita bisa mandi di sana,” ujar Lina.
Terpisah, A.Syaidan Ameng, Ketua LSM Forum Masyarakat Peduli Kalbar (FMPKB) DPD Kabupaten Landak mengatakan, memang saat ini masyarakat merasakan kesulitan air bersih. Jangankan ketika musim kemarau tiba, musim hujan saja mau mandi susah, khususnya bagi mereka yang bermukim di tepian sungai Landak. “Mestinya Pemkab Landak malakukan penertiban PETI harus serius, coba lihat saat operasi di Kecamatan Mempawah Hulu yang gaungnya besar karena tim gabungan, tapi saya baca di koran, tim tak ada hasil karena mesin dompeng masih berkelimpangan dibiarkan,” ungkap Syaidan, kemarin.
Sementara itu, Bupati Landak DR. Adrianus Asia Sidot dikonfirmasi wartawan terkait penertiban PETI. Ia mengaku belum bisa membukanya kepada publik, strategi apa yang akan dilakukan menyikapi PETI yang menjadi masalah di masyarakat ini.
“Jadi untuk PETI, no comment. Sudah ada strategi tapi belum dibuka. Kalau kita buka, nanti PETI nya dikemas pada kabur semua mereka,” ucapnya singkat usai membuka acara pembekalan CPNS di aula kantor bupati Landak, kemarin. (rie)
0 Response to 'Kemarau Panjang, Warga Butuh Air Bersih'
Copyright © 2009 www.harianequatorlandak.blogspot.com. All Rights Reserved. by Templates Jaring Borneo