Ngabang, Equator
Hasil pertanian yang menjadi kebanggaan Kabupaten Landak selain padi, rupanya untuk komoditi jagung saat ini juga g diincar oleh dua investor dari Jakarta yakni PT. Gapura dan PT. Comexindo International. Itu dibuktikan mereka sudah melakukan peninjauan lapangan terhadap areal yang akan dijadikan perkebunan jagung. “Komoditi jagung ini akan terus kita kembangkan, karena mengingat potensi yang tersedia, animo masyarakat dan terlebih lagi peningkatan penggunaan dari ada jagung sebagai bahan bakar alternatif, juga untuk kebutuhan bahan pangan ternak,” kata Kepala Dinas Pertanian Landak Ir Pa’du Palimbong kepada Equator, belum lama ini.
Menurut ia, pengembangan komoditi tanaman pangan seperti jagung memang merupakan kebijakan dari Pemkab Landak. Buktinya bupati Dr Drs Adrianus Asia Sidot Msi menyatakan bahwa Desa Tunang merupakan salah satu pusat pengembangan komoditi jagung, disamping kecamatan lain. Konsekwensi daripada pernyataan bupati itu, Pemkab Landakpun selalu mengkomunikasikannya dengan pihak investor. “Sampai sekarang sudah dua investor yang berminat untuk menanamkan investasinya dibidang perkebunan jagung,” ujar Pa’du.
Pa’du mengatakan, beberapa bulan lalu PT. Gapura juga sudah mengadakan peninjauan lapangan terhadap areal yang akan dijadikan perkebunan jagung. Tapi hasil peninjauan itu belum dilaporkan. Sementara itu PT. Comexindo International juga sudah meminta kepada Bupati Landak untuk pecadangan lahan pengembangan jagung seluas 10.000 sampai 20.000 hektare. Sedangkan pola yang akan digunakan tergantung dari kesepakatan antara perusahaan dan masyarakat, apakah menggunakan pola inti atau pola plasma. Tapi yang jelas tetap akan memakai pola kemitraan. “Kalau PT. Gapura akan tetap memakai pola kemitraan. Jadi dia bisa memiliki inti, tapi juga membantu pengembangan jagung langsung kepada masyarakat melalui kemitraan. Dengan demikian lahan-lahan petani tetap milik petani yang dibantu dengan teknologi penanaman dan saprodi. Kemudian hasilnya nanti bisa dibeli oleh perusahaan. Sedangkan PT. Comexindo International juga memerlukan lahan inti,”ungkapnya.
Pa’du juga merasa yakin kalau kedua perusahaan itu bisa menjadi mitra masyarakat dengan membantu dan membina masyarakat melalui komoditi tanaman jagung. Alasanya, komoditi jagung ini termasuk perkebunan tanaman pangan dengan luas areal yang cukup besar, dalam waktu dekat ini Distan Landak akan merencanakan pertemuan dengan instansi terkait, seperti Bappeda, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Landak, Dishutbun Landak dan Perindagkop.
“Dalam pertemuan itu nantinya kita akan membahas kemungkinan pengerahan lahan yang perlu disurvei oleh kedua perusahaan itu,”ujarnya. (rie)
0 Response to 'Komoditi Jagung Diincar Dua Investor dari Jakarta'
Copyright © 2009 www.harianequatorlandak.blogspot.com. All Rights Reserved. by Templates Jaring Borneo