PROYEK pagar taman Makam Juang Mandor yang saat ini sedang dikerjakan dinilai masyarakat proyek siluman. Karena tidak ada plang proyek dan tidak ada lapor dengan aparat desa atau kecamatan. ”Selama ini Pemerintah Desa (Pemdes) Mandor sudah menertibkan administrasi desa, tapi masih banyak tamu yang bandel datang di Desa Mandor tak mau lapor dengan Ketua Rukun Tetangga (RT) atau Kepala Desa,” ungkap Kepala Dusun Mandor, Aloysius Jama’an, kepada awak koran ini di kantornya, Senin (5/10)
Ia mengatakan, banyak tamu tak lapor seperti orang-orang proyek yang mengerjakan pagar di lokasi taman Makam Juang Mandor. ”Entah berapa orang yang kerja dan mengibap di lokasi tersebut pihaknya tidak tahu karena mereka tak ada lapor,” ungkapnya.
Camat Mandor Marius Baneng SE juga mengaku memang banyak proyek yang bekerja di wilayah Kecamatan Mandor, tapi banyak tidak melapor dengan pihak kecamatan. Banyak yang datang mulai kerja sampai dia pulang juga tak ada lapor, jadi kita tidak tahu proyek siapa dan dari mana yang mengerjakan kita tidak tahu,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan proyek yang dekat dengan kantor camat yakni pengerjaan pagar taman makam juang sama sekali tidak melapor. Menurut kabar, proyek tersebut dari provinsi Kalbar, pastinya pihaknya tidak tahu karena tidak ada plang proyeknya. ”Kami menghimbau kepada seluruh kepada desa agar memantau kegiatan proyek di desanya masing-masing,” himbaunya. (rie)
*Manajemen Harus Dibenahi
NGABANG. Pelayanan Puskesmas Mandor dianggap tidak memuaskan masyarakat. Bayangkan pasien korban kecelakaan lalu lintas sempat terlantar sekitar satu jam, akibatnya nyawanya tidak tertolong dan sempat dilarikan di Rumah Sakit Mempawah dan Pontianak. “Ponakan saya dan rekannya kecelakaan di Dusun Sumber Maju Desa Kerohok 22 September lalu tepat hari lebaran ke tiga. Satu meinggal ditempat dan satu dilarikan di Puskesmas Mandor, cuman satu jam menunggu di teras baru masuk ruang rawat,” beber Syaiful D seorang warga Kecamatan Mandor ketika melapor kepada Equator di Ngabang, Senin (5/10) kemarin.
Parahnya lagi, saat itu hampir dua jam ruang di Puskesmas tidak ada penerangan alias gelap gulita. Sementara ponakan dia masih terkapar, karena tidak ogsigen maka hanya di infus untuk di rujuk di Rumah Sakit Mempawah dan meninggal ketika di Rumah Sakit Antonius Pontianak. “Memang meninggal sudah kehendak Tuhan, tapi kalau saya melihat juga akibat kurangnya pertolongan pertama ketika di Puskesmas selama satu jam belum ada petugas yang merawat,” ungkap Syaiful yang juga anggota DPRD Landak periode 2009-2014 ini.
Menurut dia, karena sarana dan prasarana yang ada di Puskemas kurang memadahi, akibatnya petugas juga melayani pasien dengan apa adanya. Peristiwa ini bukan hanya cukup sekali, melainkan memang sudah sering, bahkan saat kasus korban penusukan yang terjadi di lokasi pasar malam beberapa hari lalu. Korban saat dibawa di rumah sakit di Pontianak, mendapat oksigen di Puskesmas sungai Pinyuh. “Mengapa di Puskesmas Mandor tidak dilengkapi, kita minta kepada Dinas Kesehatan Landak bisa membenahi Puskesmas Mandor baik dari segi manajemen dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas legislator Partai Gerindra ini.
Ia juga berharap, kepada Pemkab Landak melalui Dinas Kesehatan bisa memperhatikan pelayanan-pelayanan di Puskesmas yang ada di Landak, salah satunya di Kecamatan Mandor. “Khususnya dalam melayani pasien yang sudah sangat darurat, mereka harus cepat jangan dibiarkan,” tegas Syaiful legislator asal Kecamatan Mandor ini. (rie)
NGABANG. Pelayanan Puskesmas Mandor dianggap tidak memuaskan masyarakat. Bayangkan pasien korban kecelakaan lalu lintas sempat terlantar sekitar satu jam, akibatnya nyawanya tidak tertolong dan sempat dilarikan di Rumah Sakit Mempawah dan Pontianak. “Ponakan saya dan rekannya kecelakaan di Dusun Sumber Maju Desa Kerohok 22 September lalu tepat hari lebaran ke tiga. Satu meinggal ditempat dan satu dilarikan di Puskesmas Mandor, cuman satu jam menunggu di teras baru masuk ruang rawat,” beber Syaiful D seorang warga Kecamatan Mandor ketika melapor kepada Equator di Ngabang, Senin (5/10) kemarin.
Parahnya lagi, saat itu hampir dua jam ruang di Puskesmas tidak ada penerangan alias gelap gulita. Sementara ponakan dia masih terkapar, karena tidak ogsigen maka hanya di infus untuk di rujuk di Rumah Sakit Mempawah dan meninggal ketika di Rumah Sakit Antonius Pontianak. “Memang meninggal sudah kehendak Tuhan, tapi kalau saya melihat juga akibat kurangnya pertolongan pertama ketika di Puskesmas selama satu jam belum ada petugas yang merawat,” ungkap Syaiful yang juga anggota DPRD Landak periode 2009-2014 ini.
Menurut dia, karena sarana dan prasarana yang ada di Puskemas kurang memadahi, akibatnya petugas juga melayani pasien dengan apa adanya. Peristiwa ini bukan hanya cukup sekali, melainkan memang sudah sering, bahkan saat kasus korban penusukan yang terjadi di lokasi pasar malam beberapa hari lalu. Korban saat dibawa di rumah sakit di Pontianak, mendapat oksigen di Puskesmas sungai Pinyuh. “Mengapa di Puskesmas Mandor tidak dilengkapi, kita minta kepada Dinas Kesehatan Landak bisa membenahi Puskesmas Mandor baik dari segi manajemen dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas legislator Partai Gerindra ini.
Ia juga berharap, kepada Pemkab Landak melalui Dinas Kesehatan bisa memperhatikan pelayanan-pelayanan di Puskesmas yang ada di Landak, salah satunya di Kecamatan Mandor. “Khususnya dalam melayani pasien yang sudah sangat darurat, mereka harus cepat jangan dibiarkan,” tegas Syaiful legislator asal Kecamatan Mandor ini. (rie)
NGABANG. Sebanyak 49 calon jemaah haji (calhaj) asal Landak mengikuti manasik haji yang digelar Departeman Agama (Depag) bekerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak selama empat hari, dari 5 sampai 8 Oktober di Masjid Baitur Rahman Pulau Bendu Ngabang. Acara manasik langsung dibuka Bupati Landak diwakili Asisten I Setda Landak Drs Yohenas Meter di aula kantor Depag Landak, kemarin. “Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Landak mengucapkan selamat mengikuti manasik haji semoga calhaj menjadi haji yang mabrur,” ucap Yohanes dalam sambutannya.
Kepala Depag Landak H Mudjazie Bermawie mengatakan, manasik sangat penting, karena seluruh harus mengetahui ilmu pengetahuan tentang perhajian. Karena jangan sampai ketika melaksanakan rukun Islam kelima ini, banyak tidak paham. “Nanti yang wajib dianggap rukun atau sunah, dan sebaliknya. Kalau yang rukun tidak dilaksanakan maka ibadah haji secara hakiki tidak sah,” tegas Mudjazie.
Sementara laporan dari panitia, H Syamsul Bahri SAg MSi, kuota calhaj yang diberikan pemerintah pusat berjumlah 49 orang terdiri laki-laki 29 orang dan perempuan 20 orang. Sedangkan pemeteri dari Kepala Depag Landak H Mudjazie Bermawie, H. Ahmad Radaih dan dari Dinas Kesehatan Landak. “Lokasi teori manasik di masjid Baitur Rahman Pulau Bentu dan praktek seperti keliling ka’bah di pondok pesantren Nurul Islam Ngabang,” jelas Syamsul yang menjabat Kasi Urais dan Penyelengara Haji Depag Landak ini.
Ia menambahkan, calhaj Landak masuk dalam kelompok terbang (kloter) 21 yang terdiri dari Kabupaten Ketapang, Kayong Utara dan sebagian Kota Pontianak dan Landak. calhaj Landak akan berangkat dan dilepas oleh Bupati pada 11 November mendatang, menginap satu malam di Asrama Haji Pontianak, kemudian 12 November pagi terbang di Embarkasi Batam. “Kemudian tanggal 13 November terbang lagi di Arab Saudi. Sedangkan pulang di Indonesia 24 Desember sampai di Batam dan tangal 25 nya langsung Pontianak dan di kabupaten masing-masing,” terang Syamsul.(rie)
Kepala Depag Landak H Mudjazie Bermawie mengatakan, manasik sangat penting, karena seluruh harus mengetahui ilmu pengetahuan tentang perhajian. Karena jangan sampai ketika melaksanakan rukun Islam kelima ini, banyak tidak paham. “Nanti yang wajib dianggap rukun atau sunah, dan sebaliknya. Kalau yang rukun tidak dilaksanakan maka ibadah haji secara hakiki tidak sah,” tegas Mudjazie.
Sementara laporan dari panitia, H Syamsul Bahri SAg MSi, kuota calhaj yang diberikan pemerintah pusat berjumlah 49 orang terdiri laki-laki 29 orang dan perempuan 20 orang. Sedangkan pemeteri dari Kepala Depag Landak H Mudjazie Bermawie, H. Ahmad Radaih dan dari Dinas Kesehatan Landak. “Lokasi teori manasik di masjid Baitur Rahman Pulau Bentu dan praktek seperti keliling ka’bah di pondok pesantren Nurul Islam Ngabang,” jelas Syamsul yang menjabat Kasi Urais dan Penyelengara Haji Depag Landak ini.
Ia menambahkan, calhaj Landak masuk dalam kelompok terbang (kloter) 21 yang terdiri dari Kabupaten Ketapang, Kayong Utara dan sebagian Kota Pontianak dan Landak. calhaj Landak akan berangkat dan dilepas oleh Bupati pada 11 November mendatang, menginap satu malam di Asrama Haji Pontianak, kemudian 12 November pagi terbang di Embarkasi Batam. “Kemudian tanggal 13 November terbang lagi di Arab Saudi. Sedangkan pulang di Indonesia 24 Desember sampai di Batam dan tangal 25 nya langsung Pontianak dan di kabupaten masing-masing,” terang Syamsul.(rie)
jpg.jpg)
*Sumbangkan Anda Sangat Berarti
NGABANG. Bencana gempa dahsyat 7,6 skala richter di Padang Pariaman Sumatera Barat (Sumbar) menimbulkan keprihatinan mendalam. Itulah yang membuat siswa di SMKN I Ngabang mempunyai ide untuk melakukan penggalangan dana untuk korban gempa tersebut, Sabtu (3/10) di lingkungan sekolah dan pasar Kota Ngabang.
“Aksi solidaritas untuk penggalanagan dana ini adalah spontanitas dari para siswa kita dengan mengumpulkan dana antara mereka, lalu kita membantu sampai turun lapangan seperti di pasar Ngabang dengan membawa kotak sumbangan mendatangi pertokoan,”ungkap Stefanus, Wakil Ketua Kesiswaan SMKN I Ngabang usai menghitung hasil sumbangan yang disaksikan para siswa, dewan guru dan wartawan.
Aksi solidaritas siswa yang dilakukan jajaran Organisasi Batalion Siswa (OBS) berlangsung selama dua jam dari pukul 10.00 sampai 12.00 wib, mereka kembali lagi di sekolah. Uang yang terkumpul sebesar Rp.2.653.200,- rencana akan disalurkan kepada korban gempa di Padang melalui rekening pos-pos bantuan gempa. “Rencana, Senin (hari ini,red) akan kita tranfer langsung melalui Posko yang dibuka Ikatan Keluarga Besar Sumatera Barat (IKSB) Kalbar seperti yang dimuat di media cetak,” ungkap Stefanus.
Ia berharap, sumbangan dari masyarakat kendati jumlahnya kecil akan bermanfaat bagi korban gempa di Padang. Aksi ini sengaja dilakukan oleh SMKN I Ngabang karena melihat belum ada dari organisasi-organisasi sosial kemasyarakat di Ngabang ini melakukan aksi. “Mungkin masyarakat kita ingin menyumpang meskipun Rp.1000 atau Rp.2000 kalau dimellaui Bank kan terlalu gimana, tapi kalau ada posko pengumpul seperti ini, mereka akan terbantu dalam penyaluran. Karena berapa pun sumbangan anda akan sangat berarti mengatasi penderitaan sesama,” tukas Stefanus.
Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyalurkan sumbangannya. Pihak SMKN I Ngabang akan menyalurkan kepada korban gempa di Padang, dan memang kegiatan aksi solidaritas yang digelar hanya selama satu hari saja. Jika masih ada masyarakat Landak yang ingin mengulurkan tangan mungkin bisa menghubungi posko-posko lain. “Karena kita memang hanya spontanitas dalam aksi solidaritas untuk korban gempa DI Padang ini,” ujar Stefanus. (rie)
*Massa Datangi Mapolsek Mandor
MANDOR. Lokasi pasar malam di lapangan sepak bola Mandor Kabupaten, Kamis (1/10) sekitar pukul 02.00 dini hari mendadak tegang. Menyusul terjadi perkelahian hingga satu orang korban N. Neo, 45, mengalami luka tusukan. Pagi harinya massa mendatangi Maposek minta aktivitas pasar malam dihentikan. Insiden belum jelas pemicunya, pelaku penusuk sudah diamankan polisi.
Kapolres Landak AKBP Drs Toni EP Sinambela Msi melalui Kasat Reskrim AKP Hujra Soumena yang didampingi Kanit Reskrim Bripka Dahroni mengatakan, pelaku TT, 38 warga Desa Sebadu Kecamatan Mandor sudah diamankan, sedangkan satu pelaku lagi atas nama Ir warga Desa Pakumbang masih diburu.
Motif dari perkelahian belum begitu jelas. TT masih diperiksa intensif di Polres Landak. Sehingga belum bisa menetapkan pelaku sebagai tersangka. Kasus inipun masih ditangani Polsek Mandor.
TT yang merupakan panitia dari pasar malam ketika diperiksa polisi mengatakan saat itu ia melihat Ir yang kelihatan resek di lokasi pasar malam. Merasa panitia dari pasar malam tersebut, iapun lantas hendak menegur Ir. “Tiba-tiba datang Neo yang masih satu kampung dengan Ir yang kemungkinan hendak membela Ir. Mungkin karena TT sudah sakit hati dengan Ir, akhirnya pelaku langsung mengambil obeng di jok motornya dan hendak menghujamnya ke tubuh Ir,” ungkapnya.
Korban Neo langsung membawa ke Mapolsek Mandor dan selanjutnya berobat ke rumah sakit. Saat inipun korban masih dirawat intensif di RSUD Soedarso. Sedangkan pelaku langsung diamankan. “Namun Ir masih dalam pengejaran polisi,” terangnya.
Ia meminta kepada masyarakat supaya tidak main hakim sendiri dalam menyikapi kasus tersebut. Apalagi satu pelaku sudah diamankan polisi. “Percayakan penyelesaian kasus ini kepada kami. Untuk saat inipun situasi dan kondisi Kamtibmas di Mandor sudah aman terkendali. Apalagi satu peleton Dalmas Polres Landak dan ditambah lagi anggota dari Polsek Sengah Temila dan Polsek Mandor sendiri diterjunkan untuk mengamankan lokasi kejadian,”himbau dia.
*Warga Minta Pasar Malam Ditutup
Ratusan warga Pak Kumbang Kecamatan Sompak mendatang Mapolsek Mandor, Kamis ( 1/10 ) pukul 10 pagi kemarin. Mereka datang menggunakan satu buah mobil truk tertutup dan puluhan lain nya menggunakan sepeda motor. Mereka langsung di sambut Muspika setempat dan di adakan dialog di ruang Bina Mitra Polsek Mandor.
Kami datang minta kegiatan pasar malam yang diadakan sejak 14 Agustus lalu harus ditutup. Akibat pasar malam sehingga terjadi perkelahian menggunakan senjata tajam dan menyebabkan (Neo) warga kami masuk rumah sakit. Kami datang untuk menyelesaikan masalah agar pelakunya diproses secara hukum dan panitia pasar malam juga harus bertanggung jawab atas kejadian pada malam Kamis sekitar pukul 02.00 subuh kata Tondo warga desa Pak Kumbang
Camat Mandor Marius Baneng SE menjelaskan kegiatan pasar malam sudah bukan tanggung jawab panitia Bupati Cup, sesuai dengan izin kegiatan turnamen Bupati Cup itu hanya di beri batas waktu dari pukul 13.00 sampai 17.30 sore. sedangkan untuk kegiatan pasar malam kami Muspika sangat setuju kalau di tutup. Karena akan merusak generasi muda terutama anak sekolah dan perempuan yang selalu jadi korban.
Sementara IPDA Alexander Aban Kapolsek Mandor mengatakan kami sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan kades bagaimana mengatasi kegiatan pasar malam itu, tapi dengan kejadian ini kami akan memproses siapa pelaku dan semua panitia akan kami proses sesuai dengan aturan, untuk sementara pelaku penusukan sudah langsung kami kirim di Polres Landak dan yang sakit juga sudah di rujuk ke rumah sakit Pontianak kata Aban.
Terpisah, Bupati Landak DR Drs Adrianus Asia Sidot MSi diminta komentar terkait insiden ini mengatakan, dirinya sudah menegaskan pada saat pembukaan Sepak Bola Bupati Cup ke V di Mandor, kegiatan Bupati Cup hanya sebatas pagar lapangan bola dan sampai pukul 17.30 sore, jadi diluar pagar itu bukan kegiatan Bupati Cup. “Jadi memang kegiatannya dari pukul 14.00 siang, kegiatan berlangsung didalam lapangangan dibatasi oleh pagar. Itu sudah saya tegaskan dengan lantang, dengan nyaring, dengan keras saat pembukaan Bupati Cup. Jadi kalau ada perkelahian yang berujung akibat kegiatan diluar Bupati Cup bukan tanggungjawab saya,” ungkapnya seraya mengatakan tanggung jawab masing-masing karena rakyat seperti itu oknum-oknum (rie)
*4 Fraksi Utuh dan 2 Gabungan
NGABANG. Enam fraksi di DPRD Landak periode 2009-2014 resmi terbentuk dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Sementara Mohzai SP didampingi Wakil Ketua Sementara Klemen Apui Sip, Kamis (1/10) kemarin. Empat fraksi utuh yakni Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), Fraksi Partai Golongan Karya (F-Partai Golkar), Fraksi Partai Demokrat (F-Demokrat), Fraksi Partai Demokrasi Pembaruan (F-PDP). Sedangkan dua fraksi gabuangan yakni Fraksi Anugrah dan Fraksi Rakyat Bersatu.
Ketua DPRD Sementara Mohzai mengatakan, setelah pembentukan fraksi, maka agenda selanjutnya akan membentukan kelengkapan lembaga lainnya seperti Komisi-komisi, Badan Musyawarah (Banmus), Badan Legislasi (Banleg), Badan Anggaran (Ban-Ang) dan lainnya. “Jadi, nantinya masing-masing fraksi akan mengutus dalam pembentukan kelengkapan dewan,” kata Mohzai kepada wartawan usai sidang, kemarin.
Selanjutnya , setelah kelengkapan DPRD sudah terbentuk, seluruh anggota DPRD yang sudah dilantik masa jabatan 2009-2014 ini akan di ‘kirim’ mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Tugas Pokok Dan Fungsi (Tupoksi) di Jakarta. “Rencana agendanya tanggal 7-10 bulan ini,” tukas Mohzai legislator PDIP ini.
Adapun struktur fraksi-fraksi DPRD Landak yang sudah dibentuk yakni, F-PDIP terdiri Bernadinus Maryadi (Ketua), M.Yanto Mardino S.Sos (Sekretaris), Evi Yuvenalis (Bendahara), Mohzai SP, Heri Saman SH Mh dan Efdi (anggota). F-Golkar terdiri Adrianus Yanto Nunus SH MH (Ketua), Drs Petrus Mi’on (Sekretaris), Klemen Apui Sip, Catarina Yuliati SP dan Lipinus S.Sos (anggota). F-Demokrat terdiri Syahdan Anggoi S.Sos (Ketua), Sabinus (Sekretaris), Yohanes (Bendahara), Markus Amid STh MDiv (anggota) dan Joni (anggota) dari Partai PIB. F-PDP terdiri, Sarius (Ketua), Sabirin (Sekretaris) dari Partai PKB, Moch Aslan SH(Bendahara) dari PPP, kemudian anggota-anggota Maria Depinawati, Simson Umar dari PDP sendiri dan Herwan dari Partai Indonesia Sejahtera. F-Rakyat Bersatu terdiri Sabinus (Ketua) dari Partai Gerindra, Yoseph Bosman (Sekretaris) dari Partai RepublikaN, Victorius (Bendahara) dari Partai Barnas, Lamri (Wakil Ketua) dari PPD dan anggota Siyus SPd MM dari PNBKI, Danile Amero dari PDK dan Saiful D dari Gerindra. F-Anugrah terdiri Kasnem SSn (Ketua) dari PPRN, Lorianto (Sekretaris) dari PDS, Cendra Sunardi (Bendahara) dari Hanura dan anggota Yonas ST dari PPPI, Anjiu dari PKPI. (rie)
NGABANG. Enam fraksi di DPRD Landak periode 2009-2014 resmi terbentuk dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Sementara Mohzai SP didampingi Wakil Ketua Sementara Klemen Apui Sip, Kamis (1/10) kemarin. Empat fraksi utuh yakni Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), Fraksi Partai Golongan Karya (F-Partai Golkar), Fraksi Partai Demokrat (F-Demokrat), Fraksi Partai Demokrasi Pembaruan (F-PDP). Sedangkan dua fraksi gabuangan yakni Fraksi Anugrah dan Fraksi Rakyat Bersatu.
Ketua DPRD Sementara Mohzai mengatakan, setelah pembentukan fraksi, maka agenda selanjutnya akan membentukan kelengkapan lembaga lainnya seperti Komisi-komisi, Badan Musyawarah (Banmus), Badan Legislasi (Banleg), Badan Anggaran (Ban-Ang) dan lainnya. “Jadi, nantinya masing-masing fraksi akan mengutus dalam pembentukan kelengkapan dewan,” kata Mohzai kepada wartawan usai sidang, kemarin.
Selanjutnya , setelah kelengkapan DPRD sudah terbentuk, seluruh anggota DPRD yang sudah dilantik masa jabatan 2009-2014 ini akan di ‘kirim’ mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Tugas Pokok Dan Fungsi (Tupoksi) di Jakarta. “Rencana agendanya tanggal 7-10 bulan ini,” tukas Mohzai legislator PDIP ini.
Adapun struktur fraksi-fraksi DPRD Landak yang sudah dibentuk yakni, F-PDIP terdiri Bernadinus Maryadi (Ketua), M.Yanto Mardino S.Sos (Sekretaris), Evi Yuvenalis (Bendahara), Mohzai SP, Heri Saman SH Mh dan Efdi (anggota). F-Golkar terdiri Adrianus Yanto Nunus SH MH (Ketua), Drs Petrus Mi’on (Sekretaris), Klemen Apui Sip, Catarina Yuliati SP dan Lipinus S.Sos (anggota). F-Demokrat terdiri Syahdan Anggoi S.Sos (Ketua), Sabinus (Sekretaris), Yohanes (Bendahara), Markus Amid STh MDiv (anggota) dan Joni (anggota) dari Partai PIB. F-PDP terdiri, Sarius (Ketua), Sabirin (Sekretaris) dari Partai PKB, Moch Aslan SH(Bendahara) dari PPP, kemudian anggota-anggota Maria Depinawati, Simson Umar dari PDP sendiri dan Herwan dari Partai Indonesia Sejahtera. F-Rakyat Bersatu terdiri Sabinus (Ketua) dari Partai Gerindra, Yoseph Bosman (Sekretaris) dari Partai RepublikaN, Victorius (Bendahara) dari Partai Barnas, Lamri (Wakil Ketua) dari PPD dan anggota Siyus SPd MM dari PNBKI, Danile Amero dari PDK dan Saiful D dari Gerindra. F-Anugrah terdiri Kasnem SSn (Ketua) dari PPRN, Lorianto (Sekretaris) dari PDS, Cendra Sunardi (Bendahara) dari Hanura dan anggota Yonas ST dari PPPI, Anjiu dari PKPI. (rie)
*Korban Sempat Lihat ‘Burung’ Tegang
MANDOR. Sungguh biadap! Itulah ucapan yang layak ditujukan kepada Ws alias Bl, 64, warga Dusun Lian Sipi Kecamatan Mandor, kakek yang sudah bau tanah ini tega menggoyang, Bunga, 12, bocah kelas enam SD yang notabenenya masih tetangganya sendiri, jebol perawannya sejak November 2008 silam.
Kapolsek Mandor IPDA Alexander Aban melalui Kanit Reskrim Bripka Dahroni mengatakan, terjadi pemerkosaan yang di lakukan tersangka Ws terhadap Bunga, baru terungkap setelah ibu korban menemukan surat cinta dari tersangka tertanggal 17 Agustus 2009 lalu. “Inti suratnya bilang sayang, aku mau memberi uang dan ketemu di rumah tempat kita melakukan perbuatan suami istri dulu,” ungkap Aban.
Ibu korban langsung melapor kejadian itu di Mapolsek Mandor, hasil pengakuan tersangka kejadiannya sejak November dan Desember 2008 yang lalu. Keduanya sama-sama mengakui melakukan perbuatan tersebut. Tersangkapun mengaku perbuatannya dua kali ia lakukan dengan tidak memaksa.
Tapi pengakuan korban sebelum melakukan pemerkosaan, November 2008, korban minta air minum dengan tersangka dan setelah minum air itu dia merasa aneh, pandangannya melihat tersangka seperti masih muda. “Kadang rasa suka kadang benci, dan tersangka langsung menarik saya ke dalam rumah dan kemudian saya di tarik di dalam kamar, dia janji mau beri uang, tapi langsung membuka baju dan celana dalam saya. Saya berusaha menolaknya tapi tidak mampu karena tenaganya lebih kuat,” ungkap Bunga.
Bunga tak berdaya mau teriak langsung mulutnya di tutup dengan tangannya. Dia (tersangka,red) langsung membuka baju dan celana Bunga dan dibaringkan dan menindih. Bunga sempat melihat kemaluan kakek itu tegang, kemudian kemaluan nya di masukan ke dalam kemaluannya. Di masukan ke dalam kemudian di tarik sambil di goyang entah berapa lama, di lakukannya sehingga di tarik kemaluanya sampai keluar air maninya. Setelah itu dia langsung pakai baju dan celana, sayapun pakai baju dan celana, saya mau pulang dan dia memberi uang Rp 10.000. “Saya bilang tak usah nanti wak perempuan marah,” ucap Bunga sambil meringis kesakitan.
Sedangkan untuk yang kedua kalinya Desember 2008, pada saat Bunga habis mandi lewat depan rumahnya dan ia di ajak di dalam hutan dengan cara menarik tangan kanan saya. Saya melawan dan saya pukul tangannya tapi tidak apa-apa. Lalu baju dan celana dalam saya di buka dan saya di baringkan, dia langsung menindih dan memasukan kemaluannya di dalam kemaluan saya, naik turun entah berapa lama di tarik kemaluanya dan air maninya keluar. “Saya berusaha berteriak tapi mulut saya di tutup, setelah itu saya bilang wak jangan ngacau saya lagi nanti istri wak marah, dia bilang istri wak tidak ada di rumah dan kamu mau ngak nikah dengan wak, saya bilang ndak mau dan saya pakai celana dan baju langsung pulang duluan ke rumah,” ungkapnya. (rie)
MANDOR. Sungguh biadap! Itulah ucapan yang layak ditujukan kepada Ws alias Bl, 64, warga Dusun Lian Sipi Kecamatan Mandor, kakek yang sudah bau tanah ini tega menggoyang, Bunga, 12, bocah kelas enam SD yang notabenenya masih tetangganya sendiri, jebol perawannya sejak November 2008 silam.
Kapolsek Mandor IPDA Alexander Aban melalui Kanit Reskrim Bripka Dahroni mengatakan, terjadi pemerkosaan yang di lakukan tersangka Ws terhadap Bunga, baru terungkap setelah ibu korban menemukan surat cinta dari tersangka tertanggal 17 Agustus 2009 lalu. “Inti suratnya bilang sayang, aku mau memberi uang dan ketemu di rumah tempat kita melakukan perbuatan suami istri dulu,” ungkap Aban.
Ibu korban langsung melapor kejadian itu di Mapolsek Mandor, hasil pengakuan tersangka kejadiannya sejak November dan Desember 2008 yang lalu. Keduanya sama-sama mengakui melakukan perbuatan tersebut. Tersangkapun mengaku perbuatannya dua kali ia lakukan dengan tidak memaksa.
Tapi pengakuan korban sebelum melakukan pemerkosaan, November 2008, korban minta air minum dengan tersangka dan setelah minum air itu dia merasa aneh, pandangannya melihat tersangka seperti masih muda. “Kadang rasa suka kadang benci, dan tersangka langsung menarik saya ke dalam rumah dan kemudian saya di tarik di dalam kamar, dia janji mau beri uang, tapi langsung membuka baju dan celana dalam saya. Saya berusaha menolaknya tapi tidak mampu karena tenaganya lebih kuat,” ungkap Bunga.
Bunga tak berdaya mau teriak langsung mulutnya di tutup dengan tangannya. Dia (tersangka,red) langsung membuka baju dan celana Bunga dan dibaringkan dan menindih. Bunga sempat melihat kemaluan kakek itu tegang, kemudian kemaluan nya di masukan ke dalam kemaluannya. Di masukan ke dalam kemudian di tarik sambil di goyang entah berapa lama, di lakukannya sehingga di tarik kemaluanya sampai keluar air maninya. Setelah itu dia langsung pakai baju dan celana, sayapun pakai baju dan celana, saya mau pulang dan dia memberi uang Rp 10.000. “Saya bilang tak usah nanti wak perempuan marah,” ucap Bunga sambil meringis kesakitan.
Sedangkan untuk yang kedua kalinya Desember 2008, pada saat Bunga habis mandi lewat depan rumahnya dan ia di ajak di dalam hutan dengan cara menarik tangan kanan saya. Saya melawan dan saya pukul tangannya tapi tidak apa-apa. Lalu baju dan celana dalam saya di buka dan saya di baringkan, dia langsung menindih dan memasukan kemaluannya di dalam kemaluan saya, naik turun entah berapa lama di tarik kemaluanya dan air maninya keluar. “Saya berusaha berteriak tapi mulut saya di tutup, setelah itu saya bilang wak jangan ngacau saya lagi nanti istri wak marah, dia bilang istri wak tidak ada di rumah dan kamu mau ngak nikah dengan wak, saya bilang ndak mau dan saya pakai celana dan baju langsung pulang duluan ke rumah,” ungkapnya. (rie)