*Jakius: Saya Sekarang Berfikir untuk Kalbar

Ngabang, Equator
Tepat tanggal 14 Januari 2009 lalu, Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH melantik pejabat eselon II untuk mengisi jabatan SOPD Kalbar, salah satunya Ir. Jakius Sinyor Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Landak mendapat amanah untuk menduduki Kepala Dinas PU Kalbar. Pria yang akrab dipanggil Jak ini mengaku, selain merasa bangga pastinya jabatan tersebut sebuah tantangan besar bagi dirinya. “Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada pak Gubernur yang memberikan kepercayaan saya dengan jabatan baru Kadis PU Kalbar. Ini merupakan suatu amanah dan tantangan besar buat saya,” ujar Jakius ketika dimintai komentar wartawan disela-sela saat ia berkemas di kantor Dinas PU Landak, Jumat (16/1).
Jakius mulai aktif di Dinas PU Provinsi, Senin (19/1) hari ini. Menurutnya, selama ini dirinya berkerja untuk 13 kecamatan yang ada di Landak, sekarang harus bekerja dan berfikir untuk 14 kabupaten/kota yang ada di Kalbar ini. Karena ada rambu-rambu yang mengatur soal kewenangan antara kabupaten dan provinsi. “Sekarang saya mulai berfikir untuk Kalbar bukan Landak saja,” ujarnya.
Jakius juga sekilas bercerita, selama tugas di Kabupaten Landak, yang sudah tiga kali duduk di kepala dinas, pertama Dinas Kimbangwil, Dinas Perhubungan dan Dinas PU selama 4 tahun dan sekarang menjadi Kadis PU Kalbar yang mana dari eselon II b dipromisikan eselon IIa. “Tugas di Landak ini banyak pengalaman dan kenangan tersendiri, apalagi kabupaten baru tentu semua serba kekurangan,” ucap Jakius.
Adapun pembangunan fisik yang terkesan adalah pembangunan kantor DPRD Landak yang pertama kali dan waktu itu dianggap gedung paling megah dengan menelan dana sekitar Rp.8 miliar masih menggunakan APBD Kabupaten Pontianak (Mempawah) dan selesai tahun 2002-2003. “Nah dalam pembangunan kantor DPRD tersebut sangat banyak masalah-masalah sosial yang harus diselesaikan,” cerita Jakius yang mulai menjadi CPNS tahun 1989 ini.
Lebih lanjut Jakius mengungkapkan, setelah pertama pembangunan gedung wakil rakyat yang berdiri, dilanjutkan pembangunan kantor-kantor strategis seperti Bappeda, Kimpraswil, Dispenda dan lainnya hingga paling besar Kantor Bupati dan tahun ini dalam tahap pembangunan kantor Dinas Kesehatan dan Perindagkop serta juga RSUD Landak. “Kemudian proyek besar yakni stadion olahraga yang diprogramkan dua tahun anggaran ini sudah dimulai dengan simbolis pak Bupati membuka lahan tanggal 12 Januari lalu. Rencana stadion ini, pada Mei tahun 2010 untuk lokasi kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kalbar,” ungkap Jakius.
Ia menambahkan, selain proyek Cipta Karya, juga sejumlah proyek Bina Marga seperti jalan dan jembatan juga banyak dibangun. Untuk 2007-2008 sudah dibangun jambatan kerangka baja Mungguk dengan panjang 110 meter. Selanjutnya tahun 2009 ini juga ditargetkan rampung jembatan Kuala Behe panjang 10 meter dan jembatan Serimbu panjang 12 meter. “Mdah-mudahan pertengahan tahun ini kalau tidak ada halangan sudah rampung,” ujar Jakius.
Jakius juga berharap karena tahun ini telah dibangun proyek yang berat yakni stadion olahraga, maka kepada pengganti Kadis PU Landak mendatang agar pekerjaan ini tepat waktu sesuai yang direncanakan, karena anggaran sudah disediakan mencapai Rp.18 miliar lebih. “Untuk stadion, kita berharap kepada pengganti Kadis PU, saya juga belum tahu siapa karena itu kewenangan bupati. Jangan sampai waktu tertunda lagi karena dana sudah disiapkan tahun 2008-2009 program multiyears,” tukasnya. (rie)
*20 November Sidang Perdana di PN Mempawah

Ngabang, Equator
Berkas kasus korupsi dana pengadaan bibit sawit dari APBD Landak tahun 2005-2006 yang menyeret Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Landak, Kj dan pelaksana proyek Direktur CV. Chana Graha Jaya, SS, Kamis (6/11) pekan lalu Kejaksanaan Negeri (Kejari) Ngabang sudah melimpahkan di Pengadilan Negeri (PN) Mempawah untuk disidangkan.
“Berkas sudah kita limpahkan, menurut informasi dari Ketua PN Mempawah, pihaknya sudah membentuk Majelis hakim, jadi sudah ditetapkan sidang pertama tanggal 20 November untuk dengan dua tersangka Kj dan SS,” ungkap Kajari Ngabang SR Nasution SH MH kepada wartawan di kantornya, Jumat (14/11) kemarin.
Proses penggarapan kasus korupsi ini memang lumayan lama sekitar dari Mei 2008 lalu saat ini baru dilimpahkan di Pengadilan. Menurut Nasution, alasannya karena bukan hanya proses di Kejaksanaan yang membuat lama, melainkan juga menunggu hasil audit dari BPKP untuk menentukan jumlah kerugian uang negara. “Masalah berapa jumlah kerugian, nanti saja di pengadilan,” ujar Nasution yang tak mau menyebutkan jumlah kerugian.
Menurut dia, proses sidang di PN Mempawah ada beberapa tahap, untuk pertama merupakan surat dakwaan, kemudian dilanjutkan tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang nantinya untuk memanggil saksi-saksi dalam kasus tersebut. “Jadi, sidang bisa sampai tiga kali,” ujar Nasution singkat.
Diberitakan sebelumnya, kasus korupsi pengadaan bibit sawit untuk Dusun Singkut Buluh Desa Rabak Kecamatan Sengah Temila ini memang sempat menjadi polemik di Kabupaten Landak. Berawal berdasarkan laporan masyarakat yang diterima Kejari Ngabang. Adapun jumlah bibit sawit di lokasi tersebut 19500 batang dengan luas lahan 150 hektare, pagu dana Rp. 293 juta sumber dari APBD Landak tahun 2005-2006. Sedangkan yang ditetapkan tersangka yakni Kj selaku pengguna anggaran dan SS penyedia bibit sawit.
Saat itu pula masyarakat Dusun Singkut Buluh Desa Rabak Sengah Temila (lokasi penyaluran bibit sawit,red) juga tiba-tiba angkat bicara, dengan melayangkan pres rilis di Equator yang disampaikan Sokandi SAg selaku Sekretaris Kelompok Tani. “Kami masyarakat setempat sangat berterima kasih kepada pemerintah Landak khususnya Dinas Hutbun yang telah bersedia memberikan kami bibit kepala sawit yang sudah kami tanam di tahun 2005 lalu,” katanya.
Menurutnya, perkebunan sawit di daerahnya seluas 111,5 hektare dan bibit yang sudah di tempat lokasi tersebut kurang lebih 16.279 batang, dalam proses tumbuhnya sawit sudah tumbuh dengan subur. Bahkan sudah ada yang mengeluarkan buah awal, dan lahan yang digarap tersebut berasal dari 39 kepala keluarga yang bersedia menyiapkan lahan tidur (lahan kosong,red) untuk ditanami sawit. “Kehadiran kelapa sawit di tempat kami tidak ada unsur paksaan dari pihak pemerintah maupun pengusaha. Kebun sawit itu memang sudah lama kami harapkan mengingat di daerah kami masih luas lahan belum produktif,” kata Sokandi. (rie)
*Jumlah Koleksi 10.229 Buku

Ngabang, Equator
Minat baca dan haus informasi masyarakat Kabupaten Landak mulai terlihat dengan membeludaknya jumlah pengunjung Perpustakaan Daerah (Perpusda). Itu terlihat sejak diresmikan Perpusda pada September 2008 hingga saat ini mencapai 400 orang pengunjung dengan mendekati 100 orang anggota.
“Sejak diresmikan sampai hari ini (kemarin,red) sekitar 400 pengunjung. Jadi tidak benar kalau dikabarkan hanya 4 sampai 5 orang saja pengunjung tiap hari,” kata Yohanes Ngalai seorang Staf Perpustakaan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Landak ditemui Equator saat sibuk di ruang Perpustakaan, Senin (10/11) kemarin.
Menurutnya, dari jumlah pengunjung dan anggota perpustakaan terdiri dari unsur pelajar mulai tingkat SD, SMP dan SMP, kemudian mahasiswa, PNS, TNI dan masyarakat umum yang ada di Kabupaten Landak ini. Untuk kalangan mahasiswa mereka berasal dari beberapa perguruan atau sekolah tinggi yang ada di Landak ini seperti Setia Arastamar Ngabang, Universitas AKI, Universitas Terbuka (UT) dan tugas belajar kebidanaan. “Jadi memang sangat banyak jumlah pengunjung kita,” ujar Ngalai.
Ngalai mengungkapkan, hingga saat ini jumlah koleksi buku di Perpusda Landak ini terdiri 10.229 buah dengan 2.479 judul buku. Diharapkan dengan jumlah koleksi yang ada saat ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang memang memelukan bahan baik untuk referensi maupun tugas-tugas belajar mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi serta untuk pengetahuan masyarakat umum. “Kita hanya berharap pengunjung dapat puas atas pelayanan kami, dengan jumlah buka mungkin masih dikatakan terbatas,” ujar Ngalai.
Ngalai mengharapkan bagi yang ingin menjadi anggota Perpusda Landak dipersilahkan untuk mendaftar. Adapun syarat menjadi anggota antara lain menyerahkan foto kopi identitas serta menunjukan yang asli, menyerahkan fas foto ukuran 2x3 sebanyak dua lembar dan 3x4 satu lembar dan mengisi formulir yang telah disediakan oleh pihak perpustakaan. “Sedangkan hak dan kewajiban anggota dan pengunjung, mereka berhak memperoleh pelayanan yang sebaik-baiknya. Kemudian anggota dan pengunjung juga wajib mentatati peraturan perpustakaan daerah Kabupaten Landak ini,” tegas Ngalai.
Sedangakan jam buka perpustakaan untuk Senin-Kamis pukul 08.00 sampai 16.00 istirahat pukul 12.00 sampai 13.00 dan Jumat jam buka pukul 08.00 sampai 11.00 wib. “Masalah alamat perpustakaan pastinya juga perlu diketahui untuk sementara ini masih menggunakan eks aula kantor bupati di jalan Pangeran Cinata Ngabang,” tandas Ngalai. (rie)
*Bupati Pimpin Upacara Hari Pahlawan 2008

Ngabang, Equator
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak berjanji akan memperhatikan tempat-tempat bersejarah yang ada di Kabupaten Landak ini. Pastinya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Apalagi saat ini negara sedang mengalami krisis, jadi anggaran mesti di hemat. “Untuk tempat-tempat bersejarah itu disesuaikan keuangan daerah kita, paling tidak kita jaga agar tidak kehilangan momen,”ungkap Bupati Landak DR Drs Adrianus Asia Sidot Msi kepada wartawan usai upacara Hari Pahlawan di halaman kantor bupati, Senin (10/11) kemarin.
Upacara yang diikuti Sekda Drs Ludis MSi, Muspida, dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sedangkan peserta terdiri TNI/POLRI para PNS, pelajar SMP dan SMA berjalan lancar dan khidmat.
Menurut Adrianus, saat ini saja Pemkab Landak sudah memperhatikan tugu Geram (tugu sejarah) terletak di persimpangan depan rumah dinas bupati Desa Hilir Tengah Ngabang yang sedang di rehabilitasi untuk di perindah.
“Saya juga punya cita-cita untuk memperindah taman makam pahlawan di Sidas, tapi anggaran tahun ini juga masih terbatas, mungkin pada kesepmatan tahun berikutnya,” ujar Adrianus.
Sedangkan terkait makna peringatan hari pahlawan, merupakan
suatu moment yang paling baik untuk membekali siapun dia, mulai dari birokrat, aparat penegak hukum, pelajar, masyarakat dengan semangat patriotisme. Apalagi negara saat ini dalam kondisi krisis, sehingga semangat pengorbanan betul ditutut, terutama di jajaran birokrat. “Kita berkorban untuk kepentingan masyarakat, jadi jangan dihitung untung rugi dalam pelaksanaan tugas. Karana birokrat atau pegawai negeri adalah panggilan untuk melayani masyarakat melanjutkan cita-cita pahlawan agar tetap memelihara kecintaan tanah air. Kalau itu dimiliki para birokrat saya percaya negeri ini akan pulih dari krisis,” tegas Adrianus.
Sementara itu amanah tertulis Menteri Sosial H. Bachtiar Chamsyah, SE yang dibacakan bupati selaku inspektur upacara pagi kemarin menegaskan, Semangat dan nilai kepahlawanan yang ditunjukkan dalam pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya 63 silam hendaknya dapat dipetik hikmahnya dan dapat menjadi inspirasi untuk mengatasi berbagai masalah bangsa, seperti masalah kemiskinan, pengangguran, kesehatan, pendidikan, narkoba, konflik atau kerusuhan antar warga, ancaman gerakan separatis yang dapat mengarah pada gejala disintegrasi bangsa ataupun masalah lain yang melibatkan hubungan dengan negara lain dan sebagainya.
“Masalah tersebut diatas tentunya memerlukan penanganan yang serius dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun menjadi tanggung jawab segenap elemen bangsa. Dengan menghayati dan mengamalkan nilai kepahlawanan, sebagaimana yang telah ditunjukan para pejuang bangsa, maka setidaknya kita dapat mengurangi atau mengatasi permasalahan bangsa,” papar Adrianus.
Namun disadari semua itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, memerlukan proses panjang dan memerlukan kesadaran agar memiliki kepedulian yang tinggi, untuk menolong sesama yang memiliki kekurangan atau yang membutuhkan. Apabila semangat dan nilai kepahlawanan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari diri sendiri dan lingkungan yang terkecil. “Maka bukan hal yang mustahil, kedepan dapat mengatasi berbagai permasalahan bangsa yang menghadang dan dapat menjadi bangsa yang besar, bangsa yang maju, yang dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” tendasnya. Usai upacara Bupati, Muspida dan kepala-kepala SKPD melanjutkan ziarah di Makam Pahlawan Landak persisnya di depan Mapolres Landak. (rie)
*Tunggakan Rp.3,5 M Jadi Rp.2,8 M

Ngabang, Equator
Sejak digelar operasi tim penertiban tunggakan (Pentung) rekening listrik, 13 sampai 31 Oktober 2008 lalu sudah dapat merealisasikan penekanan tunggakan PT. PLN Ranting Ngabang dari Rp.3,5 miliar menjadi Rp.2,840 miliar. “Penurunan Rp.0,65 miliar di dapat dari operasi dua titik, yakni unit Darit dan Ngabang yang tunggakan sebelum operasi diatas Rp.1 miliar,” kata Koordinator Tim H. Anwarsyah, SE dalam press realise yang disampaikan kepada Equator, kemarin.
Sedangkan unit lainnya, yakni Pahauman, Senakin dan Serimbu belum tersentuh oleh tim, mengingat terbatasnya personil yang cendrung memperbesar angka tunggakan ini disebabkan karena kurang aktifnya petugas setempat melaksanakan penagihan tunggakan. “Dari hasil evaluasi unit Ngabang sebesar Rp.431 juta dan unit Darit Tp.219 juta penekanan tunggakan berkisar 40 % dari target yang ditentukan, diharapkan tutup buku tahun 2008 tunggakan rekening di Ranting Ngabang dibawah angka Rp.2 miliar,” ungkap mantan Manajer Ranting Mempawah ini.
Menurut dia, dalam operasi Pentung bekerja sama dengan Muspika setempat khususnya di unit-unit pedalaman. Pekerjaan penagihan harus dilaksanakan secara kontinyu dan dengan pengawasan dari manajemen yang up to date. Adapun kendala yang dihadapi tim adalah akurasi pembacaan meter dan pemasangan baru tanpa meter yang dilaksanakan oleh oknum. “Serta gangguan padam dan pelayanan pengaduan yang tidak diselesaikan dengan baik oleh petugas setempat, sehingga pelanggan enggan melunasi rekening listrik dalam rangka untuk mencapai target yang ditentukan,” katanya.
Anwar mengungkapkan, tim operasi Pentung ini beranggotakan pegawai PLN Cabang Pontianak AR. Gunawan, Sulaiman, Ruslan, Chairudin dan Markus Adi, Mulyadi yang dikenal dengan pak Mul, Cs. Pelaksana Tusbung Ranting Ngabang yang sudah bergerak mulai September dengan Tim Cabang Pontianak yang bergerak di Kota Ngabang dan sekitarnya yang menjadi barometer daerah lain.
“Untuk di wilayah Kabupaten Landak diharapkan masyarakat, pejabat dan Pemerintah Daerah tidak menunggak pembayaran rekening listrik supaya listriknya tidak dilakukan pemutusan seperti yang sudah dilakukan di Pasar Rakyat Ngabang dan pelanggan lainnya,”ungkapnya.
Ia tambahkan, dalam rangka pelaksanaan penagihan ini, tim memberikan penjelasan atau sosialisasi secara langsung kepada pelanggan masalah yang menyebabkan terjadi tunggakan dan masalah lainnya sehingga pelanggan dapat mengerti dan memahami kondisi yang dialami perusahaan negara ini akibat terbatasnya anggaran. “Personil dan kondisi Alam yang sangat dominan terjadi gangguan aliran listrik dan tinggi biaya subsidi yang diberikan PLN kepada pelanggan akibat HPP (Harga Pokok Produksi) yang dikarenakan melambungnya harga BBM atau solar dan merosotnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika,”urainya.
Sementara PH. Manajer Ranting Ngabang Iskandar Murad mengatakan, dengan adanya tim dari Cabang Pontianak pihaknya sangat terbantu dalam rangka program penurunan tunggakan tahun 2008. “Karena selama tahun ini belum pernah menunjukan angka penurunan malah sebaliknya terus meroket,” ujar dia.
Ia juga berharapkan unit termotivasi untuk menekan tunggakan secara kontinyu dan mandiri dimasa yang akan datang dan kami menghimbau kepada pelanggan tidak menitipkan pembayaran kepada oknum sebaiknya pelanggan langsung datang ke loket pembayaran dan langsung menerima bukti pelunasan pembayaran.
“Kemudian juga permohonan pasang baru dapat langsung datang di loket PT. PLN, karena akhir-akhir ini banyak pengaduan masyarakat sehingga PLN Cabang Pontianak menurunkan tim penertiban pemakaian listrik di unit Pahauman dan Senakin untuk menindak lanjuti pengaduan masalah tersebut dan akan dilanjutnya pada unit-unit lainnya,” tandasnya. (rie)
*Digelar Remas Babul Hafadzah-Harian Equator

Ngabang, Equator
Untuk menyemarakan Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1430 H pada Desember 2008 mendatang, Remaja Masjid (Remas) Babul Hafadzah Ngabang menggandeng Harian Equator Biro Landak akan menggelar lomba sampan bidar antar club se Kabupaten Landak serta mengundang luar kabupaten terdekat.
“Rencana kegiatan akan kita gelar pada Minggu terakhir bulan Desember 2008, terbuka untuk club di Kabupaten Landak, juga akan mengundang dari Kabupaten Sanggau, Sekadau dan Mempawah,” kata Ketua Panitia Pelaksana M Bakri Ali didampingi Sekretarisnya Jasmin Haris, saat rapat baru-baru ini.
Menurutnya, dasar dari kegiatan ini bermua adanya pertemuan internal masjid dan pengurus, selanjutnya dibentuklah pantia kerja sama dengan Harian Equator Biro Landak. Kemudian menindaklanjuti program Masjid babul Hafadzah Pasar Jati Ngabang, tentang hubungan kemasyaratan. “Sehingga ada keinginan untuk mengagendakan bahwa lomba sampan bidar lebih kental di masyarakat dan agenda pasriwisata masyarakat melayu khususnya dan Landak pada umumnya,” ungkap Bakri Ali.
Sedangkan tujuan kegiatan ini diantaranya mencari bibit atlit dayung yang handal, adanya keinginan untuk mempromosikan lomba sampan bidar di masyarakat Kabupaten Landak, merangsang tim-tim dayung di daerah yang handal. “Serta untuk menumbuhkan dan meingkatkan rasa persatuan serta kekeluargaan dan untuk menghindari anak-anak muda terhindar dari ancaman narkoba,” ujar Bakri Ali.
Ia tambahkan, kegiatan lomba sampan bidar dengan mengusung tema ‘ melalui lomba sampan bidar kita angkat harkat dan derajat marwah melayu dalam mengisi pembangunan bangsa dan negeri’ rencana acara digelar di sepanjang sungai Landak dari daerah Pesayangan sampai Tanjung. “Untuk waktu pelaksamaam sekitar Minggu terakhir Desember mendatang,” ujar Bakri Ali.
Untuk itu kepada club-club sampan bidar yang berminat untuk mengikuti kegiatan ini mulai sekarang sudah dibuka pendaftaran dan bisa menghubungi contak person M Bakri Ali HP.081345942189, Jasmin Haris HP.085654504107 atau datang di sekretariat panitia Toko Alam Raya Ngabang dan Kantor Biro Harian Equator Landak. (rie)
Ngabang, Equator
Hasil pertanian yang menjadi kebanggaan Kabupaten Landak selain padi, rupanya untuk komoditi jagung saat ini juga g diincar oleh dua investor dari Jakarta yakni PT. Gapura dan PT. Comexindo International. Itu dibuktikan mereka sudah melakukan peninjauan lapangan terhadap areal yang akan dijadikan perkebunan jagung. “Komoditi jagung ini akan terus kita kembangkan, karena mengingat potensi yang tersedia, animo masyarakat dan terlebih lagi peningkatan penggunaan dari ada jagung sebagai bahan bakar alternatif, juga untuk kebutuhan bahan pangan ternak,” kata Kepala Dinas Pertanian Landak Ir Pa’du Palimbong kepada Equator, belum lama ini.
Menurut ia, pengembangan komoditi tanaman pangan seperti jagung memang merupakan kebijakan dari Pemkab Landak. Buktinya bupati Dr Drs Adrianus Asia Sidot Msi menyatakan bahwa Desa Tunang merupakan salah satu pusat pengembangan komoditi jagung, disamping kecamatan lain. Konsekwensi daripada pernyataan bupati itu, Pemkab Landakpun selalu mengkomunikasikannya dengan pihak investor. “Sampai sekarang sudah dua investor yang berminat untuk menanamkan investasinya dibidang perkebunan jagung,” ujar Pa’du.
Pa’du mengatakan, beberapa bulan lalu PT. Gapura juga sudah mengadakan peninjauan lapangan terhadap areal yang akan dijadikan perkebunan jagung. Tapi hasil peninjauan itu belum dilaporkan. Sementara itu PT. Comexindo International juga sudah meminta kepada Bupati Landak untuk pecadangan lahan pengembangan jagung seluas 10.000 sampai 20.000 hektare. Sedangkan pola yang akan digunakan tergantung dari kesepakatan antara perusahaan dan masyarakat, apakah menggunakan pola inti atau pola plasma. Tapi yang jelas tetap akan memakai pola kemitraan. “Kalau PT. Gapura akan tetap memakai pola kemitraan. Jadi dia bisa memiliki inti, tapi juga membantu pengembangan jagung langsung kepada masyarakat melalui kemitraan. Dengan demikian lahan-lahan petani tetap milik petani yang dibantu dengan teknologi penanaman dan saprodi. Kemudian hasilnya nanti bisa dibeli oleh perusahaan. Sedangkan PT. Comexindo International juga memerlukan lahan inti,”ungkapnya.
Pa’du juga merasa yakin kalau kedua perusahaan itu bisa menjadi mitra masyarakat dengan membantu dan membina masyarakat melalui komoditi tanaman jagung. Alasanya, komoditi jagung ini termasuk perkebunan tanaman pangan dengan luas areal yang cukup besar, dalam waktu dekat ini Distan Landak akan merencanakan pertemuan dengan instansi terkait, seperti Bappeda, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Landak, Dishutbun Landak dan Perindagkop.
“Dalam pertemuan itu nantinya kita akan membahas kemungkinan pengerahan lahan yang perlu disurvei oleh kedua perusahaan itu,”ujarnya. (rie)
Copyright © 2009 www.harianequatorlandak.blogspot.com. All Rights Reserved. by Templates Jaring Borneo