*4 Fraksi Utuh dan 2 Gabungan
NGABANG. Enam fraksi di DPRD Landak periode 2009-2014 resmi terbentuk dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Sementara Mohzai SP didampingi Wakil Ketua Sementara Klemen Apui Sip, Kamis (1/10) kemarin. Empat fraksi utuh yakni Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), Fraksi Partai Golongan Karya (F-Partai Golkar), Fraksi Partai Demokrat (F-Demokrat), Fraksi Partai Demokrasi Pembaruan (F-PDP). Sedangkan dua fraksi gabuangan yakni Fraksi Anugrah dan Fraksi Rakyat Bersatu.
Ketua DPRD Sementara Mohzai mengatakan, setelah pembentukan fraksi, maka agenda selanjutnya akan membentukan kelengkapan lembaga lainnya seperti Komisi-komisi, Badan Musyawarah (Banmus), Badan Legislasi (Banleg), Badan Anggaran (Ban-Ang) dan lainnya. “Jadi, nantinya masing-masing fraksi akan mengutus dalam pembentukan kelengkapan dewan,” kata Mohzai kepada wartawan usai sidang, kemarin.
Selanjutnya , setelah kelengkapan DPRD sudah terbentuk, seluruh anggota DPRD yang sudah dilantik masa jabatan 2009-2014 ini akan di ‘kirim’ mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Tugas Pokok Dan Fungsi (Tupoksi) di Jakarta. “Rencana agendanya tanggal 7-10 bulan ini,” tukas Mohzai legislator PDIP ini.
Adapun struktur fraksi-fraksi DPRD Landak yang sudah dibentuk yakni, F-PDIP terdiri Bernadinus Maryadi (Ketua), M.Yanto Mardino S.Sos (Sekretaris), Evi Yuvenalis (Bendahara), Mohzai SP, Heri Saman SH Mh dan Efdi (anggota). F-Golkar terdiri Adrianus Yanto Nunus SH MH (Ketua), Drs Petrus Mi’on (Sekretaris), Klemen Apui Sip, Catarina Yuliati SP dan Lipinus S.Sos (anggota). F-Demokrat terdiri Syahdan Anggoi S.Sos (Ketua), Sabinus (Sekretaris), Yohanes (Bendahara), Markus Amid STh MDiv (anggota) dan Joni (anggota) dari Partai PIB. F-PDP terdiri, Sarius (Ketua), Sabirin (Sekretaris) dari Partai PKB, Moch Aslan SH(Bendahara) dari PPP, kemudian anggota-anggota Maria Depinawati, Simson Umar dari PDP sendiri dan Herwan dari Partai Indonesia Sejahtera. F-Rakyat Bersatu terdiri Sabinus (Ketua) dari Partai Gerindra, Yoseph Bosman (Sekretaris) dari Partai RepublikaN, Victorius (Bendahara) dari Partai Barnas, Lamri (Wakil Ketua) dari PPD dan anggota Siyus SPd MM dari PNBKI, Danile Amero dari PDK dan Saiful D dari Gerindra. F-Anugrah terdiri Kasnem SSn (Ketua) dari PPRN, Lorianto (Sekretaris) dari PDS, Cendra Sunardi (Bendahara) dari Hanura dan anggota Yonas ST dari PPPI, Anjiu dari PKPI. (rie)
*Korban Sempat Lihat ‘Burung’ Tegang
MANDOR. Sungguh biadap! Itulah ucapan yang layak ditujukan kepada Ws alias Bl, 64, warga Dusun Lian Sipi Kecamatan Mandor, kakek yang sudah bau tanah ini tega menggoyang, Bunga, 12, bocah kelas enam SD yang notabenenya masih tetangganya sendiri, jebol perawannya sejak November 2008 silam.
Kapolsek Mandor IPDA Alexander Aban melalui Kanit Reskrim Bripka Dahroni mengatakan, terjadi pemerkosaan yang di lakukan tersangka Ws terhadap Bunga, baru terungkap setelah ibu korban menemukan surat cinta dari tersangka tertanggal 17 Agustus 2009 lalu. “Inti suratnya bilang sayang, aku mau memberi uang dan ketemu di rumah tempat kita melakukan perbuatan suami istri dulu,” ungkap Aban.
Ibu korban langsung melapor kejadian itu di Mapolsek Mandor, hasil pengakuan tersangka kejadiannya sejak November dan Desember 2008 yang lalu. Keduanya sama-sama mengakui melakukan perbuatan tersebut. Tersangkapun mengaku perbuatannya dua kali ia lakukan dengan tidak memaksa.
Tapi pengakuan korban sebelum melakukan pemerkosaan, November 2008, korban minta air minum dengan tersangka dan setelah minum air itu dia merasa aneh, pandangannya melihat tersangka seperti masih muda. “Kadang rasa suka kadang benci, dan tersangka langsung menarik saya ke dalam rumah dan kemudian saya di tarik di dalam kamar, dia janji mau beri uang, tapi langsung membuka baju dan celana dalam saya. Saya berusaha menolaknya tapi tidak mampu karena tenaganya lebih kuat,” ungkap Bunga.
Bunga tak berdaya mau teriak langsung mulutnya di tutup dengan tangannya. Dia (tersangka,red) langsung membuka baju dan celana Bunga dan dibaringkan dan menindih. Bunga sempat melihat kemaluan kakek itu tegang, kemudian kemaluan nya di masukan ke dalam kemaluannya. Di masukan ke dalam kemudian di tarik sambil di goyang entah berapa lama, di lakukannya sehingga di tarik kemaluanya sampai keluar air maninya. Setelah itu dia langsung pakai baju dan celana, sayapun pakai baju dan celana, saya mau pulang dan dia memberi uang Rp 10.000. “Saya bilang tak usah nanti wak perempuan marah,” ucap Bunga sambil meringis kesakitan.
Sedangkan untuk yang kedua kalinya Desember 2008, pada saat Bunga habis mandi lewat depan rumahnya dan ia di ajak di dalam hutan dengan cara menarik tangan kanan saya. Saya melawan dan saya pukul tangannya tapi tidak apa-apa. Lalu baju dan celana dalam saya di buka dan saya di baringkan, dia langsung menindih dan memasukan kemaluannya di dalam kemaluan saya, naik turun entah berapa lama di tarik kemaluanya dan air maninya keluar. “Saya berusaha berteriak tapi mulut saya di tutup, setelah itu saya bilang wak jangan ngacau saya lagi nanti istri wak marah, dia bilang istri wak tidak ada di rumah dan kamu mau ngak nikah dengan wak, saya bilang ndak mau dan saya pakai celana dan baju langsung pulang duluan ke rumah,” ungkapnya. (rie)
MANDOR. Sungguh biadap! Itulah ucapan yang layak ditujukan kepada Ws alias Bl, 64, warga Dusun Lian Sipi Kecamatan Mandor, kakek yang sudah bau tanah ini tega menggoyang, Bunga, 12, bocah kelas enam SD yang notabenenya masih tetangganya sendiri, jebol perawannya sejak November 2008 silam.
Kapolsek Mandor IPDA Alexander Aban melalui Kanit Reskrim Bripka Dahroni mengatakan, terjadi pemerkosaan yang di lakukan tersangka Ws terhadap Bunga, baru terungkap setelah ibu korban menemukan surat cinta dari tersangka tertanggal 17 Agustus 2009 lalu. “Inti suratnya bilang sayang, aku mau memberi uang dan ketemu di rumah tempat kita melakukan perbuatan suami istri dulu,” ungkap Aban.
Ibu korban langsung melapor kejadian itu di Mapolsek Mandor, hasil pengakuan tersangka kejadiannya sejak November dan Desember 2008 yang lalu. Keduanya sama-sama mengakui melakukan perbuatan tersebut. Tersangkapun mengaku perbuatannya dua kali ia lakukan dengan tidak memaksa.
Tapi pengakuan korban sebelum melakukan pemerkosaan, November 2008, korban minta air minum dengan tersangka dan setelah minum air itu dia merasa aneh, pandangannya melihat tersangka seperti masih muda. “Kadang rasa suka kadang benci, dan tersangka langsung menarik saya ke dalam rumah dan kemudian saya di tarik di dalam kamar, dia janji mau beri uang, tapi langsung membuka baju dan celana dalam saya. Saya berusaha menolaknya tapi tidak mampu karena tenaganya lebih kuat,” ungkap Bunga.
Bunga tak berdaya mau teriak langsung mulutnya di tutup dengan tangannya. Dia (tersangka,red) langsung membuka baju dan celana Bunga dan dibaringkan dan menindih. Bunga sempat melihat kemaluan kakek itu tegang, kemudian kemaluan nya di masukan ke dalam kemaluannya. Di masukan ke dalam kemudian di tarik sambil di goyang entah berapa lama, di lakukannya sehingga di tarik kemaluanya sampai keluar air maninya. Setelah itu dia langsung pakai baju dan celana, sayapun pakai baju dan celana, saya mau pulang dan dia memberi uang Rp 10.000. “Saya bilang tak usah nanti wak perempuan marah,” ucap Bunga sambil meringis kesakitan.
Sedangkan untuk yang kedua kalinya Desember 2008, pada saat Bunga habis mandi lewat depan rumahnya dan ia di ajak di dalam hutan dengan cara menarik tangan kanan saya. Saya melawan dan saya pukul tangannya tapi tidak apa-apa. Lalu baju dan celana dalam saya di buka dan saya di baringkan, dia langsung menindih dan memasukan kemaluannya di dalam kemaluan saya, naik turun entah berapa lama di tarik kemaluanya dan air maninya keluar. “Saya berusaha berteriak tapi mulut saya di tutup, setelah itu saya bilang wak jangan ngacau saya lagi nanti istri wak marah, dia bilang istri wak tidak ada di rumah dan kamu mau ngak nikah dengan wak, saya bilang ndak mau dan saya pakai celana dan baju langsung pulang duluan ke rumah,” ungkapnya. (rie)
*Mohzai Ketua Sementara
NGABANG. Pelantikan anggota DPRD Landak periode 2009-2014 oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Mempawah Maringan Marpaung SH MH dalam rapat paripurna istimewa DPRD Landak, Senin (28/9) berlangsung khidmat. Dari 35 orang, satu diantaranta dari PDI Perjuangan ditunda karena belum selesai administrasi pencalegan.
Acara pelantikan yang difasilitasi sekretariat DPRD tersebut dimulai pukul 10.00 hingga selesai. Suasana lokasi pelantikan dijaga ketat oleh jajaran Polres Landak, setiap tamu undangan yang akan masuk diperiksa petugas mulai dari isi tas dan jaket. Pihak keluarga dan simpatisan disiapkan di bawah gedung dengan tenda, karena satu undangan hanya untuk dua orang yakni dewan yang akan dilantik didampingi istri atau suaminya masing-masing. Adapun rangkaian acara diantaranya, pembukaan rapat oleh ketua DPRD masa jabatan 2004-2009 dilanjutkan pembacaan keputusan Gubernur Kalbar atas nama Presiden bagi anggota DPRD Landak masa jabatan 2009-2014 oleh Sekretaris DPRD Drs Asuardi Daris MM. Kemudian pengucapan sumpah dan janji yang dipandu Ketua PN Mempawah dan dilanjutkan penandatangan berita acara. Selanjutnya sekretaris DPRD mengumumkan pimpinan sementara berdasarkan aturan yang ada yakni, sebagai Ketua DPRD sementara atas nama Mohzai SP dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Wakil Ketua atas nama Klemen Apui SIP dari Partai Golongan Karya (Golkar) dan dilangsungkan penyerahan pimpiinan sementara secara simbolis dengan penyerahan palu sidang.
Wakil Gubernur Kalbar Drs.Christiandy Sanjaya, SE MM dalam sambutannya, DPRD yang memiliki hubungan kerja dengan sifat kemitraan, memilik kedudukan yang sama dan sejajar dalam arti tidak saling membawahi. Hubungan mitra kerja dalam menjalankan kebijakan daerah sesuai kewenangan masing-masing. “Harus menjalin hubungan yang harmonis,”katanya.
Selanjutnya, DPRD sebagai lembaga keterwakilan di daerah memiliki hak yang berupa interpelasi, angket dan penyatakan pendapat. Untuk hak interpelasi untuk meminta keterangan kepada kepala daerah mengenai pelaksanaan kebijakan bagi kehidupan daerah dan bangsa. Sedangkan sebagai tindak lanjut yang disampikan kepala derah, DPRD bisa melakukan hak angket untuk melakukan penelitian terhadap pelaksanaan kebijakan daerah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan masyarakat. “Nah hasil penelitian yang dimaksusd, DPRD untuk menyatakan pendapat terhadap pelaksanaan kebijakan daerah yang penting dan strategis yang berdampak luas pada kehidupan masyarakat,” tukas Christiandy.
Hadir dalam acara pelantikan, Bupati DR Drs Adrianus Asia Sidot MSi, Wakil Bupati Agustinus Sukiman SH, Sekda Drs Ludis MSi, para asisten dan kepala dinas/instansi, Kapolres AKBP Drs Tony Ep Sinambela Msi, Kajari Ngabang SR Nasution SH MH, Kepala Rutan Landak Muhammad Susanni MSi dan sejumlah undangan lainnya. (rie)
*Aspirasikan Suara Rakyat dan Selalu Ingat Tuhan
NGABANG. Usai acara pengambilan sumpah dan janji anggota DPRD Landak periode 2009-2014 dilanjutkan acara tambahan yakni pemberian penghargaan Rakyat Award 2009 dari Aliansi Reporter Landak (ARL) kepada wakil rakyat dengan tiga kategori yaitu, suara figur terbanyak per daerah pemilihan, suara lintas partai politik terbanyak dan anggota dewan terpilih tiga periode.
Untuk suara figur terbanyak diraih Anjiu, Heri Saman SH MH, Simson Umar dan Markus Amid STh MDiv, piagam dan bingkisan diserahkan oleh Wakil Gubernur Kalbar Drs.Christiandy Sanjaya, SE MM. Kemudian untuk suara figur lintas partai politik diraih Markus Amid STh MDiv dan Heri Saman SH MH piagam diserahkan oleh Bupati Landak DR Drs Adrianus Asia Sidot MSi, dan terakhir anggota dewan yang terpilih tiga periode yakni Klemen Apui Sip, Markus Amid STh MDiv dan Adrianus Yanto Nunus SH MH, piagam diserahkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Mempawah Maringan Marpaung SH MH.
Menurut Ketua ARL, Heri Irawan SP, pemberian Rakyat Award ini sudah yang kedua kalinya, tahun 2004 lalu juga kita berikan kepada para wakil rakyat yang masuk kategori ini. Ia berharap wakil rakyat ini harus terlepas dari kepentingan golongan atau parpol dan harus senantiasa berkonsentrasi terhadap tanggung jawabnya. Dengan kata lain, seorang wakil rakyat yang terpilih harus memusatkan diri terhadap tugasnya. Seterusnya seorang wakil rakyat adalah pemimpin yang harus dapat melihat potensi yang ada pada dirinya sendiri dan lingkungan masyarakat. Potensi diri dapat dimunculkan salah satunya melalui keteladanan. “Pada akhirnya, seluruh potensi yang ada dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Dan seharusnya seorang wakil rakyat sebagai orang yang dipilih untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Kabupaten Landak harus tahu dan paham tentang tugas dan kewajibannya,” ungkapnya.
Adapun jajaran pengurus ARL yakni yakni Heri Irawan (Ketua), Kundori (Sekretaris), Devi Zulkarnain (Bendahara) dan sejumlah anggotanya, Ya’ Syahdan, Sartiman, Agus Budianto, Tajudin dan Anton. (rie)
*Guru Agama Minta Diakomodir
NGABANG. Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak membuka formasi CPNS sebanyak 264 orang. Untuk guru saja mencapai 150 orang dan kapan mulai seleksi CPNS? Pemkab masih menunggu pengumuman dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan). “Guru agama seperti Katolik, Protestan dan Islam dapat semua kita usulkan, khusus untuk guru saja kita siapkan formasi 150 orang dari jumlah kuota 264 yang kita terima dari Menpan,”ungkap Bupati Landak DR Drs Adrianus Asia Sidot MSi kepada wartawan ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/9) kemarin.
Ia mengatakan, selain tenaga kependidikan, juga dibuka formasi untuk tenaga kesehatan seperti bidan dan dokter sampai penyuluh pertanian semua diajukan dalam untuk tahun ini. Termasuk formasi supir dari lulusan SMA, hanya saja tidak disetujui Menpan karena minimal diploma dua (D-II). “Soal waktu kapan mulai penerimaan CPNS, masih menunggu jadwal dari Menpan, maunya kita sich lebih cepat,” ujar mantan Kadis Pendidikan Landak ini.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Landak Marcos Lahiran, S.Sos mengatakan, untuk pengumuman penerimaan CPNS memang jika dilihat jadwal dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pada September ini, tapi antara BKN dan Menpan sudah menjadwalkan antara akhir September dan awal Oktober akan diumumkan penerimaan CPNS. “Kita masuk dalam satu regional yang meliputi DKI Jakarta, Provinsi Lampung dan Kalbar yang terdiri 68 kabupaten dan kota semua serentak tahun ini menerimaan CPNS,” jelas Marcos.
Untuk formasi di Landak sendiri untuk tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, tenaga teknis umum, sekretaris desa dan tenaga honorer yang diangkat penjadi CPNS. “Sedangkan untuk guru agama juga akan dibuka kendati jumlah formasinya sedikit, karena secara bertahap,” ujar Marcos.
*Guru Agama Minta Diprioritaskan
Anggota DPRD Landak Markus Amid STh MDiv juga menyuarakan aspirasi para guru agama yang selama ini pernah unjuk rasa di DPRD Landak yang meminta diangkat menjadi CPNS. Karena selama ini Pemkab dan Depag Landak jarang membuka formasi untuk guru agama tersebut.
“Mengingat bulan Oktober akan ada penerimaan CPNS, saya meminta Pemkab Landak dapat memperhatikan aspirasu masyarakat, terhadap para honorer guru agama yang selama beberapa tahun penerimaan guru agama Kristen selalu mendapat porsi yang hampir tidak ada,” beber legislator Partai Demokrat ini.
Padahal, setahu ia baik Pemkab maupun Depag, guru agama Kristen baik Katolik terlebih Protestan selalu tidak mendapat formasi yang baik paling tinggi hanya dua orang per tahunnya. “Kami sudah ke Menpan, dan tahu bahwa formasi berdasarkan usulan dari Pemkab, Menoan hanya menyiapkan jatah formasi tetapi yang menentukan dibagi untuk apa itu berdasarkan usulan Pemkab. Saya meminya formasi tahun ini harus dapat menyiapkan untuk guru agama secara signifikan. Itu berarti guru agama sangat penting untuk menunjang pembangunan di Landak ini, berdosa apabila guru agama dianaktirikan,
tegas Markus Amid. (rie)
NGABANG. Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak membuka formasi CPNS sebanyak 264 orang. Untuk guru saja mencapai 150 orang dan kapan mulai seleksi CPNS? Pemkab masih menunggu pengumuman dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan). “Guru agama seperti Katolik, Protestan dan Islam dapat semua kita usulkan, khusus untuk guru saja kita siapkan formasi 150 orang dari jumlah kuota 264 yang kita terima dari Menpan,”ungkap Bupati Landak DR Drs Adrianus Asia Sidot MSi kepada wartawan ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/9) kemarin.
Ia mengatakan, selain tenaga kependidikan, juga dibuka formasi untuk tenaga kesehatan seperti bidan dan dokter sampai penyuluh pertanian semua diajukan dalam untuk tahun ini. Termasuk formasi supir dari lulusan SMA, hanya saja tidak disetujui Menpan karena minimal diploma dua (D-II). “Soal waktu kapan mulai penerimaan CPNS, masih menunggu jadwal dari Menpan, maunya kita sich lebih cepat,” ujar mantan Kadis Pendidikan Landak ini.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Landak Marcos Lahiran, S.Sos mengatakan, untuk pengumuman penerimaan CPNS memang jika dilihat jadwal dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pada September ini, tapi antara BKN dan Menpan sudah menjadwalkan antara akhir September dan awal Oktober akan diumumkan penerimaan CPNS. “Kita masuk dalam satu regional yang meliputi DKI Jakarta, Provinsi Lampung dan Kalbar yang terdiri 68 kabupaten dan kota semua serentak tahun ini menerimaan CPNS,” jelas Marcos.
Untuk formasi di Landak sendiri untuk tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, tenaga teknis umum, sekretaris desa dan tenaga honorer yang diangkat penjadi CPNS. “Sedangkan untuk guru agama juga akan dibuka kendati jumlah formasinya sedikit, karena secara bertahap,” ujar Marcos.
*Guru Agama Minta Diprioritaskan
Anggota DPRD Landak Markus Amid STh MDiv juga menyuarakan aspirasi para guru agama yang selama ini pernah unjuk rasa di DPRD Landak yang meminta diangkat menjadi CPNS. Karena selama ini Pemkab dan Depag Landak jarang membuka formasi untuk guru agama tersebut.
“Mengingat bulan Oktober akan ada penerimaan CPNS, saya meminta Pemkab Landak dapat memperhatikan aspirasu masyarakat, terhadap para honorer guru agama yang selama beberapa tahun penerimaan guru agama Kristen selalu mendapat porsi yang hampir tidak ada,” beber legislator Partai Demokrat ini.
Padahal, setahu ia baik Pemkab maupun Depag, guru agama Kristen baik Katolik terlebih Protestan selalu tidak mendapat formasi yang baik paling tinggi hanya dua orang per tahunnya. “Kami sudah ke Menpan, dan tahu bahwa formasi berdasarkan usulan dari Pemkab, Menoan hanya menyiapkan jatah formasi tetapi yang menentukan dibagi untuk apa itu berdasarkan usulan Pemkab. Saya meminya formasi tahun ini harus dapat menyiapkan untuk guru agama secara signifikan. Itu berarti guru agama sangat penting untuk menunjang pembangunan di Landak ini, berdosa apabila guru agama dianaktirikan,
tegas Markus Amid. (rie)
*Pisah Sambut DPRD Landak Meriah
NGABANG. Aksi demontrasi atau unjuk rasa penyampaian aspirasi yang dilakukan masyarakat di gedung DPRD Landak selama ini, rupanya sempat membuat anggota DPRD merasa was-was dengan detak jantung berdebar-berdebar. “Kadang-kadang mental kita tak siap menerima pendemo, jantung terasa kuat detaknya tapi semua dewan ada keterangan dari dokter masalah kesehatannya,” ungkap Minsen SH Ketua DPRD Landak saat penyampaian pesan dan kesan dalam acara pisah sambut dan ramah tamah anggota DPRD Landak periode 2004-2009 dan periode 2009-2014 yang difasilitasi sekretariat DPRD di ruang sidang Kamis (14/9) kemarin.
Acara tersebut berlangsung meriah, kendati dewan yang akan berakhir masa jabatannya tidak hadir semua, sementara anggota dewan baru yang akan dilantik 28 September mendatang juga tak hadir semua, mereka yang hadir tampak dengan wajah ceria dan semangat duduk di kursi bersama undangan lainnya. Hadir Bupati DR Drs Adrianus Asia Sidot Msi, Wakil Bupati Agustinus Sukiman SH, Sekda Drs Ludis MSi, Kapolres AKBP Drs Tony Ep Sinambela Msi, Danyon Komandan Yon (Danyon) Armed 16/105 Tarik Ngabang Letkol Moch. Erwansjah SIp.para kepala dinas/instansi di lingkungan Pemkab Landak dan undangan lainnya.
Menurut Minsen yang terpilih menjadi DPRD Provinsi Kalbar ini, masyarakat memang mempunyai hak untuk mennyampaikan aspirasinya, sedangkan sebagai wakil rakyat pastinya menyerap dan menampung aspirasi mereka, maka dari itu ia berpesan kepada dewan periode berikutnya jalankan aspirasi rakyat dengan sistem yang ada. “Kemudian kepada masyarakat jika ingin berdemo boleh saja, tapi harus ada pemberitahuan sebelumnya baik kepada lembaga yang dituju maupun aparat keamanan yakni Polres,” ungkap Minsen yang juga Ketua PDIP Landak ini.
Sementara Klemen Apui SIP mewakili sambutan dewan periode 2009-2014 hanya berpesan kepada dewan yang naik pangkat yakni terpilih menjadi legiskatif di Provinsi Kalbar agar bisa memperhatikan Landak yang bisa menunjang percepatan pembangunan ke depan. “Mudah-mudahan Landak semakin ada kemajuan,” ujarnya singkat.
Bupati Landak DR Drs Adrianus Asia Sidot MSi dalam sambutannya, selama ini kadang memang antara eksekutif dan legislatif tak sejalan pikirannya tapi hal ini salah satu keindahan dalam demokrasi. DPRD sebagai mitra atau rekan sekerja, maka sejajar tidak ada yang siapa di atas. “Lembaga ini menurut penilaian saya sudah berada di masing-masing tugas pokoknya, legislatif yang sudah menelurkan Perda baik prakarsa maupun pengajuan eksekutif yang dibahasa bersama, ini semua untuk melengkapi, kabupaten Landak sebagai institusi pemerintah yang sah yang berlandasan kepada hukum,” ungkap Adrianus.
Menurut dia, tanpa Perda, semua daerah tak bisa disebut dengan otonom. Karena otonomi antara lain di tandai lahirnya dengan peraturan daerah yang mengatur kehidupan, baik berbangsa maupun bernegara. Yakni yang mengatur bagaimana prilaku eksekutif sebagai pemegang kekuasaan dan bagaimana prilaku legislatif sebagai legislator serta bagaimana prilaku masyarakat. “Masyarakat itu salah satu elemen penting, tanpa rakyat tak ada negara,” tegas Adrianus. (rie)
NGABANG. Aksi demontrasi atau unjuk rasa penyampaian aspirasi yang dilakukan masyarakat di gedung DPRD Landak selama ini, rupanya sempat membuat anggota DPRD merasa was-was dengan detak jantung berdebar-berdebar. “Kadang-kadang mental kita tak siap menerima pendemo, jantung terasa kuat detaknya tapi semua dewan ada keterangan dari dokter masalah kesehatannya,” ungkap Minsen SH Ketua DPRD Landak saat penyampaian pesan dan kesan dalam acara pisah sambut dan ramah tamah anggota DPRD Landak periode 2004-2009 dan periode 2009-2014 yang difasilitasi sekretariat DPRD di ruang sidang Kamis (14/9) kemarin.
Acara tersebut berlangsung meriah, kendati dewan yang akan berakhir masa jabatannya tidak hadir semua, sementara anggota dewan baru yang akan dilantik 28 September mendatang juga tak hadir semua, mereka yang hadir tampak dengan wajah ceria dan semangat duduk di kursi bersama undangan lainnya. Hadir Bupati DR Drs Adrianus Asia Sidot Msi, Wakil Bupati Agustinus Sukiman SH, Sekda Drs Ludis MSi, Kapolres AKBP Drs Tony Ep Sinambela Msi, Danyon Komandan Yon (Danyon) Armed 16/105 Tarik Ngabang Letkol Moch. Erwansjah SIp.para kepala dinas/instansi di lingkungan Pemkab Landak dan undangan lainnya.
Menurut Minsen yang terpilih menjadi DPRD Provinsi Kalbar ini, masyarakat memang mempunyai hak untuk mennyampaikan aspirasinya, sedangkan sebagai wakil rakyat pastinya menyerap dan menampung aspirasi mereka, maka dari itu ia berpesan kepada dewan periode berikutnya jalankan aspirasi rakyat dengan sistem yang ada. “Kemudian kepada masyarakat jika ingin berdemo boleh saja, tapi harus ada pemberitahuan sebelumnya baik kepada lembaga yang dituju maupun aparat keamanan yakni Polres,” ungkap Minsen yang juga Ketua PDIP Landak ini.
Sementara Klemen Apui SIP mewakili sambutan dewan periode 2009-2014 hanya berpesan kepada dewan yang naik pangkat yakni terpilih menjadi legiskatif di Provinsi Kalbar agar bisa memperhatikan Landak yang bisa menunjang percepatan pembangunan ke depan. “Mudah-mudahan Landak semakin ada kemajuan,” ujarnya singkat.
Bupati Landak DR Drs Adrianus Asia Sidot MSi dalam sambutannya, selama ini kadang memang antara eksekutif dan legislatif tak sejalan pikirannya tapi hal ini salah satu keindahan dalam demokrasi. DPRD sebagai mitra atau rekan sekerja, maka sejajar tidak ada yang siapa di atas. “Lembaga ini menurut penilaian saya sudah berada di masing-masing tugas pokoknya, legislatif yang sudah menelurkan Perda baik prakarsa maupun pengajuan eksekutif yang dibahasa bersama, ini semua untuk melengkapi, kabupaten Landak sebagai institusi pemerintah yang sah yang berlandasan kepada hukum,” ungkap Adrianus.
Menurut dia, tanpa Perda, semua daerah tak bisa disebut dengan otonom. Karena otonomi antara lain di tandai lahirnya dengan peraturan daerah yang mengatur kehidupan, baik berbangsa maupun bernegara. Yakni yang mengatur bagaimana prilaku eksekutif sebagai pemegang kekuasaan dan bagaimana prilaku legislatif sebagai legislator serta bagaimana prilaku masyarakat. “Masyarakat itu salah satu elemen penting, tanpa rakyat tak ada negara,” tegas Adrianus. (rie)
PERATURAN Daerah (Perda) Landak yang berhasil ditelurkan DPRD Landak periode 2004-2009 baik prakarsa maupun dari eksekutif berjumlah 64 Perda. Untuk tahun 2005 ada 9 perda, 2006 ada 13 perda, 2007 ada 12 perda, 2008 ada 18 perda dan 2009 ada 5 perda. “Tahun ini masih ada PR yang diharapkan bisa dilanjutkan oleh anggota dewan periode berikutnya yang didomisili orang baru, yakni sebanyak 25 orang dan 10 orang dewan lama,” ungkap Ketua DPRD Landak Minsen SH saat acara acara pisah sambut dan ramah tamah anggota DPRD Landak periode 2004-2009 dan periode 2009-2014, kemarin.
Menurut dia, Perda yang sudah ditelurkan memang masih banyak pihak yang berkepentingan khususnya bagi mereka yang masih awam, karena memang perlu di sosialisasikan kepada masyarakat sejumlah Perda yang sudah diterbitkan oleh Pemkab Landak. “Mudah-mudahan Perda yang sudah kita telurkan bermanfaat bagi semua pihak,” ujar Minsen. (rie)
Menurut dia, Perda yang sudah ditelurkan memang masih banyak pihak yang berkepentingan khususnya bagi mereka yang masih awam, karena memang perlu di sosialisasikan kepada masyarakat sejumlah Perda yang sudah diterbitkan oleh Pemkab Landak. “Mudah-mudahan Perda yang sudah kita telurkan bermanfaat bagi semua pihak,” ujar Minsen. (rie)