*Persediaan Uang Kecil Kurang

NGABANG. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1430H aktivitas di sejumlah Bank di Kota Ngabang meningkat. Kalau masyarakat banyak melakukan penarikan uang tunai sementara pedagang dan pengusaha lebih banyak memasukan uang.
“Jadi, perputaran uang meningkat, dan lebih tinggi pemasukan mencapai 20 persen. Sehingga kalau masyarakat melakukan penarikan, tapi pedagang malah memasukan uang lebih besar,” kata Mursalin, Kepala Bank Kalbar Cabang Ngabang dikonfirmasi di kantornya, kemarin.
Menurut dia, meningkatknya aktivitas di Bank menjelang lebaran ini terbukti, yang biasa tutup Bank pukul 14.30 sampai 16.00, tapi sekarang pegawai di Bank sampai pukul 18.00. sehingga hampir rata-rata karyawan tiap hari buka puasa di kantor.
“Memang kalau masyarakat banyak penarikan, tapi kalau pedagang mungkin pemasukan, secara umum meningkat, dan pemasukan lebih besar,” ujarnya.
Sedangkan untuk uang kecil, memang menjadi masalah juga karena tidak bisa menyiapkan sesuai permintaannya, banyak yang menukar di Bank selain dari masyarakat juga banyak dari toko-toko swalayan. Karena jumlah uang pecahan kecil sedikit, maka harus dibagi-bagi untuk keperluan pertokoan. “Pihaknya juga sudah minta di Bank Indonesia maupun Bank lain yang ada di Pontianak untuk pecahan uang kecil ini,”tukas Mursalin. (rie)
NGABANG. Keberadaan bagian humas dan protokol merupakan keharusan di suatu lembaga atau instansi pemerintah, baik fungsional maupun operasional. Peraturan Bupati Landak Nomor 10 tahun 2008 tentang tugas pokok, fungsi, struktur organisasi dan tata kerja sekretariat daerah Kabupaten Landak secara jelas mengatur tugas pokok bagian humas dan protokol. “Yaitu mengumpulkan bahan penyusun kebijakan dari program serta merumuskan petunjuk teknis serta membina hubungan dengan lembaga resmi dan masyarakat, dalam penyelenggaraan pengendalian urusan kehumasan, protokol dan perjalanan dinas, informasi dan publikasi serta operasional sandi dan komunikasi,” ungkap Wakil Bupati Landak Agustinus Sukiman SH, saat membuka acara Workshop Kehumasan dan Protokolan di lingkungan Pemkab Landak, Senin (14/9) di aula kantor bupati.
Ia menguraikan, melalui unit atau program kerja humas pemerintah dapat melaksanakan penyampaian informasi pembangunan, penjelasan mengenai kebijakan atau tindakan-tindakan tertentu serta kegiatan-kegiatan dalam melaksanakan kewajiban atau tugas dinas kepemerintahan. Adapun fungsi pokok humas pemerintah pada dasarnya diantaranya, mengamankan kebijakan dan program kerja pemerintah yang diwakilinya, memberikan pelayanan, menyebarluaskan pesan-pesan dan informasi mengenai kebijakan, hingga mampu mensosialisasikan program-program pembangunan, baik secara nasional maupun daerah kepada masyarakat. “Kemudian menjadi komunikator sekaligus mediator yang proaktif dalam upaya menjembatani kepentingan instansi pemerintah disatu pihak dan menampung aspirasi atau opini public (masyarakat), serta memperhatikan keinginan-keinginan masyarakat dilain pihak, berperan serta secara aktif dalam menciptakan iklim kondusif dan dinamis demi mengamankan stabilitas dan program pembangunan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” urai Sukiman.
Humas (public relation), baik secara langsung maupun tidak langsung sebagai sebuah lembaga memainkan peranan penting dalam terwujudnya pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik (good government) dilingkungan pemerintahan, yaitu accountability (akantabilitas), tranparancy (transparansi), openes (keterbukaan), rule of law (menjunjung tinggi supremasi hukum), management competence (kompetensi manajemen), human right (hak asasi manusia). “Hal ini sejalan dengan konteks reformasi pemerintahan yang sedang berjalan dewasa ini di Indonesia, dimana terjadi perubahan paradigma dari pemerintah (government) mejadi kepemerintahan (government) sebagai wujud interaksi social politik antara pemerintah dengan masyarakat dalam menghadapi berbagai permasalahan kontemporer yang demikian komplek, dinamis, dan beraneka ragam,” ungkap Sukiman.
Selanjutnya, agar terwujud pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme yang mencerminkan perwujudan kepemerintahan yang baik (good government), maka para penyelenggara Negara harus bersikap transparan dan terbuka kepada masyarakat.
“Sehubungan dengan itu perlu menjadi perhatia kita ketentuan dalam undang- undang nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggara Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan neotisme, masyarakat diberi kesempatan untuk berperan serta dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dalam bentuk mencari memperoleh, dan memberikan informasi tentang penyelenggaraan Negara,” tukas Sukiman. (rie)

*Sebagai Tokoh Wanita Pembangunan

NGABANG. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Landak, Sophia Tjakre cukup berbangga hati karena berhasil meraih penghargaan Indonesia Exsekutif dan Profesional Golden Award 2009 dari Citra Prestasi Anak Bangsa Jakarta, tanggal 4 September di Kirana Ballroom Hotel Kartika Charda Jakarta.
“Kami sekeluarga mengucapkan selamat kepada ibu Sophia yang telah mendapat penghargaan Tokoh Wanita Pembangunan,” ujar Ya’ Hermansyah seorang staff di Dinas Kesehatan Landak kepada Equator, Jumat (11/9).
Bahkan undangan khusus yang ditujukan kepada Plt. Kepala Dinkes tersebut telah disampaikan Citra Prestasi Anak Bangsa, sebuah organisasi atau lembaga independent, non politik dan nir-laba serta sebagai mitra pemerintah. “Sekali lagi selamat dan sukses kepada ibu Sophia,” ucapnya.
Sementara, Plt. Kepala Dinkes Sophia Tjakra mengatakan, dirinya telah dinilai oleh tim pengamat dan panitia memiliki figur dan tokoh untuk diberikan penghargaan, karena telah memberikan kontribusi dan karya nyata dalam pembangunan kepada bangsa dan negara untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat lahir dan batin serta selaras dan merata. “Saya sama sekali tak menyangka mendapatkan penghargaan ini, tiba-tiba surat resminya telah saya terima dan saya akan menerima trophy atau Award dan sertifikat atau piagam penghargaan pada 4 September lalu di Jakarta,” ujarnya. (rie)
NGABANG. Untuk saling menjalin tali silaturahmi, Plt. Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Landak menggelar buka bersama dengan wartawan dan tokoh masyarakat di rumah kediaman Gusti Boy Sulaiman di komplek Keraton Ismahayana Landak, Jumat (11/9).
Kendati acara cukup sederhana tapi menunjukan nuansa kekeluargaan, Plt Kepala Disbunhut Vinsensius MMA tak bisa hadir dikarenakan berhalangan sedang tugas di luar kota saat menjelang puka puasa ia masih dalam perjalanan dari Pontianak-Ngabgang, tapi ia mengutus seorang stafnya Yosep SE. “Saya menyampaikan permohonan maaf dari pak Vinsen, beliau tak bisa hadir karena ada tugas di luar kota. Buka puasa ini hanya untuk menjalin silaturahmi antar kita semua,” ungkap Yosep.
Senada diutarakan Heri Irawan Sp, Ketua Aliansi Reporter Landak (ARL), kegiatan ini merupakan sarana mempererat tali silaturahmi antara wartawan serta masyarakat. "Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini kita semua mencoba menjalin lebih erat tali silaturahmi yang telah dibangun sesama masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Plt. Kadisbunhut dan Gusti Boy Sulaiman sebagai tuan rumah,” ungkapnya.
Di acara buka puasa, wartawan tergabung dalam ARL yang hadir dari Harian Equator, Kapuas Post, Borneo Tribune dan Harian Berkat. Tokoh masyarakat diantaranya, Iskandar dan pengasuh Pondok Pesanten Al Muslimun Ngabang.
Pukul 17.00 wib sudah berkumpul hingga memasuki buka puasa dan dilanjutkan solat Magrib berjamaah di Masjid Keraton Ismahayana Landak, dilanjutkan makan bersama. (rie)
*Bangun Pos di Empat Titik

NGABANG. Polres Landak siap melakukan pengamanan lebaran Hari Raya Idul Fitri 1430 Hijriah yang dimulai sejak 13 sampai 28 September mendatang, ada empat titik lokasi dibangun pos pengamanan yakni pasar Ngabang, Gunung Sehaq, pasar Mandor dan pasar Karangan.
“Kita kerahkan 2/3 kekuatan Polres dari 500 orang, dan ada empat pos pengamanan. Jadi pos ini ditempatkan anggota kita dan dari intansi lainnya. Kita operasi Ketupat Kapuas 2009 dimulai 13 sampai 28 September,” kata Kapolres Landak AKBP Drs Tony Ep Sinambela MSi kepada wartawan usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2009 di halaman Mapolres Landak, Sabtu (12/9) kemarin.
Sementara itu amanah Kapolri yang dibacakan Kapolres Tony Ep Sinambela mengatakan, dalam menghadapi tugas pengamanan operasi ketupat 2009, maka pada kesempatan apel gelar pasukan ini, terdapat beberapa hal yang perlu ditekankan, yaitu, lakukan deteksi dini melalui peran intelijen yang bekerja sama dengan komuniti intelijen lainya untuk mendeteksi berbagai fenomena yang berkembang dalam masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas agar dapat diantisipasi dengan baik.
“Laksakan penggelaran kekuatan dengan tepat, pada titik – titik rawan dalam rangka memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat melalui koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat, sehingga terwujud sinergi, keterpaduan dan kebersamaan,” urai Tony.
Kemudian, lakukan “patroli bimastral” pada lintasan jalur rel kereta api, guna mengantisipasi setiap bentuk aksi terorisme maupun pencurian terhadap perlengkapan jalur kereta api yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Berdayakan peralatan utama polri semaksimal mungkin untuk mendukung pemantauan arus lalu lintas dan patroli jalan raya maupun patroli udara dan perairan serta pelayanan ambulance udara, yang dapat dengan cepat menolong dan menyelamatkan korban kecelakaan maupun pada situsi darurat lainya,” ungkap Tony.
Tingkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror, yang memanfaatka momen silaturahim maupun aktivitas masyarakat lainya pada masa lebaran dan tingkatkan ketanggapsegeraan dalam penanganan situasi kontijensi sesuai dengan sop, khususnya berkenaan dengan kemungkinan terjadi bencana alam di titik-titik rawan bencana. “Bertindaklah tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum, yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibselcarlantas maupun kamtibmas secara umum,” ujarnya.
Waspadai dan antisipasi aksi tawuran antar warga, sweeping atau razia tempat hiburan secara illegal, sweeping terhadap warga negara tertentu, serta penyelewengan distribusi bbm, penimbunan sembako, maupun jual beli petasan dan mercon. “Laksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi ketupat 2009, guna di jadikan referensi dalam penyelenggaraan operasi ketupat tahun depan, untuk perencanaan operasi ketupat selanjutnya sehingga dapat disusun konsep operasi yang tepat dan akurat sesuai dengan hakekat ancaman yang dihadapi,” tukasnya. (rie)
*Dinkes Lakukan Fogging

NGABANG. Kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Landak meningkat dari tahun sebelumnya. Jika 2008 terdapat sembilan kasus, tahun ini mencapai 86 kasus dengan korban meninggal dunia tiga orang. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Landak sudah mengantisipasi dengan melakukan fogging dan memberikan himbauan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan.
“Daru jumlah 86 kasus ini, terbanyak di Ngabang 61 kasus, kemudian Pahauman 13 kasus, Mandor 1 kasus, Karangan 1 kasus, Menyuke 1 kasus, Kuala Behe 3 kasus. Sementara yang masih aman Menjalin, Serimbu, Meranti dan Sebangki. Sedangkan korban meninggal dunia berjumlah tiga orang semua anak-anak,” ungkap Sophia Tjakra Kepala Dinkes Landak ditemui di kantornya, Jumat (11/9) kemarin.
Pihak Dinkes sudah melakukan tindakan fogging yang dilakukan antara jarak 100 meter dari lokasi kasus DBD. Artinya tidak langsung seluruh daerah yang terdapat kasus di fogging semua tapi ada jaraknya.
Menurit dia, diantara mengantisipasi terjadinya DBD masyarakat dihimbau agar melakukan pembersihan sarang nyamuk dengan 3M (menguras, menutup,membakar atau mengubur) yakni, menguras bak atau menampungan air lalu menutuonya dan membakat atau mengubur barang-barang yang bisa menampung air seperti kaleng dan barang-barang bekas lainnya.
“Pembersihan sarang nyamuk itu mungkin sekitar lingkungan kita, parit-parit yang tidak mengalir, kemudian bukan hanya di luar saja tetapi juga dalam rumah tangga juga mungkin dibersihkan,” kata Sophia.
Ketika ditanya apakah fogging masyarakat harus bayar? Sophia menjelaskan sebenarnya tidak ada dipungut biaya jika memang anggarannya cukup, karena untuk bensin dan solar harus dibeli. Kendati pemerintah sudah menganggarkan tapi tiba-tiba kasus DBD meningkat terpaksa sangat mendesak memerlukan dana.
“Salah satu contoh kemarin di daerah Darit dana kami sudah tidak ada, obat juga habis, masyarakat minta fogging dan kita hanya fogging radius yang ada kasus. Tapi, dari kepala desa setempat mempunyia inisiatif mengumpulkan dana untuk membantu,”ungkap Sophia.
Ia menambahkan, dengan dana tersedia untuk jatah fogging 29 kasus, lalu naik menjadi 86 kasus. Ini berarti naik dua kali lipat sehingga otomatis dana yang dianggarkan di tahun 2009 jauh dari pada mencukupi dibanding dengan 2008. Karena pihaknya berpatokan 10% dari 2008 dinaikan, ternyata 20% kenaikan kasus tersebut 67% sekarang dari 29 sekarang 86. “Jadi saya menghimbau kepada masyarakat dan bukan hanya petugas kesehatan untuk bersama dapat mengantisipasi DBD ini,” tegasnya. (rie)
Melatih Siswa Terapkan Pengetahuan

NGABANG. Tahun ini SMK Maniamas Ngabang menurunkan 130 siswa sebagai peserta Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di sejumlah instansi pemerintah, swasta dan dunia usaha di Landak selama sejak 10 September sampai 10 November mendatang.
Ketua Panitia Marselina Munis SE mengatakan, sebanyak 130 peserta PSG tersebut terdiri dari jurusan penjualan 61 orang, jurusan akutansi 39 orang dan jurusan administrasi perkantoran 30 orang. Mereka ditempatkan di 47 instansi baik pemerintah, swasta dan dunia usaha lainnya yang ada di Landak, termasuk Biro Harian Equator Landak. “Tujuan PSG ini, khusus untuk SMK untuk melatih siswa menerapkan pengetahuan yang didapat melalui teori sekaligus beradaptasi dengan lingkungan kerja. PSG juga merupakan program sekolah yang berdasarkan kurikulum SMK tahun 2004 dan tahun 2006 kemudian undang-undang sistem pendidikan Nasional tahun 2003,” terang Munis kepada Equator di ruang kerjanya, Jumat (11/9) kemarin.
Kepala SMK Maniamas Ngabang, Margaretha, SH mengharapkan, siswa PSG agar dapat mempelajari bagaimana menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang memiliki sumber yang tinggi . “PSG merupakan salah satu upaya untuk meningkat mutu sumber daya (tenaga kerja)untuk memperoleh pengalaman dalam bekerja sehingga nantinya apabila terjun kemasyarakat atau bekerja disuatu instansi tidak merasa canggung lagi,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah keseluruhan siswa di SMK Maniamas tahun pelajaran 2009/2010 sebanyak 421 yang terbagi dari 11 kelas yaitu kelas X tiga kelas, XI empat kelas, XII empat kelas. Sedangkan prestasi yang diraih sekolah tersebut diantaranya juara I cabang tolak peluru Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Landak tahun 2009 ini.
“Juga juara I pramuka dalam rangka ulang tahun Yon Armed Ngabang,” ujar Etha.
Selain itu, SMK Maniamas juga mendapat juara II lomba kebersihan persekolahan Maniamas dalam rangka HUT RI ke 64. “Sedangkan dalam rangka Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2009 untuk basket balla three on three pelajar mendapat juara II dan tenis meja tunggal putra juara II,” tandas Etha. (rie)
Copyright © 2009 www.harianequatorlandak.blogspot.com. All Rights Reserved. by Templates Jaring Borneo