NGABANG. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (PG) Landak merekomendasikan tiga nama calon Ketua Umum (Ketum) pada Musyawarah Nasional (Munas) ke VIII yang berlangsung 4-7 Oktober mendatang di Pekanbaru, Riau.
“Adapun Ketiga calon Ketum Partai Golkar tersebut yakni Aburizal Bakrie, Surya Paloh dan Tomi Soeharto. Rekomendasi ketiga calon Ketum Partai Golkar inipun berdasarkan hasil rapat kita,” kata Nehen, SPd MM Ketua DPD Partai Golkar Landak usai rapat di sekretariat Partai Golkar Landak, Jumat (11/9) kemarin siang.
Menurutnya, memang ada empat kader Partai Golkar yang mencalonkan dirinya sebagai Ketum Partai Golkar menggantikan kepemimpinan Jusuf Kalla. Selain ketiga nama yang direkomendasikan, ada nama Yudi Crysnandi. “Semua calon memang merupakan kader terbaik Partai Golkar. Tapi kita akan melihat kriteria-kriteria nama calon yang akan kita rekomendasikan. Akhirnya hasil rapat kita merekomendasikan 3 nama calon Ketum Partai Golkar. Ketiga nama calon yang kita rekomendasikan ini nantinya akan kita bawa dalam Munas Partai Golkar,” ujar Nehen.
Mantan wakil bupati Landak ini berharap kader Partai Golkar yang akan maju sebagai Ketum tentunya harus membangun Partai Golkar agar menjadi partai yang lebih besar lagi. Paling tidak Partai Golkar memperoleh kemenangan pada Pemilu legislatif 2014 mendatang. “Ketum Partai Golkar yang baru harus mempunyai pikiran bagaimana menkonsolidasi organisasi sampai ke lapis yang paling bawah. Kalau yang dulukan konsolidasinya sangat kurang, sehingga kita memperoleh kekalahan dalam Pemilu legislatif maupun Pemilu Presiden,” kata Nehen yang juga sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar ini. (rie)
*Dewan Terpaksa Digiring Masuk Ruangan
NGABANG. Ada-ada saja tingkah anggota DPRD Landak menjelang akhir masa jabatan. Kali ini sidang sampai molor dan discor karena tak memenuhi kourum. Itulah yang terjadi ketika sidang Pendapat Akhir (PA) fraksi dan ketok palu Perubahan APBD 2009, Kamis (10/9) kemarin. “Karena tidak memenuhi kourum, sidang kita skor dengan waktu yang tidak ditentukan,” ungkap Ketua DPRD Landak Minsen SH selaku pemimpin sidang.
Pantauan Equator, pukul 09.00 wib gedung dewan sudah dihadiri para anggota dewan dan para kepala dinas/instansi. Bupati tak hadir hanya diwakili Wakil Bupati Agustinus Sukiman SH dan Sekda Drs Ludis Msi. Mereka berkumpul di ruang ketua DPRD bersama para Ketua Fraksi. Sementara anggota dewan lainnya terlihat ada yang sudah kumpul di ruang komisi masing-masing, ada juga yang baru datang. Tapi setelah pukul 11.00 Wib sidang dimulai, ruang sidang tampak kosong, hanya ada beberapa anggota dewan saja, rata-rata anggota dewan yang tak terpilih lagi saat Pemilu Legislatif lalu ogah-ogahan masuk ruang sidang. Sehingga peminpin sidang men-skorsing hingga akhirnya peserta sidang bubar. Sambil menunggu, para kepala dinas ada yang sibuk ngobrol dengan rekan-rekannya, ada juga yang sibuk menelpon seperti Wakil Bupati di depan terlihat menelpon. Sekretaris Dewan Drs Asuardi Daris MM dan Kabag Tata Hukum B Sudiro SH MH langsung keluar ruang dan sibuk memegang absensi, dan mendatangi ruang komisi ‘menjemput’ anggota dewan agar masuk di ruang sidang. Akhirnya sidang dimulai lagi pukul 11.30 wib hingga selesai. Enam fraksi yang ada semua menyampaikan pendapat akhirnya melalui juru bicaranya masing-masing dan menerima rancangan APBD-P 2009 di sahkan menjadi APBD-P 2009 dalam sidang tersebut.
Adapun diantara isi saran pendapat yakni dari juru bicara fraksi Partai Drs Petrus Mi’on dalam pendapat akhirnya, selalu bersikap apresiasi terhadap pembahasan rancangan perubahan APBD 2009 ini, terutama dalam pembahasannya bersama tim anggaran pemerintah daerah, dan memahami adanya dampak perubahan kemudian terjadi defisit anggaran sebesar Rp.9 miliar.
“Walaupun setelah ditutup dengan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2008 Rp.22 miliar, maka fraksi kami menyarankan tetap adanya pengurangan-pengurangan program kegiatan yang mengacu pada sasaran dan mengingat waktu pelaksanaan tinggal kurang lebih 90 hari kerja, hal ini tentu salah satunya mengurangi defisit tersebut,” ungkap Mion.
Juru Bicara fraksi Partai Demokrat, Sabinus dalam saran pendapatnya diantaranya, sangat disayangkan sampai saat ini laporan hasil pemeriksaan (LHP) pertanggungjawaban keuangan pemerintah daerah kabupaten Landak tahun 2008 yang dikeluarkan BPK RI belum disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Landak dan ini tidak sesuai dengan UU No.15 tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara dan ini adalah sejakan dengan amandemen ke 4 UUD 1945.
“Berdasarkan UU 45 pemeriksaan atas laporan keuangan dilaksanakan oleh BPK, dengan demikian BPK RI seharusnya telah melaksanakan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Landak,” tegas Sabinus. (rie)
NGABANG. Ada-ada saja tingkah anggota DPRD Landak menjelang akhir masa jabatan. Kali ini sidang sampai molor dan discor karena tak memenuhi kourum. Itulah yang terjadi ketika sidang Pendapat Akhir (PA) fraksi dan ketok palu Perubahan APBD 2009, Kamis (10/9) kemarin. “Karena tidak memenuhi kourum, sidang kita skor dengan waktu yang tidak ditentukan,” ungkap Ketua DPRD Landak Minsen SH selaku pemimpin sidang.
Pantauan Equator, pukul 09.00 wib gedung dewan sudah dihadiri para anggota dewan dan para kepala dinas/instansi. Bupati tak hadir hanya diwakili Wakil Bupati Agustinus Sukiman SH dan Sekda Drs Ludis Msi. Mereka berkumpul di ruang ketua DPRD bersama para Ketua Fraksi. Sementara anggota dewan lainnya terlihat ada yang sudah kumpul di ruang komisi masing-masing, ada juga yang baru datang. Tapi setelah pukul 11.00 Wib sidang dimulai, ruang sidang tampak kosong, hanya ada beberapa anggota dewan saja, rata-rata anggota dewan yang tak terpilih lagi saat Pemilu Legislatif lalu ogah-ogahan masuk ruang sidang. Sehingga peminpin sidang men-skorsing hingga akhirnya peserta sidang bubar. Sambil menunggu, para kepala dinas ada yang sibuk ngobrol dengan rekan-rekannya, ada juga yang sibuk menelpon seperti Wakil Bupati di depan terlihat menelpon. Sekretaris Dewan Drs Asuardi Daris MM dan Kabag Tata Hukum B Sudiro SH MH langsung keluar ruang dan sibuk memegang absensi, dan mendatangi ruang komisi ‘menjemput’ anggota dewan agar masuk di ruang sidang. Akhirnya sidang dimulai lagi pukul 11.30 wib hingga selesai. Enam fraksi yang ada semua menyampaikan pendapat akhirnya melalui juru bicaranya masing-masing dan menerima rancangan APBD-P 2009 di sahkan menjadi APBD-P 2009 dalam sidang tersebut.
Adapun diantara isi saran pendapat yakni dari juru bicara fraksi Partai Drs Petrus Mi’on dalam pendapat akhirnya, selalu bersikap apresiasi terhadap pembahasan rancangan perubahan APBD 2009 ini, terutama dalam pembahasannya bersama tim anggaran pemerintah daerah, dan memahami adanya dampak perubahan kemudian terjadi defisit anggaran sebesar Rp.9 miliar.
“Walaupun setelah ditutup dengan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2008 Rp.22 miliar, maka fraksi kami menyarankan tetap adanya pengurangan-pengurangan program kegiatan yang mengacu pada sasaran dan mengingat waktu pelaksanaan tinggal kurang lebih 90 hari kerja, hal ini tentu salah satunya mengurangi defisit tersebut,” ungkap Mion.
Juru Bicara fraksi Partai Demokrat, Sabinus dalam saran pendapatnya diantaranya, sangat disayangkan sampai saat ini laporan hasil pemeriksaan (LHP) pertanggungjawaban keuangan pemerintah daerah kabupaten Landak tahun 2008 yang dikeluarkan BPK RI belum disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Landak dan ini tidak sesuai dengan UU No.15 tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara dan ini adalah sejakan dengan amandemen ke 4 UUD 1945.
“Berdasarkan UU 45 pemeriksaan atas laporan keuangan dilaksanakan oleh BPK, dengan demikian BPK RI seharusnya telah melaksanakan pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Landak,” tegas Sabinus. (rie)

KANTOR Biro Harian Equator Landak mendapat kepercayaan dari masyarakat khususnya dunia pendidikan. Itu dibuktikan menjadi sasaran lokasi magang atau peserta Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dari SMK Maniamas Ngabang sebanyak dua orang yakni Noviana Ferawati dari jurusan Administrasi Perkantoran dan Stefanus dari jurusan Penjualan. Dua siswa ini kemarin pukul 10.00 wib diantar langsung guru pendamping, Suliani, SPd dan Shinta Panjaitan AMd dan langsung disambut baik kepala biro Equator Landak Kundori.
“Siswa kami akan akan PGS selama dua bulan dari 10 September sampai 10 Nopember mendatang, jadi kami minta tolong kepada bapak siswa kami dibina,” ujar Suliani.
Sementara Kundori, langsung menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak SMK Maniamas Ngabang yang telah mempercaya Biro Equator Landak menjadi salah satu lokasi PGS para siswa dan siswi dalam menempuh praktek pendidikan di lapangan. Maka, kedua siswa tersebut akan dibina dalam dunia jurnalistik dan marketing. “Keran di Equator selain bekerja menulis juga ada pemasaran dan penjualan koran,” ujar Kundori.
Maka dari itu, nantinya selama dua bulan dua orang siswa tersebut akan diperbantukan di redaksi Biro Equator dalam rangka melayani masyarakat baik dalam penyajian pemberitakaan seputar Kabupaten Landak dan menyebaran koran yang sudah dekat di masyarakat ini. (rie)
*Antisipasi Adanya Unjuk Rasa
NGABANG. Untuk pengamanan acara pelantikan anggota DPRD Landak periode 2009-2014 pada 28 September mendatang. Sekretariat DPRD Landak sudah mengirim surat tertulis kepada Polres Landak dan Satpol PP untuk melakukan pengamanan pelantikan. “Kita tetap berjaga-jaga, mewaspadai dan mengantisipasi hal-hal yang tidak kita ingin pada saat pelantikan nanti. Tapi saya berharap pada saat pelantikan nanti, semuanya bisa berjalan aman, lancar dan tidak ada hambatan apapun juga,” kata Drs Asuardi Daris MM, Sekretaris Dewan (Sekwan) kepada wartawan di kantornya, belum lama ini.
Ia menegaskan, pelantikan terhadap 35 anggota DPRD Kabupaten Landak periode 2009-2014 tetap dijadwalkan 28 September mendatang. Namun demikian Sekretariat DPRD Landak masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Kalbar soal pemberhentian keanggotaan DPRD Landak periode 2004-2009 dan penetapan keanggotaan DPRD Landak periode 2009-2014. Tidak hanya itu saja, surat balasan permohonan untuk melantik anggota DPRD Landak terpilih yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Mempawah, juga masih ditunggu sekretariat DPRD Landak. “Jadi pelantikan anggota DPRD Landak periode 2009-2014 tetap akan kita laksanakan 28 September mendatang. Sekarang ini kita tinggal menunggu SK dari Gubernur Kalbar tentang pemberhentian anggota DPRD Landak yang lama dan penetapan anggota DPRD Landak yang baru. Demikian juga surat permohonan kepada ketua PN Mempawah untuk melakukan pelantikan yang sudah kita kirim, juga belum mendapat balasan,”ungkap Asuardi.
Sedangkan untuk gladi resik pelantikan anggota DPRD Landak yang baru akan digelar 27 September mendatang. Namun sebelumnya, 24 September mendatang digelar acara pisah sambut antara anggota DPRD lama dan anggota DPRD baru. “Jadwal-jadwal tersebut sudah kita tetapkan. Pelantikan akan kita laksanakan di ruang sidang DPRD Landak pukul 10.00. Demikian juga dengan pisah sambut dan gladi resik akan dilaksanakan ditempat yang sama,” kata Asuardi seraya menambahkan, saat pelantikan nanti yang diundang hanya suami atau istri anggota dewan bersangkutan. (rie)
NGABANG. Untuk pengamanan acara pelantikan anggota DPRD Landak periode 2009-2014 pada 28 September mendatang. Sekretariat DPRD Landak sudah mengirim surat tertulis kepada Polres Landak dan Satpol PP untuk melakukan pengamanan pelantikan. “Kita tetap berjaga-jaga, mewaspadai dan mengantisipasi hal-hal yang tidak kita ingin pada saat pelantikan nanti. Tapi saya berharap pada saat pelantikan nanti, semuanya bisa berjalan aman, lancar dan tidak ada hambatan apapun juga,” kata Drs Asuardi Daris MM, Sekretaris Dewan (Sekwan) kepada wartawan di kantornya, belum lama ini.
Ia menegaskan, pelantikan terhadap 35 anggota DPRD Kabupaten Landak periode 2009-2014 tetap dijadwalkan 28 September mendatang. Namun demikian Sekretariat DPRD Landak masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Kalbar soal pemberhentian keanggotaan DPRD Landak periode 2004-2009 dan penetapan keanggotaan DPRD Landak periode 2009-2014. Tidak hanya itu saja, surat balasan permohonan untuk melantik anggota DPRD Landak terpilih yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Mempawah, juga masih ditunggu sekretariat DPRD Landak. “Jadi pelantikan anggota DPRD Landak periode 2009-2014 tetap akan kita laksanakan 28 September mendatang. Sekarang ini kita tinggal menunggu SK dari Gubernur Kalbar tentang pemberhentian anggota DPRD Landak yang lama dan penetapan anggota DPRD Landak yang baru. Demikian juga surat permohonan kepada ketua PN Mempawah untuk melakukan pelantikan yang sudah kita kirim, juga belum mendapat balasan,”ungkap Asuardi.
Sedangkan untuk gladi resik pelantikan anggota DPRD Landak yang baru akan digelar 27 September mendatang. Namun sebelumnya, 24 September mendatang digelar acara pisah sambut antara anggota DPRD lama dan anggota DPRD baru. “Jadwal-jadwal tersebut sudah kita tetapkan. Pelantikan akan kita laksanakan di ruang sidang DPRD Landak pukul 10.00. Demikian juga dengan pisah sambut dan gladi resik akan dilaksanakan ditempat yang sama,” kata Asuardi seraya menambahkan, saat pelantikan nanti yang diundang hanya suami atau istri anggota dewan bersangkutan. (rie)
*Dianggarkan Dalam APBD 2009
NGABANG. Uang jasa pengabdian (dana purna bhakti) anggota DPRD Landak periode 2004-2009 baru bisa dicairkan tetelah akhir masa jabatannya yakni 28 September mendatang. Artinya, usai dilakukan pelantikan anggota DPRD periode 2009-2014, besaran dana Rp. 9 jutaan per orang. Bahkan bagi mantan dewan yang sudah diberhentikan karena Penggantian Antar Waktu (PAW) juga masih kecipratan uang tersebut, pastinya sesuai masa jabatan masing-masing.
“Uang purna bhakti akan bisa diambil setelah dewan yang masa peride berikutnya dilantik pada 28 September mendatang. Jadi, sekarang belum bisa diambil,” ujar Drs Asuardi Daris MM, Sekretaris Dewan (Sekwan) Landak dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (9/9) kemarin.
Menurut dia, uang purna bakti ini sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 24 tahun 2004 tentang kedudukan protokoler dan keuangan pimpinan dan anggota DPRD. Aturannya ada di Pasal 23 ayat 2 angka 1 huruf f yang berbunyi masa bakti anggota DPRD sampai dengan 5 tahun diberikan uang jasa pengabdian setinggi-tingginya 6 bulan uang refpresentasi sebesar Rp. 1.500.000 yang dikalikan 6 bulan. Jadi uang turun yang diterima dewan kurang lebih mencapai Rp. 9 juta lebih. “Pembayaran uang jasa pengabdian dilakukan pada akhir masa jabatan anggota DPRD Landak periode 2004-2009. Apalagi uang ini sudah disiapkan dalam APBD Landak 2009,” terang Asuardi.
Selanjutnya, bagi mantan dewan keluar akibat PAW, mereka juga menerima dana uang jasa pengabdian tersebut. Namun penerimaan uang turun ini akan ditentukan dengan lamanya masa pengabdian sebagai anggota dewan. “Jadi mereka-mereka inipun akan menerima uang turun juga, tapi akan disesuaikan dengan masa bakti pengabdian mereka sebagai anggota dewan,” tegasnya.
Sedangkan bagi anggota DPRD yang baru dilantik 28 September nanti, maka Oktober mereka sudah menerima gaji pertama sebagai wakil rakyat periode 2009-2014. “Selanjutnya pada minggu kedua setelah dilantik, mereka akan mengikiti bimbingan teknis (bintek) tugas dan fungsi (tupoksi) sebagai anggota DPRD, rencana di Jakarta,” tandas Asuardi.
Ketika ditanya mengenai dana tunjangan komunikasi intensif (TKI) bagi anggota yang akan habis masa jabatannya? Sekwan mengatakan mereka (dewan) sudah berkomitment akan mengembalikan, kendati ada yang langsung lunas dan mencicil. “Sudah ada yang bayar beberapa orang,” ucapnya singkat. (rie)
NGABANG. Uang jasa pengabdian (dana purna bhakti) anggota DPRD Landak periode 2004-2009 baru bisa dicairkan tetelah akhir masa jabatannya yakni 28 September mendatang. Artinya, usai dilakukan pelantikan anggota DPRD periode 2009-2014, besaran dana Rp. 9 jutaan per orang. Bahkan bagi mantan dewan yang sudah diberhentikan karena Penggantian Antar Waktu (PAW) juga masih kecipratan uang tersebut, pastinya sesuai masa jabatan masing-masing.
“Uang purna bhakti akan bisa diambil setelah dewan yang masa peride berikutnya dilantik pada 28 September mendatang. Jadi, sekarang belum bisa diambil,” ujar Drs Asuardi Daris MM, Sekretaris Dewan (Sekwan) Landak dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (9/9) kemarin.
Menurut dia, uang purna bakti ini sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 24 tahun 2004 tentang kedudukan protokoler dan keuangan pimpinan dan anggota DPRD. Aturannya ada di Pasal 23 ayat 2 angka 1 huruf f yang berbunyi masa bakti anggota DPRD sampai dengan 5 tahun diberikan uang jasa pengabdian setinggi-tingginya 6 bulan uang refpresentasi sebesar Rp. 1.500.000 yang dikalikan 6 bulan. Jadi uang turun yang diterima dewan kurang lebih mencapai Rp. 9 juta lebih. “Pembayaran uang jasa pengabdian dilakukan pada akhir masa jabatan anggota DPRD Landak periode 2004-2009. Apalagi uang ini sudah disiapkan dalam APBD Landak 2009,” terang Asuardi.
Selanjutnya, bagi mantan dewan keluar akibat PAW, mereka juga menerima dana uang jasa pengabdian tersebut. Namun penerimaan uang turun ini akan ditentukan dengan lamanya masa pengabdian sebagai anggota dewan. “Jadi mereka-mereka inipun akan menerima uang turun juga, tapi akan disesuaikan dengan masa bakti pengabdian mereka sebagai anggota dewan,” tegasnya.
Sedangkan bagi anggota DPRD yang baru dilantik 28 September nanti, maka Oktober mereka sudah menerima gaji pertama sebagai wakil rakyat periode 2009-2014. “Selanjutnya pada minggu kedua setelah dilantik, mereka akan mengikiti bimbingan teknis (bintek) tugas dan fungsi (tupoksi) sebagai anggota DPRD, rencana di Jakarta,” tandas Asuardi.
Ketika ditanya mengenai dana tunjangan komunikasi intensif (TKI) bagi anggota yang akan habis masa jabatannya? Sekwan mengatakan mereka (dewan) sudah berkomitment akan mengembalikan, kendati ada yang langsung lunas dan mencicil. “Sudah ada yang bayar beberapa orang,” ucapnya singkat. (rie)
*Diikuti 20 Tim Kesebelasan
MANDOR. Turnamen Sepak Bola Bupati Cup ke V di Kecamatan Mandor resmi dibuka oleh Bupati DR Drs Adrianus Asia Sidot Msi, Rabu (9/9) kemarin dengan diikuti sebanyak 20 tim aatau club kesebelasan dari 13 Kecematan yang ada di Landak ini.
Bupati Adrianus dalam pengarahannya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah bekerja keras untuk melaksanakan kegiatan ini, tidak dapat dibalas secara material, semoga Tuhan memberi berkat yang melimpah.
“Kepada masyarakat saya berharap tentu tidak semua masyarakat yang berpikir negative, saya menerima pesan SMS tidak tahu dari siapa, dan saya nyatakan orang ini pengecut karena tidak bisa menyatakan jati dirinya. Belum juga turnamen ini di buka sudah mengatakan judi merajarela dan banyak anak gadis yang hamil akibat Bupati Cup. Saya tidak tahu dari mana SMS itu. Ini merupakan pikiran yang bersangkutan pikirannya negatif terus,” beber Adrianus.
Oleh sebab itu dia minta mulai dari panitia, wasit,pemain, harus kita buktikan bahwa kegiatan ini tidak ada anak-anak sekolah dan anak gadis yang hamil oleh kegiatan ini. Turnamen ini hanya berlangsung siang hari tidak ada malam hari. Untuk yang bermain judi agar menghormati, karena ini turnamen Bupati Cup jadi tidak ada kegiatan lain selain pertandingan sepak bola.
“Belum di buka turnamen Bupati Cup sudah banyak yang menuduh bahwa sumber dana Bupati Cup dari judi. Sedangkan untuk pembenahan lapangan saya beri uang Rp 21 juta,kepada panitia. Dan biaya untuk kegiatan baik honor wasit dan semua hadiah itu dari Bupati semua,” ujar Adrianus.
Ketua panitia Tarsisius menjelaskan 20 tim kesebelasan yang mengikuti turnamen Bupati Cup ke- V, dari 13 kecamatan, pemain berasal dari Kabupaten Landak. Dengan turnamen ini di harapkan ke depanya, dapat mencari bibit pemain untuk turnamen yang lebih besar. “Kami dari panita Bupati Cup akan menjelaskan sekilas pandang, persiapan turnamen ini. Adapun persiapan ini kami mulai sejak 14 Agustus dengan membentuk panitia persiapan lapangan sepak bola yang mana, pada waktu itu keadaan tidak seperti yang kita lihat sekarang, jadi dengan waktu yang sangat terbatas ini, panitia berusaha untuk bekerja keras secara maksimal, dan kami sangat bangga dengan waktu yang terbatas itu tentulah tidak rencana yang tidak bisa di laksanakan,” ungkapnya.(rie)
MANDOR. Turnamen Sepak Bola Bupati Cup ke V di Kecamatan Mandor resmi dibuka oleh Bupati DR Drs Adrianus Asia Sidot Msi, Rabu (9/9) kemarin dengan diikuti sebanyak 20 tim aatau club kesebelasan dari 13 Kecematan yang ada di Landak ini.
Bupati Adrianus dalam pengarahannya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah bekerja keras untuk melaksanakan kegiatan ini, tidak dapat dibalas secara material, semoga Tuhan memberi berkat yang melimpah.
“Kepada masyarakat saya berharap tentu tidak semua masyarakat yang berpikir negative, saya menerima pesan SMS tidak tahu dari siapa, dan saya nyatakan orang ini pengecut karena tidak bisa menyatakan jati dirinya. Belum juga turnamen ini di buka sudah mengatakan judi merajarela dan banyak anak gadis yang hamil akibat Bupati Cup. Saya tidak tahu dari mana SMS itu. Ini merupakan pikiran yang bersangkutan pikirannya negatif terus,” beber Adrianus.
Oleh sebab itu dia minta mulai dari panitia, wasit,pemain, harus kita buktikan bahwa kegiatan ini tidak ada anak-anak sekolah dan anak gadis yang hamil oleh kegiatan ini. Turnamen ini hanya berlangsung siang hari tidak ada malam hari. Untuk yang bermain judi agar menghormati, karena ini turnamen Bupati Cup jadi tidak ada kegiatan lain selain pertandingan sepak bola.
“Belum di buka turnamen Bupati Cup sudah banyak yang menuduh bahwa sumber dana Bupati Cup dari judi. Sedangkan untuk pembenahan lapangan saya beri uang Rp 21 juta,kepada panitia. Dan biaya untuk kegiatan baik honor wasit dan semua hadiah itu dari Bupati semua,” ujar Adrianus.
Ketua panitia Tarsisius menjelaskan 20 tim kesebelasan yang mengikuti turnamen Bupati Cup ke- V, dari 13 kecamatan, pemain berasal dari Kabupaten Landak. Dengan turnamen ini di harapkan ke depanya, dapat mencari bibit pemain untuk turnamen yang lebih besar. “Kami dari panita Bupati Cup akan menjelaskan sekilas pandang, persiapan turnamen ini. Adapun persiapan ini kami mulai sejak 14 Agustus dengan membentuk panitia persiapan lapangan sepak bola yang mana, pada waktu itu keadaan tidak seperti yang kita lihat sekarang, jadi dengan waktu yang sangat terbatas ini, panitia berusaha untuk bekerja keras secara maksimal, dan kami sangat bangga dengan waktu yang terbatas itu tentulah tidak rencana yang tidak bisa di laksanakan,” ungkapnya.(rie)
*Upacara Dipusatkan di Mandor
MANDOR. Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-26 dipusatkan di Kecamatan Mandor, Rabu (9/9) kemarin dipimpin Wakil Bupati Agustinus Sukiman SH di lapangan sepak bola Mandor berlangsung khidmat. Sukiman dalam amanatnya menegaskan kegiatan ini pendanaan bersumber dari APBD Landak bukan dari tanggokan judi seperti yang dituding dari oknum masyarakat.
“Mengenai dana pelaksanaan Haornas sudah dianggarkan dari dana APBD bukan dari tong judi. Selama ini banyak SMS dari masyarakat yang masuk kepada Sekda Landak melaporkan bahwa kegiatan Haornas dan turnamen sepak bola Bupati Cup dipungut dari tong judi,” tegas Sukiman.
Ia mengatakan, Haornas ditetapkan dengan keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 67 tahun 1985 pada hakekatnya merupakan bentuk komitmen seluruh anak bangsa untuk menempatkan olahraga sebagai salah satu program prioritas dalam pembangunan Nasional. Tahun ini mengangkat tema ‘Budayakan Olahraga untuk melanjutkan peningkatan prestasi dan kesejahteraan’. “Nah dengan budaya olaraga yang tinggi di harapkan secara langsung dapat meningkatkan prestasi olahraga. Budaya olahraga yang tinggi merupakan pondasi utama terwujudnya prestasi olahraga yang gemilang. Budaya olahraga yang tinggi merupakan pemicu dan pemacu bagi tumbuh kembangkan pembangunan di sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat melalui jasa dan industry olahraga,” urai Sukiman.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Drs Lukas Kanoh MM dalam laporannya, Haornas yang di peringati setiap 9 September. Khusus tahun ini waktu yang istimewa yaitu jatuh pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 jam 9.00 wib kegiatan ini digelar. Haornas juga merupakan kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk menjadikan olahraga sebagai bagian aktivitas terpenting yang harus di lakukan dan di budayakan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan tujuan peringatan Haornas ke 26, tahun 2009 adalah meningkatkan komitmen dan konsisten penyelenggara Negara, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dalam pembudayaan olahraga di Indonesia.
“Mengoptimalkan peran olahraga dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugaran masyarakat serta memupuk persatuan dan kesatuan bangsa, menumbuhkembangakan jasa dan industry olahraga untuk memperkuatkan ekonomi kerakyatan,” katanya.
Kemudian, memanfaatkan gerakan nasional, mamasyarakatan olahraga dan menggolahragakan masyarakat, mengoptimalkan prestasi olahraga nasional (Daerah). Untuk mencapai tujuan tersebut maka pada peringatan Haornas ke-26, tahun 2009, di kabupaten Landak, dilakukan beberapa kegiatan yang menitik beratkan pada pemasalahan olahraga. “ Tanpa mengabaikan pengembangan olahraga berprestasi, melaui pemasalan olahraga diharapkan semua lapisan masyarakat Landak menggenal olahraga sejak dini, mencintainya hingga menjadi budaya serta keperluan atau bagian hidup kita,” tukas Lukas yang juga Sekretaris KONI Landak ini. (rie)
MANDOR. Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-26 dipusatkan di Kecamatan Mandor, Rabu (9/9) kemarin dipimpin Wakil Bupati Agustinus Sukiman SH di lapangan sepak bola Mandor berlangsung khidmat. Sukiman dalam amanatnya menegaskan kegiatan ini pendanaan bersumber dari APBD Landak bukan dari tanggokan judi seperti yang dituding dari oknum masyarakat.
“Mengenai dana pelaksanaan Haornas sudah dianggarkan dari dana APBD bukan dari tong judi. Selama ini banyak SMS dari masyarakat yang masuk kepada Sekda Landak melaporkan bahwa kegiatan Haornas dan turnamen sepak bola Bupati Cup dipungut dari tong judi,” tegas Sukiman.
Ia mengatakan, Haornas ditetapkan dengan keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 67 tahun 1985 pada hakekatnya merupakan bentuk komitmen seluruh anak bangsa untuk menempatkan olahraga sebagai salah satu program prioritas dalam pembangunan Nasional. Tahun ini mengangkat tema ‘Budayakan Olahraga untuk melanjutkan peningkatan prestasi dan kesejahteraan’. “Nah dengan budaya olaraga yang tinggi di harapkan secara langsung dapat meningkatkan prestasi olahraga. Budaya olahraga yang tinggi merupakan pondasi utama terwujudnya prestasi olahraga yang gemilang. Budaya olahraga yang tinggi merupakan pemicu dan pemacu bagi tumbuh kembangkan pembangunan di sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat melalui jasa dan industry olahraga,” urai Sukiman.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Drs Lukas Kanoh MM dalam laporannya, Haornas yang di peringati setiap 9 September. Khusus tahun ini waktu yang istimewa yaitu jatuh pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 jam 9.00 wib kegiatan ini digelar. Haornas juga merupakan kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk menjadikan olahraga sebagai bagian aktivitas terpenting yang harus di lakukan dan di budayakan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan tujuan peringatan Haornas ke 26, tahun 2009 adalah meningkatkan komitmen dan konsisten penyelenggara Negara, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dalam pembudayaan olahraga di Indonesia.
“Mengoptimalkan peran olahraga dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugaran masyarakat serta memupuk persatuan dan kesatuan bangsa, menumbuhkembangakan jasa dan industry olahraga untuk memperkuatkan ekonomi kerakyatan,” katanya.
Kemudian, memanfaatkan gerakan nasional, mamasyarakatan olahraga dan menggolahragakan masyarakat, mengoptimalkan prestasi olahraga nasional (Daerah). Untuk mencapai tujuan tersebut maka pada peringatan Haornas ke-26, tahun 2009, di kabupaten Landak, dilakukan beberapa kegiatan yang menitik beratkan pada pemasalahan olahraga. “ Tanpa mengabaikan pengembangan olahraga berprestasi, melaui pemasalan olahraga diharapkan semua lapisan masyarakat Landak menggenal olahraga sejak dini, mencintainya hingga menjadi budaya serta keperluan atau bagian hidup kita,” tukas Lukas yang juga Sekretaris KONI Landak ini. (rie)