NGABANG. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) II, akhirnya Herkulanus Heriadi, SE terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Landak periode 2009-2012, Senin (6/7) yang digelar di Cafe Rajawali Ngabang dengan diikuti 30 peserta, terdiri 17 utusan Organisasi Kepemudaan (OKP), 10 Pengurus Kecamatan (PK) dan tiga orang, masing-masing utusan dari DPD KNPI Landak, DPD KNPI Kalbar dan Majelis Pemuda Indonesia.
Proses jalannya Musda sempat alot, apalagi saat masing-masing utusan peserta menyampaikan pandangan umum terhadap laporan pertanggungjawaban Ketua KNPI lama atau devisioner yaitu Siyus SPd.MM. Dari pandangan umum rata peserta menyorot tentang kepengurusan KNPI yang lama mulai dari program kerja dan pembinaan terhadap OKP dan lebih penting terkait laporan sumber keuangan di dalam organisasi tersebut. Menariknya, diujung penyampaian pandangan umum, hampir semua utusan peserta secara blak-blakan sudah mengeluarkan pernyataan dukungan kepada salah satu kandidat yaitu Herkulanus Heriadi SE.
Kemudian memasuki masa pemilihan ketua KNPI, terlebih dahulu dilakukan penjaringan bakan calon (balon) sebanyak empat orang. Dia adalah Herkulanus Heriadi SE, selalu sekretaris KNPI demisioner, Cahyatanus SH dari Pemuda Pancasila yang juga pengurus KNPI lama, Ferdinand Tuyun London dari Pengurus KNPI Kecamatan Ngabang dan Jaidu dari OKP Babanto Ngabang.
Setelah dilakukan verifikasi panitia, ternyata kandidat Jaidu tidak memenuhi syarat dari segi usia sudah melebihi sesuai ketentuan di dalam AD/ART KNPI. Selanjutnya, dua kandidat lain, Ferdinand Tuyun London dan Cahyatanus SH, ketika dipersilahkan menyampaikan visi misi, dua orang ini secara legowo mengundurkan diri dan mempercayakan kepada Heriadi untuk memimpin KNPI Landak. Maka, secara aklamasi Hariadi pria yang masih lajang ini terpilih sebagai Ketua KNPI Landak periode 2009-2012. “Terima kasih atas kepercayaan kawan-kawan yang diberikan kepada saya, untuk memimpin organisasi kepemudaan ini,” ujar Heriadi.
Ia meminta kepada rakan-rekan Pengurus Kecamatan, OKP dan semua lapisan masyarakat Landak untuk bersama memajukan KNPI di negeri intan ini. Karena KNPI merupakan salah satu mitra pemerintah untuk pembangunan daerah, baik dari segi pemuda, olahraga, seni, budaya, pendidikan dan lain sebagainya. “Apalagi Pemkab Landak sendiri sudah mempunyai Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, tentunya untuki saling mendukung,” ujar Heriadi.
Usai pemilihan ketua, dilanjutkan penunjukan lima orang formatur untuk menentukan nama-nama pengurus KNPI dan langung dilantik juga oleh Ketua KNPI Provinsi yang di wakili Sekretaris Martinus Sudarno. Adapun pengurus harian KNPI Landak Periode 2009-2012 yakni Ketua Herkulanus Heriadi, SE, Sekretaris Cahyatanus SH, Bendahara FX.Ferry Sak, SE dan pengurus lainya. (rie)

*Musda KNPI Landak Lancar

NGABANG. Bupati Landak DR Adrianus Asia Sidot meminta kepada pengurus KNPI Landak periode 2009-2012 peduli terhadap masalah sosial di masyarakat. Karena pemuda adalah tulang punggung dan harapan bangsa guna menwujudkan cita-cita para pahlawan bangsa dan membangun bangsa ini sebaik mungkin.
“Pengurus KNPI Kabupaten Landak ada punya kepedulian terhadap lingkungan, dan tidak ikut-ikutan menyelesaikan satu masalah hanya pada satu sisi, melainkan harus bisa mengambil solusi dari dua sisi,” tegas Adrianus saat membuka Musda II KNPI Landak,di Cafe Rajawali Ngabang, Senin (6/7) yang berlangsung lancar.
Artinya apa, lanjut mantan Kadis Pendidikan ini, pemuda harus menyelesaikan masalah sosial dari satu sisi, sudah bisa dipastikan akan terjadi benturan antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya, atau berbenturan dengan kepentingan orang lain. Maka yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mengelola sumber daya alam ini bisa dengan bertanggungjawab. “Saya selalu katakan untuk bertanggungjawab, dimana dipersilakan ambil apa saja di bumi ini, tapi ingat kata tanggungjawab. Karena Negara kitakan negara hukum, ada kebijakan moral kita juga untuk melestarikan lingkungan,” ungkapnya.
Adrianus mengatakan, masyarakat juga jangan memetingkan diri sendiri, seperti mentang-mentang pemerintah memberikan hak untuk menebang kayu durian atau kayu lainya. Dengan seenaknya kayu durian dibabat habis, bagaimana nantinya jika kita ingin makan durian, pasti tidak bisa lagi. Bisa jadi, mau makan durian harus beli dari Malaysia, mau bikin Tempoyak haru dari Malaysia, karena apa, mereka sudah banyak menanam durian, ketimbang kita setiap hari menebang tapi tidak menanam pohon Durian. “Kita selama ini makan durian hasil dari pohon Durian zaman nenek atok kita dahulu,” ujar Adrianus.
Sementara itu Ketua KNPI Landak demisioner, Siyus S.Pd, MM, menyatakan selama ini banyak orang beranggapan KNPI Kabupaten Landak sudah mati atau tidur. Siyus tidak menapik hal itu, dan kritikan itu baginya membangun. Dan justru, diakhir jabatanya yang sebentar lagi ini. Dia ingin membangunkan KNPI Kabupaten Landak sudah lama tertidur. “Kami ingin membangunkan kembali OPK-OKP dan PK untuk menuju arah yang lebih baik,” tukas Siyus. (rie)
*Tahun Ini Hanya Dianggarkan Rp.7 Miliar

NGABANG. Selama ini masyarakat di daerah Kecamatan Air Besar dan Kuala Behe berharap jalan Ngabang-Serimbu mulus. Tapi tampaknya hanya mimpi saja, karena Pemprov Kalbar tiap tahunnya hanya menganggarkan sedikit-sedikit. Sedangkan untuk memuluskan jalan tersebut mesti dibutuhkan dana cukup besar sekitar Rp.50 miliar.
“Tahun ini kita anggarkan dari APBD Provinsi yang berasal dari swakelola Rp. 1,2 miliar sedangkan dana kontrak sebesar Rp.5,8 miliar,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalbar, Ir. Jakius Sinyor dikonfirmasi wartawan usai menghadiri kampanye Mega-Prabowo di Ngabang, Sabtu (4/7).
Mantan Kadis PU Landak ini, tetap berharap untuk tahun depan pemeliharaan ruas jalan Ngabang-Serimbu ini akan dianggarkan lagi. “Kita akan terus berusaha mengusulkannya pada tahun anggaran 2010 nanti,” janji Jakius.
Jakius tidak berani memastikan apakah ruas jalan Ngabang-Serimbu yang saat ini kondisinya kian memprihatinkan akan mulus 100 persen. Jika menginginkan mulus 100 persen, tentu akan memakan biaya yang besar. “Sudah pernah saya katakan, jika menginginkan jalan Ngabang-Serimbu mulus 100 persen, harus menelan dana sekitar Rp. 50 miliar,” kata Jakius.
Tapi patut bersyukur bahwa dana pemeliharaan ruas jalan Ngabang-Serimbu masih dianggarkan. Apalagi di Kalbar ini masih banyak jalan yang rusak. Sudah tentu anggarannya tidak hanya difokuskan pada jalan Ngabang-Serimbu saja. Tapi masih banyak jalan-jalan rusak di Kabupaten lain yang masih memerlukan anggaran banyak,” katanya. (rie)

*Kontaktor harus Bertanggung Jawab

NGABANG. Pembangunan Kantor Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Landak amburadul. Bangunan yang terletak di Jalan Ngabang-Pontianak KM 6 itu baru saja dipindahi untuk bekerja, tapi sudah banyak bangunan rusak. Diminta kepada kontraktor CV. Kartika Rahayu yang ber kantor di Pontianak bertanggung jawab.
Wakil Ketua DPRD Landak Klemen Apui Sip juga sangat menyayangkan dengan hasil pembangunan kantor ini. Karena proyek yang dikerjakan tahun 2007-2008 itu menelan anggaran Rp. 1, 4 miliar terkesan asal bangun. buktinya beberapa bangunan yang belum lama dipindahi ini, ada atap bocor, pintu adan engsel banyak rusak, bagunan beruapa beton didinding ada yang lepas, parahnya lagi lantai depan aula Dinas Bunhut Landak turun. “Tentunya ini menjadi perhatian kita supaya pihak yang bertanggungjawab dalam hal ini kontraktor pelaksana segera memperbaiki bangunan-bangunan yang dianggap tidak layak pakai,” tegas Wakil Ketua DPRD Landak, Klemen Apui, SIP kepada wartawan di Ngabang, baru-baru ini.
Legislator Partai Golkar ini juga mempertanyakan sejauh mana peranan pengawas dan konsultan perencana keadaan atau struktur lahan pembangunan dimana kenyataan dilapangan. Apakah tidak menjadi pertimbangan, jika hujan tiba seperti saat ini, lumpur-lumpur turun dan mengenaggi kantor Dinas Bunhut Landak. “Memangnya konsultan itu hanya mengambar saja, atau dengan seenaknya bangunan itu diletakan,” katanya.
Sementara itu, dari pengamatan awak koran ini bersama se orang staf Dinas Bunhut, Junarso, memang benar, bangunan atau lantai depan sudah menurun, jika tidak ditandak lanjti maka, bisa ambruk dan membahayakan orang yang kebetulan sedang melintas di aula pertemuan itu. Selesai di aula, Junarso memperlihatkan bagian beton dekat pintu masuk staf, ada yang jatuh di lantai. Tidak hanya itu sambil menunjuk kunci pintu dan slop jendela banyak yang rusak. “Rata-rata yang disini kunci dan slop jendela sudah kami ganti. Padahal kita sudah minta agar pihak kontraktor untuk segera memperbaikinya tapi sampai saat ini mereka belum mau datang di dinas kami,” katanya. (rie)
*Kontraktor dan Politisi akan Bersaing

NGABANG. Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Landak dan pemilihan ketua akan dihelat hari ini, Senin (6/7) di Cafe Rajawali Ngabang. Diikuti sekitar 20 an peserta terdiri dari utusan pengurus KNPI Landak, Pengurus Kecamatan (PK) KNPI dan Organisasi Kepemudaan (OKP). Proses perebut kursi organisasi pemuda periode 2009-2012 ini dipastikan bakal seru, karena figur yang maju dari kalangan kontraktor dan politisi.
“Persiapan Musda pihak panitia sudah siap, memang memakan waktu singkat hanya sekitar dua minggu. Karena selama ini sudah dua kali mau Musda gagal terus mungkin akibat sesuatu dan hal,” ujar Ketua Panitia Musda, H. Heriadi, SE dalam keterangan pers di kediamannya, Minggu (5/7) kemarin.
Menurut dia, undangan sudah disebar dan peserta utama dalam Musda yakni para pengurus PK di 13 kecamatan, OKP se Kabupaten Landak. Sedangkan undangan untuk pembukaan juga sudah disebar mulai dari dari Pemda dan Muspida serta Muspika Ngabang. “Kita mohon kehadirannya, karena KNPI juga salah satu merupakan mitra pemerintah untuk pembangunan ke depan,” ujar Heriadi.
Dari pengamatan Equator, Musda KNPI ini bakal seru karena para kandidat yang akan maju dari kalangan kontraktor dan dari kalangan politisi. Calon kuat yang sudah dipastikan maju adalah Heriadi SE saat ini sebagai Sekretaris KNPI yang juga Ketua Gapensi Landak dan Cahya Tanus SH dari pengurus KNPI yang juga anggota DPRD Landak. Sebelumnya nama-nama lain juga muncul yakni Siyus SPd saat ini masih sebagai Ketua KNPI dari OKP Pemuda Demokrat yang juga anggota DPRD Landak.. Cornelius Kuet, SE dari OKP GM.Trikora yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Landak. Syaiful dari Pengurus KNPI Kecamatan. Tapanus Tapat, SH,MH dari Taruna Merah Putih yang juga Ketua Gabpeknas Landak dan Supensi, BSc dari Pemuda Katolik yang juga Sekretaris Gapensi Landak.
Terpisah, Heriadi dimintai komentarnya tentang kesiapannya dalam bursa perebutan kursi KNPI, dia mengaku sudah siap jika rekan-rekan memberikan amanah. “Macam saya sendiri sudah siap apabila teman-teman mempercayai untuk memimpin KNPI,” ujar Heriadi.
Heriadi juga menyebutkan sejumlah OKP yang sudah menyatakan dukungannya kepada dirinya, diantaranya Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Angkatan Muda Ka’bah (AMK), Gerakan Muda Pemuda Indonesia (GMPI), Pemuda Demokrat (PD), Pemuda Anshor, Gerakan Muda Kristen Indonesia (GMKI) dan sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) seperti Sompak, Kuala Behe, Air Besar, Menjalin, Mempawah Hulu, Menyuke. (rie)

*Cornelis Terima Kasih Kepada PPP

LANDAK. Kendati Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tingkat pusat koalisi dengan pasangan SBY-Boediono. Namun, PPP Kabupaten Landak malah merapat ke pasangan Megawati-Prabowo (Mega-Pro). Itu terbukti sejumlah bendera PPP menghiasi di samping penggung utama kampanye terakhir Mega-Pro di lapangan Bardan Ngabang Kabupaten Landak, Sabtu (4/7) siang kemarin.
“Mari kita bersama-sama meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Ka Jubata supaya ibu Mega dan Prabowo dimenangkan. Dan kepada PPP saya ucapkan terima kasih, anda telah mendukung pasangan nomor satu,” ungkap Ketua PDI Perjuangan Kalbar, Drs.Cornelis MH disambut teriakan ribuan massa pendukung Mega-Pro, yang dihibur artis ibu kota Trio Singo Edan, kemarin.
Cornelis yang juga Gubernur Kalbar ini dalam orasinya, menyarakan pesan dari Mega dalam rangka pemilihan presiden (Pilpres) bersama Prabowo Subianto meminya kepada pendukungnya agar tidak ragu-ragu mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 8 Juli mendatang untuk memberikan hak suara kepada Mega-Pro. “Lebih cepat lebih baik, Lanjutkan, Pro Rakyat. Jadi Pro Raky-nya yang diambil setuju...!,” ungkap Cornelis.
Kerena, lanjut Mantan Bupati Landak ini, Mega akan membela kepentingan petani, buruh dan setiap desa akan dibantu Rp.1 miliar untuk membangun desa dan pergerakan ekonomi perdesaan. Selain secara nasional, dia juga (Mega-Pro,red) pro Kalimantan Barat. “Buktinya dia nyuruh aku jadi Gubernur, kitak (kalian,red) yang mencoblos November 2007 lalu,” tegas Cornelis.
Oleh karena itu, lanjut Cornbelis, masyarakat perlu memenangkan nomor satu untuk menjadi presiden dan wakil presiden. Maka, jika jadi presiden, di Kalbar akan mudah untuk meminta pembangunan lebih merata lagi, APBN lebih keadilan untuk membangun daerah pedalaman, perdesaan, pesisir dan perbatasan.
“Kita sebagai pendukung Mega, wajib menjaga ideologi Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945, maka kita meminta kepada Mega agar memimpin negara ini dengan penuh keadilan termasuk pendistrisuian APBN,”ungkap Cornelis seraya menyatakan “Agar 8 Juli beramai-ramai datang di dan jangan mau disogok orang. Kalau orang memberi duit ambil saja. Tapi mencentang tetap nomor satu, itu bagus punya perinsip dan pendirian,” tegas Cornelis.
Dari pengamatan awak koran ini, para Jurkam yang akan tampil mengkampanyekan Mega-Pro diantaranya, Drs, Cornelis MH selaku Ketua PDIP Kalbar yang menjabat Gubernur Kalbar, Karolin Margret Natasa Ketua Taruna Merah Putih Kalbar, Agustinus Sukiman SH dari pengurus PDIP Kalbar yang asat ini menjabat Wakil Bupati Landak. Tapanus SH MH selaku Ketua Tim Kampanye Mega-Pro Landak. Sementara tampak hadir DR Adrianus Asia Sidot saat ini menjabat Bupati Landak yang diusung dari PDIP saat Pilkada 2006 lalu. Minsen SH selaku Ketua PDIP Landak, saat ini menjabat Ketua DPRD Landak. Sedangkan dari pengurus partai pengusung pasangan nomor urut satu ini tidak ada tampak hadir di panggung kampanye tersebut. (rie)


*Masalah Sosial harus Diselesaikan Dulu

NGABANG. Jembatan lama Darit tahun ini akan dibangun dengan menelan Rp.2,6 miliar lebih dari dana pasca bencana alam APBD Labdak. Sebelum dibangun diharapkan harus diselesaikan terlebih dahulu masalah sosial. Jangan seperti pembangunan jembatan Tebedak yang hingga saat ini belum rampung masalah sosialanya.
“Jembatan Darit didanai Rp.2,6 miliar lebih, masalah sosial harus diselesaikan terlebih dahulu baru dibangun. Karena selama ini banyak pembangunan di Landak sudah banyak terjadi, proses pembangunan kadang terjadi masalah, bagung gedung sekolah warta tiba-tiba menyegel, dan contoh yang hingga sata ini masih belum rampung penyesaian jembatan Tebedak,” tegas Wakil Ketua DPRD Landak Klemen Apui, SIp kepada Equator, kemarin.
Sedangkan di jembatan Tebedak juga sudah ditangani tim sembilan dari beberapa instansi terkait, tapi kabar dana pembebasan lahan dari yang katanya dianggarkan pemerintah provinsi juga belum jelas jumlahnya. “Nah, ini salah satu kasus yang terjadi dalam proses pembangunan, lalu untuk rencana pembangunan jembatan Darit ini juga nantinya jangan sampai seperti di jembatan Tebadak atau lainnya,” tegas Apui.
Kemudia, jika dilihat saat ini sudah memasuki bulan ke tujuh tahun anggaran 2009, pastinya harus segera dibangun. Tapi kalau masalah sosial belum rampung bisa timbul masalah. “Coba-lah malasah-masalah lama yang selama ini sering terjadi saat pembangunan di Landak dijadikan evaluasi jangan asal membangun,” ungkap Apui legislator Partai Golkar ini.
Apalagi, lanjut Ketua Tim JK-Wiranto Landak ini, jembatan tersebut dengan dana Rp. Miliar lebih, apakah beruba kerangka baja atau tidak pastinya tidak tahu. Yang jelas proses pembangunan pasti meninggikan atau pengurukan. Nah disekitar jembatan itu sudah jelas banyak rumah penduduk yang akan terkena dampak.
“Nah ini harus diselesaikan, apakah sudah dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat di sekitar, apakah masalah pembebasan lahan atau lainnya,” ujar Apui.
Selain itu, jika jembatan tersebut di tinggikan, badan jalan dari arah kiri dan kanan tentu bisa saja ikut ditinggikan. Apalagi pasar Darit sering menjadi langganan banjir, maka harus ditinggikan juga. “Jalan di tinggikan juga dan diaspal,” ujar nya.
Menyikapi masalah ini, seharusnya pihak konsultan perencana pengawas harus betul-betul bekerja, jangan hanya diam saja. Kalau dia konsultan perencanaan pasti sudah mempunyai gambaran tentang lingkungan di sekitar jembatan itu berapa rumah yang terkana dampak. “Jadi konsultan bisa mengekspos dengan instansi terkait sehingga bisa diambil kebijakan,” kata Apui.
Untuk itu, Apui kembali mengharapkan, kepada pihak pelaksana, instansi terkait sebvelum melakukan pembangunan jembatan Darit ini terlebih dahulu diselesaikan masalah sosial. Jangan tiba-tiba membangun menuai masalah sari masyarakat setempat.
“Jadikan evaluasi masalah-masalah yang terjadi, contoh kecil saja pembangunan jembatan Tebedak, sudah rampung lama, baru melakukan penyelesaian sosial,” tandas Apui. (rie)
Copyright © 2009 www.harianequatorlandak.blogspot.com. All Rights Reserved. by Templates Jaring Borneo