*Bau Tak Sedap Ganggu Lingkungan

NGABANG. Warga Rukun Tetangga (RT) 3 Dusun Ampar Saga 1 Desa Amboyo Inti Kecamatan Ngabang mengeluhkan kandang ayam milik warga bernama Amat Herman, karena bau tak sedap mengganggu sekitar lingkungan penduduk setempat. Pihak Ketua RT sudah melayangkan surat kepada pemilik kandang ayam, tersebut tapi hingga sekarang tak digubris, diminta instansi terkait harus jangan diam
“Berdasarkan penyampaian atas laporan dari masyarakat RT 3, saya selaku ketua RT sudah menerima sekaligus menaggapi bahwa keluhan warga memang benar dan terbukti mengganggu lingkungan,” kata Ketua RT.3 Kasimin Kimsin dalam suratnya disampaikan kepada Kepala Desa Amboyo Inti.
Surat yang dilampiri tanda tangani sebanyak 36 warga RT 3 tersebut berisi, meminta kepada kepala desa agar menindaklanjuti dengan tegas sesuai dengan Peraturan Desa (Perdes) Amboyo Inti, atas keluhan masyarakat RT tersebut. “Apabila hal ini tidak ditanggapi atau diproses lebih cepat, maka kami warga RT.3 akan melanjutkan kepada pihak yang berwenang atau yang berwajib,” kata Kasimin.
Dari aspirasi masyarakat RT 3 ini, langsung ditanggapi pemilih kandang ayam, Amat Herman dengan melayangkan surat kepada kepala desa Amboyo Inti tertanggal 11 April 2009 lalu. Isinya, pihaknya sangat memahami dan akan berusaha memindahkan kandang ayam. Namun dirinya mohon sekali panen. “Karena bibit ayam sudah pesan dan dibayar mulai 24 April lali sampai selasai dan kemudian akan saya kosongkan atau dibongkar,”bunyi surat tersebut. (rie)
TONANG. Dinas Pertanian Landak melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura bekerjasama dengan Balai Penelitian Teknologi Pertanian Kalbar menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik di Balai Tanaman Pangan Landak, Desa Tonang Kecematan Sengah Temila, Sabtu (29/6) lalu.
Kepala Dinas Pertanian Landak Ir.Pa’du Palimbong melalui Kasi Budidaya, Evert Apat, SP mengatakan, pelatihan tersebut diikuti 30 peserta terdiri dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan para petani tersebut, diharapkan penyuluh dapat mentransfer ilmu yang sudah di dapat untuk petani di wilayah kerjanya masing-masing dan petani dapat membuat pupuk organik.
“Dalam rangka usaha peningkatan produksi pangan bagi masyarakat maka, salah satu langkah strategik dalam pembangunan pertanian khususnya di Kabupaten Landak adalah pengembangan penggunaan pupuk organik,” ungkap Evert Apat kepada awak koran ini, kemarin.
Ia mengatakan, pupuk organik merupakan salah satu jenis pupuk yang dapat meningkatkan produksi pertanian, karena kandungan haranya lebih lengkap jiak dibanding dengan pupuk kimia yang kandungannya haranya tunggal atau hanya beberapa jenis saja. “Pupuk organik juga merupakan pupuk yang ramah lingkungan dan dapat mendaut ulang sisa atau limbah industri maupun limbah hasil pertanian yang ada dan tersedia di lokasi,” urai Evert Apat.
Menurut dia, selama ini limbah masih dianggap sampah yang tak bergarha atau bernilai, karena bau, kotor dan sebagainya sehingga sering dibuang begitu saja atau dibakar oleh para petani. Adapun sampah organik diantaranya, jerami padi, sekam pagi, rumput, kotoran ternak, tandan kosong sawit, daun-daunan kering. Sampah ini dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman dan memperbaiki struktur dan tekstrur tanah. “Manfaat lainnya yakni lingkungan akan menjadi bersih dan sehat serta dapat merehabilitasi lahan krisis, menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan usaha kecil dan menengah,” ungkap Evert Apat.
Ia menambahkan, adapun sasaran pelatihan dan pembuatan pupuk organik ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan akan manfaat dan keuntungan dari pengelolaan sampah organik, terwujudnya pertanian yang berbasis bahan organik dan merehabilitasi keadaan alam yang semakin rusak, terciptannya lapangan kerja dan pertumbuhan usaha kecil menengah di perdesaan. “Pupuk organik yang dipraktekkan menggunakan m-deck sebagai komponen atau bahan peragiannya,” tandasnya. (rie)
WAKIL Bupati Landak Agustinus Sukiman SH, mengatakan untuk bidang kesehatan tidak bisa dipisahkan dari pembangunan nasional, karena kesehatan menyentuh semua aspek kehidupan manusia dan tujuan akhir dari pembangunan kesehatan adalah terwujudnya derajat kesehatan masyarakat optimal. Salah satunya indikator yang menjadi gambaran tentang kondisi kesehatan secara umum adalah dilihat dari satus gizi balita.
“Berdasarkan buku profil anak Kabupaten Landak tahun 2008 yang datangan dari Dinas Kesehatan, telah menunjukan bahwa total jumlah balita dari 13 kecamatan 16.309 jiwa hampir 7,95 persen berstatus gizi buruk,” ungkap Sukiman pada acara Workshop Penyusunan TOR dan Rencana Kerja (P2TP2A di aula Beppeda Landak, Kamis (2/7) kemarin.
Sukiman juga memaparkan, salah satu peran strategis perempian adalah bidang pendidikan, karena pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan individu, masyarakat, bangsa dan negara. Karena pendidikan sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. “Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, semakin baik kualitas SDM, namun fakta membuktikan bahwa tingkat pendidikan penduduk usia 10 tahun keatas yang tidak dapat baca tulis, data 2003 laki-laki 6,28 persen, perempuan 11,86 persen. Sedangkan 2007 laki-laki 4,97 persen dan perempuan 13,82 persen,” ungkapnya. (rie)
Panwaslu Surati Tim SBY dan Mega

NGABANG. Aneh bin ajaib. Pengajuan struktur nama tim kampanye SBY-Boediono dan Mega-Pro Kabupaten Landak terkesan asal tulis tanpa ada koordinasi dengan pihak yang bersangkutan. Sampai-sampai anggota Petugas Pengawas Lapangan (PPL) Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang, Pdt. Johan,STh.MTh tiba-tiba muncul di SK tim kampanye dua pasangan Capres dan Cawapres tersebut. Panwaslu Landak langsung melayangkan surat klarifikasi.
“Kita sudah melakukan klarifikasi kepada Johan, dan mengaku tidak mengatahui masalah ini. Dia juga heran tiba-tiba namanya tercantum di dalam SK tim sukses. Maka saudara Johan pun sudah membuat surat pernyataan di atas materai,” ungkap Ketua Panwaslu Landak Hardianitus, STh kepada Equator di sekretariatnya, Rabu (1/7) kemarin.
Untuk itu, pihak Panwaslu tak tinggal diam, langsung melayangkan surat klarifikasi kepada ketua tim kampanye dari dua kandidat tersebut dan baru dari tim Mega-Prabowo yang membalas surat dan melakukan pencoretan nama Johan. Sementara tim SBY-Boediono belum ada balasan surat. “Jadi Johan tetap masih PPL kita. Sedangkan surat dari tim Mega-Prabowo yang kita terima juga menyatakan sudah mencoret nama Johan,” tegas Hardianitus.
Senada dikatakan Ketua Panwascam Ngabang, Alexander Olik, Panwas sudah melayangkan surat dan yang belum menanggapi hingga hari ini (kemarin,red) dari tim SBY-Boediono, untuk itu diminta agar segara menanggapi surat dari Panwaslu tentang klarifikasi anggota PPL atas nama Pdt.Johan STh.MTh ini. “Kalau kita lihat di susunan struktur SK kampanye, dia dari unsur independen anggota di Sub Relawan tim pasangan Capres dan Cawapres,” kata Olik.
*BPD, jadi Tim JK-Win
Panwaslu Landak juga akan menyurati kepada tim kampanye JK-Wiranto karena terdapat anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Amboyo Inti masuk dalam tim kampanye yang menduduki sekretaris II. Padahal di dalam Undang-Undang No.42 tahun 2008 pasal 41 ayat (2) bagian (1) sudah jelas tentang larang-larangan kampanye. “Jadi kita hari ini (kemarin,red) akan kirim surat kepada Ketua Tim kampanye JK-Wiranto ini,” tegas Hardianitus.
Terpisah, Ketua Tim Kampanye JK-Wiranto Landak, Klemen Apui, Sip dikonfirmasi tentang adanya anggota BPD Amboyo Inti atas nama Iskak Triadi yang masuk dalam susunan tim sukses. Dia mengaku tidak mengetahui masalah ini. Karena nama-nama itu dari pengurus partai pengusung yakni Hanura. “Jadi bukan kader golkar, silahkan tanya dengan pengurus Hanura,” ujar Apui singkat melalui via selularnya.
Sementara Ketua DPC Hanura Landak, Surahmanto, ST.MSi mengaku tidak mempermasalahkan anggota BPD jadi tim kampanye, bahkan saat Pemilu Legislatif (Pileg) lalu dia menjadi caleg tapi Panwaslu tidak mempermasalahkan. “Jadi, kita minta Panwas jangan mempermasalahkan, kalau masih ngeyel, kita juga akan buka-bukaan,” tegas Surahmanto didampingi Iskak Triadi (rie)

Bayar SIM di BRI

01.40 >>


SEJAK 1 Juni lalu, pelayanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Landak sudah beda. Salah satunya sistem pembayaran langsung di teller Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kas Polres Landak “Ini merupakan sistem pelayanan administrasi SIM, STNK dan BPKB serta kecelakaan lalu lintas secara online dengan Perbankan yakni BRI,” kata Kasat Lantas, AKP Luki Fardiansyah SH, kepada awak koran ini, kemarin.
Terlihat memang saat ini BRI sudah buka kas di Mapolres Landak, untuk sementara di ruang ukuran kecil di samping ruang Kasat Lantas. Adapun teller yang bertugas adalah Vany Viany. Dia baru bertugas sejak 1 Juni lalu. Tiap hari melayani di kas BRI Polres Landak dari pukul 08.00 sampai 12.00 wib siang. Setelah jam istirahat, dia langsung kembali di BRI Unit Ngabang. “Baru juga kami mas, tugas di sini, dan sekarang pembayaran SIM langsung di kita,” ujar perempuan berwajah cantik yang juga pernah gabung event Harian Equator ini.
Menurut alumni Falkultas Pertanian Untan Pontianak Jurusan Sosial dan Ekonomi ini, sejak dibuka kas BRI khusus untuk pembayaran SIM, rata-rata tiap hari belasan dan sampai puluhan orang pembuat SIM. “Mereka (pembuat SIM) langsung menyerahkan uang ke kita, kalau pembuatan SIM perdana Rp.75 ribu dan perpanjangan Rp.60 ribu. Nah uang itu yang kita masukan di BRI,” terang Vany gadis kelahiran 13 September 1985 ini. (rie)

*Syukuran HUT Bhayangkara Meriah

NGABANG. Jajaran Polres Landak memperingati hari Bhayangkara ke 63 tahun 2009 tidak menggelar upacara tapi diganti acara syukuran bersama di ruang Balai Kemitraan Masyarakat Mapolres Landak. Jajaran Pemkab Landak, Muspida, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan lainnya.
Amanah Kapolri tertulis yang dibacakan Kapolres AKBP Drs Tony Ep Sinambela Msi diantaranya menegaskan, bahwa pembangunan Polri ke depan tidak sebatas menitik beratkan paca pencitraan Polri semata, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek keamanan dalam negara secara keseluruhan, dengan mempertimbangkan tuntutan kebutuhan masyarakat dan tantangan global termasuk pengamanan wilayah perbatasan. “Serta menegaskan komitmen Polri dalam pengamananan jalanya Pemilu 2009 serta menjaga netralitas Polri dalam Pemulu tahun ini,”ungkap Tony.
Menurut dia, 63 tahun bukanlah waktu yang singkat dan mudah untuk dilalui dalam dinamika yang telah mewarnai sejaraah perjalanan Polri, dalam pengandiannya kepada masyarakat tentu banyak yang telah diraih. Namun juga tak sedikit yang mesti dibenahi, perjalanan waktu tersebut telah mematangkan karakter pengabdian Polri dengan berbagai perubahan, menjadikan Polri senantiasa bersikap adaptif dan akomodatif terhadap berbagai perubahan. “Yang senantiasa menuntut Polri untuk senantiasa meningkatkan kualitas kinerjanya secara profesional dalam pengandiannya kepada bangsa dan negara,” tegas dia.
Untuk itu, pada peringatan hari Bhayangkara ke 63 ini dari lubuk hati yang paling dalam, selalu pimpinan Polri menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh aparat/instansi pemerintah, TNI dan seluruh warga masyarakat. “Bila sampai saat ini masih terdapat tindakan anggota Polri yang menciderai masyarakat, kami senantiasa berupaya untuki memperbaiki diri sehingga dapat memberikan pengandian yang terbaik kepada masyarakat,” tegas Tony.
Terpisah, tokoh masyarakat Landak, Iskandar M Haris menilai, kepolisian sudah sudah bekerja dengan baik, dan sudah menegakan hukum dengan baik. Artinya dengan HUT Polri 63 diharapkan bahwa polisi betul-betul meningkatkan keprofesionalnanya. “ karena umur 63 ini yang bukan lagi balita. Tapi sudah tua, artinya kinerjaa kepolisian dituntut, baik mulai dari aspek pengayoman, perlindungan mapun pembinaanya kepada masyarakat,” tegas Iskandar yang juga Wakil Ketua Forum Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM) Ngabang ini.
Sementara itu, di acara syukuran itu dilakukan pemotongan tumpeng oleh Kapolres dan istrinya, kemudian pembagian hadiah dalam pertandingan olahraga dan memasak kaum laki-laki. (rie)
NGABANG. Penerimaan siswa baru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak dibenarkan untuk memungut biaya karena seluruh sekolah telah mendapatkan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) yang dapat digunakan untuk penerimaan siswa baru. “Untuk itu penerimaan siswa baru mulai SD dan SMP digratiskan. Penerimaan dibuka 1 -10 Juli,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Landak Aspansius, Sip ditemui Equator, dua hari lalu.
Lain halnya dengan SMA, boleh menerima biaya pendaftaran asal ada kesepakan Kepala sekolah, Guru, Komite dan orang tua siswa karena SMA sederajat tidak ada bantuan dana penerimaan muritd baru baru. “Seluruh sekolah akan menerima siswa baru mulai hari ini, untuk itu penerimaan siswa tidak dipungut biaya apapun kecuali setelah siswa lulus kemungkinan setiap sekolah ada pembayaran untuk kepentingan siswa itu sendiri, seperti pakaian seragam sekolah dan pakaian olahraga,” tegasnya.
Aspan juga menyingung siswa SD dan SMP yang belum beruntung pada UN lalu agar mengikuti paket A dan B yang akan dilaksanakan hari ini. Aspansius mengharapkan dengan dibukanya penerimaan siswa baru hari ini maka diharapkan kepada seluruh masyarakat Landak agar memasukkan anaknya di pendidikan pormal, baik SD, SMP maupun SMA. “Kitra harus mengikuti perogram wajib belajar sembilan tahun dan mempersiapkan diri dengan program 12 tahun dan saya menghimbau kepada orang tua agar memasukan anak-anaknya kesekolah,” harapnya.
Terpisah, Kasi Pendidikan Nonformal dan Informal F Pilik A.Ma.Pd jumlah siswa yang mengikuti paket A berjumlah 244 se Kabupaten Landak sedangkan paket B berjumlah 199 peserta. “Peserta di Kecamtan Ngabang hanya 13 orang, sengah Temila 125 orang, untuk kecamatan lain belum ada yang melaporkan, kita masih menuggu informasinya,” ujarnya saat ditemui Senin (29/6) diruang kerjanya kemarin. Untuk ujian paket A dan B di Kecamatan Ngabang akan dilaksanakan di SMP Maniamas Ngabang. Sedangkan di kecamatan Sengah Temila akan dilaksanakan di SMP Harapan Pahauman. “Jadi Paket ini akan dilaksanakan di kecamatan masing-masing,” tandas dia. (rie)
Copyright © 2009 www.harianequatorlandak.blogspot.com. All Rights Reserved. by Templates Jaring Borneo