*Dari Pileg Ada Kenaikan 27 Persen
NGABANG. Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Presiden (Pilres) berjumlah 242.349 pemilih. Sedangkan DPT Pemilu Legislatif (Pileg) lalu 239.614 pemilih, berarti ada kenaikan sebanyak 2.735 pemilih baru atau mencapai 27,35 persen. Dari 13 kecamatan, tambahan pemilih yang meningkat yakni Sengah Temila, Kuala Behe dan Mandor.
“DPT ini kita hasil dari coklit yakni mencoretan nama ganda, warga yang sudah pindah, meninggal dunia. Sedangkan pemilih baru yakni adanya pemilih pemula, pemilih yang tak terdaftar saat Pileg,” kata Pokja Pendataan KPU Landak, Dra. Theresia Ms Ursus dikonfirmasi awak koran ini di kantornya, Senin (8/6) kemarin.
Theres mengatakan, dari masing-masing kecamatan yang ada, jumlah presentase kenaikan pemilih yang dikatakan tinggi ada tiga kecamatan yaitu Sengah Temila naik 4,53 persen, Kuala Behe 4,62 persen dan Mandor 2,78 persen. Sedangkan kecamatan lainnya tidak terlalu banyak kenaikan. Mengapa ada kenaikan pemilih? diantaranya bersumber dari pendaftaran lagi yang mungkin saat Pileg mereka tak terdaftar dan sekarang terdaftar, ditambah lagi para pemilih pemula. “Nah ini diantaranya penambahan DPT Pilres kita,” ujar Theres.
Adapun DPT Pilres Landak dari 242.349 terdiri laki-laki 126.148 dan perempuan 116.201. Sedangkan masing-masing kecamatan jumlah DPT nya yakni, untuk Ngabang 45.439 pemilih, Jelimpo 17.457 pemilih, Sebangki 11.839 pemilih, Sengah Temila 39.896 pemilih, Mandor 20.337 pemilih, Menjalin 13.034 pemilih, Mempawah Hulu 23.561 pemilih, Sompak 9.727 pemilih, Menyuke 20.159 pemilih, Banyuke Hulu 8.392 pemilih, Meranti 6.651 pemilih, Air Besar 15.553 pemilih dan Kuala Behe 10.304 pemilih. “Ini lah rekapitualsi DPT Pilres tahun 2009 yang ditetapkan tanggal 28 Mei oleh KPU Landak,” tandas Theres. (rie)
*Sering Ditangkap Tapi Tak Kapok
NGABANG. Jajaran Polres Landak kembali melakukan penggerebekan terhadap pabrik arak milik Koces, Minggu (7/6) di Desa Engkadu’ Kecamatan Ngabang, Landak. Tapi sangat disayangkan tersangka Koces tak ada ditempat alias kabur dan hanya berhasil mengamankan barang bukti berupa 46 drum beisi tapai, satu tabung gas, satu kompresor dan 10 jerigen berisi arak dan tajok. Tersangka Koces sudah sering ditangkap polisi tapi yang ketiga kalinya saat ini berhasil kabur. Pertama kasus yang sama ditanggap hanya diberikan pengarahan, kedua ditangkap tapi barang bukti tak mendukung untuk dinaikan di pengadilan karena masih berbentuk tapai belum arak. Kali ini ketiga dia berhasil kabur dan terus diburu polisi.
Operasi penggerebekan langsung dipimpin Kapolres AKBP Drs Tony Ep Sinambela, M.Si yang didampingi Kasat Reskrim, Kabag Ops dan perwira lainnya. “Saat kita menggerebek, lokasi pembuatan arak sudah tak ada aktivitaa, hanya ada drum yang berisi masih bentuk tapai. Tapi jarak 50 meter ada rumah baru nya berhasil kita temukan 10 jerigen berisi arak dan tajok,” ungkap Kasat Reskrim AKP Hujra Soemena Sik kepada wartawa di kantornya, kemarin.
Operasi yang dilakukan kali ini tersangka Koces tidak bisa berdalih lagi karena dikediamannya ditemukan barang bukti yang sudah jelas bukan lagi bentuk tapai yang sudah mengarah barang bukti. Kendati dia masih kabur, polisi tetap akan melakukan pemanggilan dan bertanggungjawab. Karena dia melanggar undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan sesuai dengan pasal 80 ayat 4. adapun ancaman tersangka akan dijerat hukuman penjara sekurang-kurangnya 15 tahun. “ Kita berharap kepada tersangka agar segera menyerahkan diri ke Polres Landak untuk diminta pertanggung jawabannya,” tegas Hujra. (rie)
NGABANG. Jajaran Polres Landak kembali melakukan penggerebekan terhadap pabrik arak milik Koces, Minggu (7/6) di Desa Engkadu’ Kecamatan Ngabang, Landak. Tapi sangat disayangkan tersangka Koces tak ada ditempat alias kabur dan hanya berhasil mengamankan barang bukti berupa 46 drum beisi tapai, satu tabung gas, satu kompresor dan 10 jerigen berisi arak dan tajok. Tersangka Koces sudah sering ditangkap polisi tapi yang ketiga kalinya saat ini berhasil kabur. Pertama kasus yang sama ditanggap hanya diberikan pengarahan, kedua ditangkap tapi barang bukti tak mendukung untuk dinaikan di pengadilan karena masih berbentuk tapai belum arak. Kali ini ketiga dia berhasil kabur dan terus diburu polisi.
Operasi penggerebekan langsung dipimpin Kapolres AKBP Drs Tony Ep Sinambela, M.Si yang didampingi Kasat Reskrim, Kabag Ops dan perwira lainnya. “Saat kita menggerebek, lokasi pembuatan arak sudah tak ada aktivitaa, hanya ada drum yang berisi masih bentuk tapai. Tapi jarak 50 meter ada rumah baru nya berhasil kita temukan 10 jerigen berisi arak dan tajok,” ungkap Kasat Reskrim AKP Hujra Soemena Sik kepada wartawa di kantornya, kemarin.
Operasi yang dilakukan kali ini tersangka Koces tidak bisa berdalih lagi karena dikediamannya ditemukan barang bukti yang sudah jelas bukan lagi bentuk tapai yang sudah mengarah barang bukti. Kendati dia masih kabur, polisi tetap akan melakukan pemanggilan dan bertanggungjawab. Karena dia melanggar undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan sesuai dengan pasal 80 ayat 4. adapun ancaman tersangka akan dijerat hukuman penjara sekurang-kurangnya 15 tahun. “ Kita berharap kepada tersangka agar segera menyerahkan diri ke Polres Landak untuk diminta pertanggung jawabannya,” tegas Hujra. (rie)
*22-24 Juni POPDA Landak Digelar
NGABANG. Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Kabupaten Landak akan digelar 22-24 Juni mendatang. Diharapkan dari 13 kecamatan yang ada harus mengirimkan peserta. Karena sebelumnnya masing-masing kecamatan sudah melakukan seleksi.
“POPDA kabupaten berdasarkan kesepakatan rapat dari perwakilan kecamatan, digelag 22-24 Juni. Kita berharap masing-masing kecamatan mengirim peserta. Karena kunci sukses kegiatan adalah jumlah peserta,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Landak, Drs Lukas Kanoh MM kepada wartawan di kantornya, Senin (8/6) kemarin.
Menurut Lukas, untuk tahun ganjil tahun ini cabang olahraga dalam POPDA yakni atletik dan renang. Untuk atletik meliputi lempar cakram, tolak peluru, lompat jauh, lompat tinggi, lempar lembing, dan lari. Sedangkan renang dengan gaya bebas dan dada.
“Jadi tahun ganjil ini cabang olagraga yang digelar atelitik dan renang. Kalau tahun genab olahrag bola dan lainnya,” terang Lukas.
Saat ini masing-masing kecamatan mengelar seleksi peserta untuk dikirim POPDA Landak. Misalnya yang sudah menggelar adalah kecamatan Ngabang dan Sengah Temila. Sedangkan pihak panitia POPDA kabupaten sendiri sedang mempersiapkan sarana dan prasarana seperti lapangan dan penginapan kontingen. “Karena sekitar dua minggu lagi, kegiatan sudah kita gelar. Jadi kita berharap masing-masing kecamatan dapat mengirimkan kontengannya,” tegas Lukas.
Sementara itu Kasi Olahraga Disporbudpar, Abdul Hadi juga menambahkan, saat ini kecamatan yang sudah melakukan konfiramasi mengirimkan peserta POPDA Landak diantaranta Ngabang, Sengah Temila, Jelimpo, Sebangki dan Menjalin. “Sementara kecamatan lain masih kita tunggu informasinya. Kita berjharap semua kecamatan agar mengirim kontingen, demi untuk mencari peserta yang akan dikirim tingkat provinsi,” tegas Hadi begitu ia disapa.
*POPDA Kecamatan Ngabang
Hasil seleksi POPDA Kecamatan Ngabang yang digelar 6-7 Juni didominasi SMA Maniamas. Hampir seluruh cabang olahraga dimenangkan sekolah tersebut. Kegiatan dipusatkan di lapangan olahraga Maniamas. Hanya saja di cabang olahraga renang di pusatkan di kolam renang Robema. “Seleksi POPDA yang dilaksanakan selama dua hari berjalan dengan lancar dan sukses Dari hasil seleksi tersebut hampir diseluruh cabang olehraga dimenangkan sekolah Maniamas,” kata Ketua Panitia POPDA Ngabang, Igolius Teleng.
Adapun pesertanya sebanyak 13 sekolah yang mengikuti seleksi tersebut SMA, MI, SMK dan SMP yang terbanyak mengumpulkan mendali mas yaitu SMA Maniamas Ngabang dengan 7 mendali mas SMK Maniamas 5 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Kemudian disusul SMAN 1 meraih 4 emas, dan 4 perunggu. SMA Makedonia 1 emas, 4 perak dan 3 perunggu. SMP 3 Ngabang, 1 emas, 2 perunggu, SMPK Makedonia 1 emas. SMPN 1 1 emas. SMPN 4 1, emas. SMPN 2 1 perak dan 1 perunggu. SMP Maniamas 1 perak. MAN Ngabang 1 perak. SMKN 1 peark. SMA Pelita Ngabang 1 perunggu. (rie)
NGABANG. Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Kabupaten Landak akan digelar 22-24 Juni mendatang. Diharapkan dari 13 kecamatan yang ada harus mengirimkan peserta. Karena sebelumnnya masing-masing kecamatan sudah melakukan seleksi.
“POPDA kabupaten berdasarkan kesepakatan rapat dari perwakilan kecamatan, digelag 22-24 Juni. Kita berharap masing-masing kecamatan mengirim peserta. Karena kunci sukses kegiatan adalah jumlah peserta,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Landak, Drs Lukas Kanoh MM kepada wartawan di kantornya, Senin (8/6) kemarin.
Menurut Lukas, untuk tahun ganjil tahun ini cabang olahraga dalam POPDA yakni atletik dan renang. Untuk atletik meliputi lempar cakram, tolak peluru, lompat jauh, lompat tinggi, lempar lembing, dan lari. Sedangkan renang dengan gaya bebas dan dada.
“Jadi tahun ganjil ini cabang olagraga yang digelar atelitik dan renang. Kalau tahun genab olahrag bola dan lainnya,” terang Lukas.
Saat ini masing-masing kecamatan mengelar seleksi peserta untuk dikirim POPDA Landak. Misalnya yang sudah menggelar adalah kecamatan Ngabang dan Sengah Temila. Sedangkan pihak panitia POPDA kabupaten sendiri sedang mempersiapkan sarana dan prasarana seperti lapangan dan penginapan kontingen. “Karena sekitar dua minggu lagi, kegiatan sudah kita gelar. Jadi kita berharap masing-masing kecamatan dapat mengirimkan kontengannya,” tegas Lukas.
Sementara itu Kasi Olahraga Disporbudpar, Abdul Hadi juga menambahkan, saat ini kecamatan yang sudah melakukan konfiramasi mengirimkan peserta POPDA Landak diantaranta Ngabang, Sengah Temila, Jelimpo, Sebangki dan Menjalin. “Sementara kecamatan lain masih kita tunggu informasinya. Kita berjharap semua kecamatan agar mengirim kontingen, demi untuk mencari peserta yang akan dikirim tingkat provinsi,” tegas Hadi begitu ia disapa.
*POPDA Kecamatan Ngabang
Hasil seleksi POPDA Kecamatan Ngabang yang digelar 6-7 Juni didominasi SMA Maniamas. Hampir seluruh cabang olahraga dimenangkan sekolah tersebut. Kegiatan dipusatkan di lapangan olahraga Maniamas. Hanya saja di cabang olahraga renang di pusatkan di kolam renang Robema. “Seleksi POPDA yang dilaksanakan selama dua hari berjalan dengan lancar dan sukses Dari hasil seleksi tersebut hampir diseluruh cabang olehraga dimenangkan sekolah Maniamas,” kata Ketua Panitia POPDA Ngabang, Igolius Teleng.
Adapun pesertanya sebanyak 13 sekolah yang mengikuti seleksi tersebut SMA, MI, SMK dan SMP yang terbanyak mengumpulkan mendali mas yaitu SMA Maniamas Ngabang dengan 7 mendali mas SMK Maniamas 5 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Kemudian disusul SMAN 1 meraih 4 emas, dan 4 perunggu. SMA Makedonia 1 emas, 4 perak dan 3 perunggu. SMP 3 Ngabang, 1 emas, 2 perunggu, SMPK Makedonia 1 emas. SMPN 1 1 emas. SMPN 4 1, emas. SMPN 2 1 perak dan 1 perunggu. SMP Maniamas 1 perak. MAN Ngabang 1 perak. SMKN 1 peark. SMA Pelita Ngabang 1 perunggu. (rie)

*Polres Latihan Bersama
NGABANG. Halaman Mapolres Landak mendadak tegang, Sabtu (6/6) pagi terjadi perkelahian hebat, polisi langsung melakukan pengamanan. Pelaku berusaha melakukan perlawanan sehingga polisi terpaksa mengeluarkan senjata api untuk melumpuhkan pelaku dan berhasil di ringkus kemudian digiring di Mapolres.
Demikian salah satu latihan penggunaan kekuatan bagi anggota Polri dalam rangka menjalankan Peraturan Kapolri (Perkap) No. 1 tahun 2009 yang langsung di pimpin Waka Polres Kompol Abas Basuni SIK dengan melibatkan 10 Polsek se Kabupaten Landak.
“Perkap No. 1 tahun 2009 mengenai penggunakan kekuatan bagi tindakan kepolisian, tujuan untuk melindungi korban kejahatan, masyarakat sekitar lokasi kejadian perkara (TKP) dan terhadap anggota polisi sendiri,” terang Kapolres AKBP Drs Tony Ep Sinambela MSi kepada wartawan di kantornya, Sabtu (7/6).
Perkap ini sebagai perlindungan Polri dalam melakukan tugas operasional dengan menggunakan kekuatan yang ada pada polisi, misalnya saat menangkap penjahat tiba-tiba terjadi perlawanan dengan menggunakan senjata, berarti polisi juga bisa menggunakan senjata yang setara juga. Jika penjahat menggunakan melakukan penembakan, polisi juga bisa melakukan penembakan dan salah satu tindakan ini dilindungi Perkab No 1 tersebut. “Sebenarnya di KUHP juga ada perlindungan. Tapi ditegaskan lagi dengan Perkap, dengan tujuan untuk memberikan perlindugan kepada korban kejahatan, masyarakat di TKP dan anggota polisi sendiri yang melakukan penagkapan kejahatan,” Tony.
Ia menambahkan, Perkap No 1 tahun 2009 ini merupakan kekuatan hukum dalam langkah-langkah jika ada penjahat yang melakukan perlawanan terhadap polisi. Artinya, jika penjahat saat akan dilumpuhkan berduel atau lainnya, polisi juga harus siap melakukan tindakan sama dan segera melumpuhkan. “Nah ini salah satu kekuatan hukum kita dalam melakukan tugas operasional menangkap penjahat,” tandas Tony. (rie)

*Warga Bisa Promosikan Jagung
MEMAPAWAH HULU. Kabar menggembirakan bagi masyarakat di kawasan Kecamatan Mempawah Hulu dan Banyuke Hulu. Rencana pemerintah akan menjadikan jalan lintas internasional tembus Indonesia-Serawak Malaysia. Khusus petani tanaman jagung di Desa Tunang dan sekitarnya bisa dengan mudah mempromosikan terhadap warga luar negeri. “Rencana pak Gubenur, jalan dari Anjungan, Simpang Tiga, Bengkayang dan Ledo akan dijadikan jalan Internasional. Jadi orang Serawak dan lainnya akan melintasi jalan Mempawah Hulu ini,” ungkap Bupati Landak DR Adrianus Asia Sidot saat memberikan sambutan acara panen jagung di Desa Tunang Kecamatan Mempawah Hulu, baru-baru ini.
Jika jalan di kawasan tersebut sudah disulap jadi jalan Internasional, ibu-ibu bisa mengemas berbagai makanan kecil dari bahan jagung yang bisa dijadikan oleh-oleh. Makanan bisa saja di gantung di pinggir sepanjang jalan Internasional tersebut. “Di pingir jalan bisa dibuat pondok-pondok kecil seperti di gunung sehak. Kalau di sana hanya jual rebung saja, disini jual jagung, dengan macam-macam masakan untuk bahan oleh-oleh dengan ciri khas,”ujar Adrianus.
Menurut mantan Kadis Pendidikan ini, jagung adalah modal bagi petani yang bisa dijadikan berbagai macam makanan. Mulai dari jagung rebus, sampai kue, roti dan sebagainya. Untuk itu, Pemkab Landak berjanji akan menjajaki alat-alat untuk pengolahan jagung ini. “Mudah-mudahan tahun depan setelah dijajaki ada hasil, maka jagung bisa diolah sebagai tepung untuk bahan makanan. Kalau pak SBY (Presiden,red) mempopulerkan sukun sebagai sumber karbohitdrat. Kita di Landak juga bisa populerkan jagung sebagai makanan khas,” ungkap Adrianus.
Pria jebolan doktoral Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung ini meminta kepada petani jagung yang ada di Kecamatan Mempawah Hulu agar bersungguh-sungguh untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pertanian. “Karena dalam program Pemkab Landak pertanian menjadi dasar utama dan landasan pokok pembangunan ekonomi di Negeri Intan ini,” tegas dia.
Ia menambahkan, Desa Tunang adalah daerah yang sudah ditetapkan Pemkab Landak sebagai kawasan produksi tanaman jagung. Maka kepada ibu-ibu PKK Kabupaten Landak akan diperintahkan untuk membina PKK yang ada di Mempawah Hulu untuk dilatih pengelolaan makanan jagung. “Mudah-mudahan ibu-ibu bisa langsung praktek bagaimana cara membuta kue dari jagung,” tandas Adrianus. (rie)

*Pemkab harus Alokasikan Dana Jaringan
NGABANG. Kabar menggembirakan bagi warga Kota Ngabang yang selama ini kesulitan air bersih sampai gunakan sumur bor. Saat ini pembangunan instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Landak sudah rampung. Tapi Pemkab mesti mengalokasikan anggaran sekitar Rp.10 sampai 12 miliar untuk pembangunan jaringan distribusi. “Instalasi ini bantuan provinsi melalui APBN, kami harapkan dapat digunakan dengan baik. Tapi tak akan sempurna digunakan jika tidak ditunjang dari kontribusi Pemda Landak untuk pembanguan jaringan distribusinya. Jadi kalau soal kapan digunakan tergantung Pemda. Memang kita ada bangun jaringan sampai di Pal II dan masuk di komplek perumahan tapi belum semua,” terang Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Kalbar, Bride Suryanus Alorante kepada wartawan usai uji coba intake instalasi pengolaan air minum yang langsung diserah terimakan kepada Pemkab Landak, Jumat (5/6).
Bride menjelaskan, pembangunan inslatasi pengolaan air ini memang cukup lama karena secara bertahan seseuai anggaran yaitu tahun 2003-2004 dan baru rampung pembenahan 2008 lalu. Sehingga untuk uji cobanya baru bisa dilaksanakan tahun ini. Sumber air baku diambil dari sungai Maung atau air merah di Desa Mungguk Kecamatan Ngabang, sekitar 13 kilometer dari lokasi pengolahan. “Jadi tahap awal memang dibangun intake atau alat penagkapan air dari lokasi sumbernya dan ditarik di pengolaan di Jalan Mungguk,” ujar Bride.
Untuk itu, saat ini instalasi dari sumber air sampai di pengolaan sudah terbangun, berarti tinggal pembangunan jaringan distribusi sampai di penjuru Kota Ngabang ini. Maka dari itu, pastinya Pemkab Landak harus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jaringan. “Kalau sampai masuk di rumah tangga pastinya dibebankan kepada konsumen, tapi untuk jaringan induk kan harus dibangun. Kalau menurut hitungan kasar dari konsultan sekitar Rp.10-12 miliar,” kata Bride.
Menurut Bride, dana Rp.10 miliar jika untuk pelayanan warga Kota Ngabang tidak besar dibanding kabupaten lain seperti di Bengkayang saja Rp.40 miliar dan Nanga Pihoh pun demikian cukup besar. “Jadi Pemkab Landak saya pikir tidak keberatan dengan jumlah anggaran yang masih dikatakan kecil itu,” ujar Bride.
Bride juga berharap perhatian dari Pemkab Landak jangan buru-buru memikirkan PAD dari PDAM yang baru terbangun ini, tapi agar bisa melihat dari sisi pelayanan kepada masyarakat terlebih dahulu. “Macam bangun jalan kan tidak melihat profitnya tapi dari sehi pelayanan. Jadi jika jaringan sudah terbanahi, konsumen sudah ada, menejeman dibenahi bisa melakukan fit and propert test untuk menjaringan direktur. Nah baru mikirkan pendapatan,” tegas Bride.
Wakil Bupati Agustinus Sukiman SH dalam sambutannya mengatakan, sistem penyediaan air minum khususnya di Kota Ngabang saat ini dikelola oleh BUMD. Sehingga Pemkab Landak sendiri sudah menetapkan Perda No.10 tahun 2007 tentang pendirian PDAM. “Jadi pengelolaan air minum untuk Kabupaten Landak sudah jelas payung hukumnya,” terang Sukiman.(rie)
WARGA Ngabang jangan lagi meragukan sumber air baku yang digunakan PDAM Landak. Karena sudah dilakukan uji labolaturium air layak dikonsumsi. Adapun sumber air yang akan diambil adalah dari Sungai Maung Desa Mungguk Kecamatan Ngabang yang jauh dari limbah PETI.
“Hasil lab sebelum diolah, data dari provinsi dan konsultan tahun 2006 lalu air sudah layak, hanya PH yang rendah dan harus dinaikan dengan membubuhkan bahan kimia tertentu,” kata Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum Kalbar, Bride Suryanus Alorante kepada awak koran ini di Ngabang, kemarin.
Menurut Bride, untuk sekarang ini pihak konsultan juga sudah membandingkan sudah ada perubahan air. Artinya kalau tahun 2006 lalu masih berwarna kemerahan sekarang sudah berkurang. “Mungkin dulu merah karena dampak akar kayu, sekarang sudah berkurang sehingga air juga mulai jernih,” kata Bride.
Kemudian di Sungai Maung juga jauh dari limbah PETI yang selama ini banyak dikeluhkan warga Landak. Sehingga sungai Maung ini bisa dikatakan salah satu sumber air yang layak untuk dikelolaah di PDAM sebagai sarana air minum. “Saat ini air yang sudah mengalir di sebagian rumah warga Ngabang diambil dari sungai Merasak yang juga sangah bersih tapi hanya cukup untuk kawasan Desa Raja, bahkan mendistribusiannya dengan sistem gratifitasi dari dareah tinggi,” kata Bride.
Sedangkan untuk kawasan pasar Ngabang saat ini air yang mengalir dimbil dari Sungai Landak, dengan cara ditarik dan dikelola oleh PDAM. “Jadi, untuk ke depan jika sumber dari Sungai Maung sudah beroperasi, berarti yang dari sungai Landak tak lagi digunakan, sementara dari sungai Merasak agar digunakan terus, selain kondisi air yang sangat layak. Juga tidak banyak memerlukan operasional karena dengan sistem gratifitasi saja,” tandas Bride. (rie)
“Hasil lab sebelum diolah, data dari provinsi dan konsultan tahun 2006 lalu air sudah layak, hanya PH yang rendah dan harus dinaikan dengan membubuhkan bahan kimia tertentu,” kata Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum Kalbar, Bride Suryanus Alorante kepada awak koran ini di Ngabang, kemarin.
Menurut Bride, untuk sekarang ini pihak konsultan juga sudah membandingkan sudah ada perubahan air. Artinya kalau tahun 2006 lalu masih berwarna kemerahan sekarang sudah berkurang. “Mungkin dulu merah karena dampak akar kayu, sekarang sudah berkurang sehingga air juga mulai jernih,” kata Bride.
Kemudian di Sungai Maung juga jauh dari limbah PETI yang selama ini banyak dikeluhkan warga Landak. Sehingga sungai Maung ini bisa dikatakan salah satu sumber air yang layak untuk dikelolaah di PDAM sebagai sarana air minum. “Saat ini air yang sudah mengalir di sebagian rumah warga Ngabang diambil dari sungai Merasak yang juga sangah bersih tapi hanya cukup untuk kawasan Desa Raja, bahkan mendistribusiannya dengan sistem gratifitasi dari dareah tinggi,” kata Bride.
Sedangkan untuk kawasan pasar Ngabang saat ini air yang mengalir dimbil dari Sungai Landak, dengan cara ditarik dan dikelola oleh PDAM. “Jadi, untuk ke depan jika sumber dari Sungai Maung sudah beroperasi, berarti yang dari sungai Landak tak lagi digunakan, sementara dari sungai Merasak agar digunakan terus, selain kondisi air yang sangat layak. Juga tidak banyak memerlukan operasional karena dengan sistem gratifitasi saja,” tandas Bride. (rie)