*Lomon: Mereka Lulus CPNS

Ngabang, Equator
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Landak secara resmi mengumumkan 10 orang yang dianggap tidak memenuhi menjadi calon legislatif (caleg). Namun, nama mereka tetap masuk di dalam surat suara, jika hari pencontrengan 9 April mendatang mereka masih mendapat suara, maka suara dianggap sah dan masuk untuk partainya.
“Jadi kita sampaikan DCT yang dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat, karena mereka diterima menjadi CPNS dan telah mengundurkan diri. Berhubung mengundurkan diri sesudah 17 Desember 2008 lalu, maka nama mereka sudah tercetak di surat suara,” ungkap Pokja Pencelegkan KPU Landak Lomon S.Sos kepada Equator, kemarin.
Untuk itu, pihak KPU Landak sudah melayangkan surat nomor 199/KPU-L/III2009 tentang pengumuman DCT anggota DPRD Landak yang tidak memeuhi syarat sebagai calon tetap dalam Pemilu legislatif mendatang. “Jika 10 nama caleg tesebut masih mendapat suara, tetap dianggap sah hanya saja penghitungannya tidak akan dimasukan untuk caleg melainkan untuk partainya,” tegas Lomon.
Adapun 10 nama orang tersebut yakni, dari Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) Theresia Leni Y nomor urut 7 daerah pemilihan (dapil) Landak II dan Andus nomor urut 4 dapil Landak IV. Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) bernama Edi Pranoto SPd nomor urut 3 dapil Landak V. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) bernama Rasidi nomor urut 2 dapil Landak I dan Akiung AMd STh nomor urut 2 dapil Landak II. Partai Golongan Karya (Golkar) bernama Isidorus Helen Amd nomor urut 10 dapil Landak II. Partai Damai Sejahtera (PDS) bernama Rapia nomor urut 2 dapil landak III dan Rusmini nomor urut 3 dapil Landak I. Partai Indonesia Sejahtera (PIS) bernama Firmanus Amd,Kep nomor urut 2 dapil Landak I.
“Nah, itulah sembilan orang yang dinyatakan tidak memenuhi syarat dan sudah mengundurkan diri dari caleg karena mereka lulus CPNS, sedangkan yang kesepuluh dari Partai Kedaulatan atas nama Aren Pagea STh nomor urut 4 dapil Landak II, mengundurkan diri karena menjadi kapela desa Sebangki,” tandas Lomon. (rie)

*Berani, Tegas, Jujur dan Pintar

Ngabang, Equator
Tekat Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme Kabupaten Landak untuk meraih enam kursi di DPRD Landak pada Pemilu 2009 ini tidaklah sulit. Hal itu karena Caleg yang dipasang di lima daerah pemilihan (dapil) mempunyai kharisma yang mampuni dan berpengaruh di dalam kehidupan masyarakat.
Disamping hal tersebut karakteristik caleg PNI Marhaenisme Landak untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat tidak perlu diragukan lagi, karena dalam kehidupan kesehariannya sang caleg ini sudah banyak berjuang untuk kepentingan masyarakatnya.
“Untuk kemampuan beragumentasi caleg PNI Marhaenisme Landak mampu berdebat untuk kepentingan masyarakat, sehingga harapan masyarakat dapat terealisasi dengan mempercayakan aspirasi kepada PNI Marhaenisme,” ungkap Ketua PNI Marhaenisme Landak, Idrus Syah, SH yang juga Caleg Dapil I (Kecamatan Ngabang- Jelimpo) nomor urut satu, saat jumpa pers, belum lama ini.
Menurut Bung Idrus Syah, begitu ia disapa, semua ini tidak hanya isapan jempol belaka, tapi kenyataan yang berbicara. Hal itu menurut dia dapat dilihat dengan apa yang terjadi ditengah kehidupan masyarakat di Kabupaten Landak saat ini. Banyak contoh yang secara tidak terhormat dilakukan oleh oknum aparat, sehingga hukum dibuat lemah, dan bertindak arogansi kepada masyarakat yang lemah. “Itu terjadi karena pengawasan yang dilakukan oleh dewan sangat lemah, sehingga masyarakatnya sendiri teraniaya oleh oknum aparat, pak dewannya tidak mau peduli. Sungguh ini membuat kita sedih,” ujar Idrus.
PNI Marhaenisme dalam hal ini sangat komit untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, apalagi aspirasi itu terkait dengan mata pencaharian masyarakat menjadi perhatian yang diprioritaskan untuk diperjuangkan. “Seperti pencaharian masyarakat yang tinggal diperdalaman dimana mata pencaharian sebagai tempat mereka menyandarkan kehidupannya adalah pekerja kayu, mendulang emas dan intan, serta aktivitas lainnya,” urai Idrus mantan anggota Polri ini.
Bung Idrus juga menyinggung saat ini Indonesia khususnya di Landak terkena imbas krisis ekonomi global, sehingga membuat rakyat hampir tak berdaya dan jalan keluar bagi masyarakat untuk menghadapi krisis ini adalah menjual kayu hasil olahan dari kebun mereka sendiri, dan mendulang emas atau intan di dasar sungai. “Namun pekerjaan masyarakat yang hanya sebatas mencari makan atau malah ironisnya kayu yang diperuntukkan untuk membuat rumah, juga tak luput dari target oknum polisi dalam memberantas illegal logging. Apa iya, apa benar ” tanya Bung Idrus.
Oleh karena itu, ia sangat komit untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat, dan pihaknya merasa yakin dengan caleg-caleg PNI Marhaenisme dapat melakukannya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Disamping mengusung hal tersebut, PNI Marhaenisme Kabupaten Landak juga memperjuangan agar Pemkab Landak melakukan pembinaan kepada anak-anak muda kita yang berbakat dibidang olah raga maupun anak-anak yang pintar namun tidak punya biaya, agar dapat disekolahkan, dan dibina dengan menggunakan biaya Negara. “Begitupun terhadap budaya, juga harus menjadi perhatian yang serius pihak Pemkab Landak mengingat budaya adalah cerminan jati diri sukubangsa, wajib untuk dilestarikan, sebab hancurnya sebuah bangsa adalah disebabkan lemahnya pembinaan kepada budaya mereka sendiri,” kupas Bung Idrus. (rie/pk)
TIM Pemkab dan DPRD Landak yang menangani soal aspirasi guru honor agama kristen yang ‘ngerengek’ dianggat menjadi CPNS terus berjuang. Setelah menghadap BKD Provinsi Kalbar untuk minta rekomendasi, maka rencana tim akan bertolak ke Menpan Jakarta untuk menyampaikan aspirasi sekitar 200 guru honor agama ini.
Menurut Wakil Ketua DPRD Landak Klemen Apui yang juga ikut berangkat ke BKD Provinsi mengatakan hasil dari kunjungan tim ke BKD Provinsi, tim meminta rekomendasi dari Provinsi untuk pengangkatan guru agama Kristen tersebut. “Kemudian, kita juga meminta BKD Provinsi supaya bisa sama-sama berangkat ke Jakarta guna menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) yang akan dilaksanakan setelah Pemilu guna memperjuangkan tuntutan guru agama Kristen tersebut,” ujar Apui.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Landak Marcos Lahiran S.Sos dikonfirmasi membenarkan bahwa tim Kabupaten memang sudah berangkat ke Provinsi untuk memperjuangkan aspirasi dari guru agama Kristen tersebut. “Guru agama Kristen Protestan dan Katolik ini sudah mendapat rekomendasi dari Bupati Landak yang isinya menyarankan kepada pihak-pihak terkait, baik Pemprov maupun Menpan supaya bisa memfasilitasi para guru agama Kristen ini. Apakah mereka ini nanti bisa diterima menjadi tenaga honor, hal ini sangat tergantung formasi dari pusat,” terang Marcos.
Marcos menambahkan jumlah guru agama Kristen Katolik dan Protestan itu berjumlah sekitar 241 orang. Sedangkan guru agama Islam belum ada yang mengusulkan. (rie)
PELANTIKAN pejabat eselon IV di lingkungan Pemkab Landak hingga saat ini belum ada kejelasan. Sebelumnya dijadwalkan Maret tapi molor. Namun Badan Kepegawaian dan Pelatihan Landak sudah mempersiapkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dan naskah pelantikan. “Kita masih menunggu kesiapan Bupati Landak untuk melakukan pelantikan, kalau bisa sebelum Pemilu legislatif ini,” kata Kepala Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Landak Marcos Lahiran,S.Sos dikonfirmasi dikantornya, kemarin.
Menurut dia, dari jumlah 335, pejabat eselon IV yang baru bisa terisi sekitar 143 orang. “Jabatan di eselon IV ini yaitu Kasi, Kasubid dan Kasubag. Untuk menduduki jabatan eselon IV inipun harus memenuhi syarat-syarat yakni minimal pangkatnya IIIb, IIIc dan IIId. Sedangkan bagi mereka yang masih IIIa tidak bisa kita angkat menjadi pejabat eselon IV,” jelasnya.
Maka, sekitar April ini, PNS dengan pangkat IIIc ini akan naik dijabatan eselon IV. Kemungkinan saja sekitar bulan Mei atau Juni baru ada pelantikan lagi. “Jadi pelantikan ini kita lakukan bertahap, sehingga SOPD di Landak ini semuanya bisa terpenuhi. Sebab 335 orang itu tidak bisa kita isi sekaligus karena PNS di Landak ini masih sedikit yang memenuhi syarat,” kata dia. (rie)
*Sejak Berdirinya Kejari Ngabang

Ngabang, Equator
Sejak berdiri Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngabang, kasus tindak pidana korupsi pertama yang berhasil diungkap adalah korupsi pengadaan bibit sawit di Dusun Singkut Buluh Desa Rabak Kecamatan Sengah Temila yang menyeret mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Landak Ir. MC. Kardjono dan Direktur CV. Chana Graha Jaya, Sadar Shite ST. “Ini kasus tindak pidana korupsi pertama sejak Kejaksaan berdiri yang sampai di meja sidang,” ujar Kajari Ngabang SR Nasution SH MH dikonfirmasi wartawan di kantornya, Rabu (1/4) kemarin.
Sidang putusan dua berkas yakni terdakwa Kardjono dan Sadar Shite akan digelar 8 April mendatang. Awalnya dijadwalkan 25 Meret, tapi dipending karena orang tua Ketua Pengadilan Negeri Mempawah meninggal dunia. Sedangkan tututan terhadap dua terdakwa mereka telah UU Republik Indonesia No.20 tahun 2001 perubahan atas UU.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Pidana penjara minimal 1 tahun 2 bulan atau denda Rp.50 juta. Namun hasilnya masuh menunggu sidang putusan 8 April nanti,” kata Nasution.
Dijelaskan Nasution yang didampingi Kasi Pindus Kliwon Sugiyanta SH, kasus ini berawal hasil laporan dari masyarakat bahwa pengadaan bibit sawit ini adalah fiktif. Sehingga pihak Kejari melakukan penyelidikan di lapangan dengan mengumpulkan sejumlah data dan mengevaluasi dan mengarah kepada penyimpangan. “Jadi tahap awal kita waktu itu kita lakukan proses penyelidikan dan pemanggalan saksi-saksi,” kata Kliwon.
Kemudian, proses penyelidikan mendapat kesimpulan anggaran yang diduga dilakukan fiktif berjumlah Rp.106 juta, namun setelah dilakukan peneyelidikan mendalam dilapangan, ternyata ada bibit sawit yang ditanam sehingga untuk menentukan kerugian negera, maka dilakukan audit BPKP. “Jadi kerugian negara berjumlah Rp.8,5 juta lebih. Karena kekurangan bibit hanya 500 batang jika dihitung harga per batang sekitar Rp.15 ribu,” ungkap Nasution.
Diberitakan Equator sebelumnya, kasus korupsi pengadaan bibit sawit untuk masyarakat ini memang sempat menjadi polemik di Negeri Intan ini. Karena pro dan kontra, khususnya dari petani setempat sempat melayangkan tulisan yang ditandatangai Sekretaris Ketua Kelompok Tani kepada redaksi Equator Landak. Isi surat itu adalah mendukung Dinas Hutbun karena telah menyalurkan bibit sawit di Dusun Singkut Buluh Desa Rabak itu. Saat itu, terdakwa Kardjono masih aktif menjadi Kepala Dinas dan sekarang sudah pansiun dari PNS. Sedangkan terdakwa Sadar Shite selaku Direktur CV Chana Graha Jaya adalah perusahaan yang memenangkan lelang proyek pengadaan bibit sawit itu. (rie)
*Perangkat RPK untuk Polisi

POLRES Landak, Polsek Mandor dan Menyuke menerima bantuan perangkat menunjang kelancaran kinerja di Ruang Pelayanan Khusus (RPK) dari Badan Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Landak. Bantuan yang langsung diserahkan oleh Kepala Badan PP dan KB Landak Hj. Nyemas Srikandi kepada perwakilan Polsek dan Polres di ruang kerjanya, Selasa (1/4) kemarin. “Bantuan ini guna memberikan perlindungan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak,” kata Nyimas.
Adapun bantuan yang diserahkan yakni 1 set komputer, 1 unit printer, 1 buah meja komputer, 1 buah meja kerja/tulis, 1 buah dispenser, 1 buah filling cabinet, 1 buah kipas angina dan 1 buah kursi kerja. “Bantuan yang diberikan itu merupakan bentuk perhatian dari UNFPA kepada Pemberdayaan Perempuan di Landak. Bertujuan supaya korban dapat dilayani dengan baik selama korban melapor dan kerahasiaan korban dapat dijaga,” ujarnya.
Selain itu, petugas pada level unit pelayanan di tiga RPK dapat bekerja secara prima dan secara rutin dapat melapor secara triwulan setiap kasus kekerasan perempuan dan anak kepada bidang Pemberdayaan Perempuan untuk dilanjutkan ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI. “Harapan kami bantuan dapat dipelihara dengan baik dan kita dapat bekerjasama didalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Landak,”katanya. (rie)
*Antar SD Inti ‘Sawit Betuah’ Ngabang

Ngabang, Equator
Sebanyak 112 para atlit dari empat SDN Inti Club ‘Sawit Betuah’ ambil bagian dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OOSN) yang digelar di lapangan SDN 47 Gasing Amboyo Inti Dusun Ampar Saga Kecamatan Ngabang, Rabu (1/4) kemarin.
Upacara OOSN itu dibuka Kabid Pendidikan TK, SD Dinas Pendidikan Landak Drs,C.Theotimus dengan dihadiri Camat Ngabang, Kepala Desa Amboyo Inti, kepala sekolah SD Inti, guru pembimbing dan peserta olimpiade.
Kabid Pendidikan TK, SD Drs C.Theotimus mengatakan, OOSN ini akan menunjukan kebolehan di beberapa cabang olahraga untuk itu para atlit harus menjunjung tingi sportifitas dalam pertandingan. “Sesuai dengan janji atlit harus sportifitas dalam pertandingan harus jujur, disiplin dan semangat dalam meraih prestasi di olimpiade olahraga ini,” ungkap Theotimus.
Ia menegaskan, bagi siswa yang juara, jangan terlalu bangga atas keberhasilannya dan jangan sombong, bagi yang tidak dapat juara juga jangan sedih atau putus asa justru semakin bersemangaat serta berlatih dalam persiapan tahun yang akan datang. “Jadilah pemenang yang bermartabat sebaliknya baagi yang kalah jadilah kalah yang terhormat,” ujarnya.
Selain itu, kepada para atlit yang juga siswa pelajar itu agar selalu menghormati guru disekolah, berkat gurulah siswa bisa berhasil. guru juga yang telah banyak memberikan pendidikan yang bermanfaat bagi anak-anak didiknya. Selain itu peria yang gemar humor ini juga mengingatkan para guru agar selalu sabar dalam mendidik siswanya, karena siswa memiliki sifaat yang berbeda dan sering menjengkelkan. “Anak merupakan generasi masa depan bangsa, untuk itu guru harus sabar dalam mendidik anak agar apa yang disampaikan dapat menerima baik dibidang akademi maupun non akademi,” pesannya.
Ketua Panitia Pelaksana Ya’Ismayono yang juga Kepsek SD Negeri 47 Gasing dalam laporannya, OOSN tingkat SD Antar SD Indti club Sawit Betuah pangkaalan SD Inti 69 Empalsmen yan g dilaksanakan di sekolah yang dipimpinnya bertujuan untuk penjaringan atlit dalam persiapan mengikuti pertandingan ditingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan tingkat Nasional. Adapun yang mengikuti OOSN tersebut, SDN inti 69 Empalsment mengirim 29 atlit. SDN inti 74 Plasma II mengirim 29 atlit, SDN Inti 08 Antan Raya mengirim 27 atlit dan SDN inti 28 Nahaya’ mengirim 27 atlit.
“Jadi jumlah atlit yang bertanding sebanyak 112 peserta dengan cabang olahraga yang dipertandingkan atletik, volly mini, sepak bola mini, tenis meja, bulu tangkis, sepak takraw, catur dan karate,” tandasnya. (rie)
Copyright © 2009 www.harianequatorlandak.blogspot.com. All Rights Reserved. by Templates Jaring Borneo